PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 57 #S2_Pengejaran


__ADS_3

El sudah bertemu dengan orang yang akan membantunya menguak fakta masa lalu..dia adalah Milan pria yang menjadi saksi kekejaman Matteo.


Milan adalah mantan anak buah dari Matteo..dia berhenti bekerja dengan Matteo karena istrinya di perkaos oleh Matteo di depan mata kepalanya sendiri.


Milan benar-benar ingin membunuh Matteo tapi dia tidak bisa melakukan apapun..tubuhnya sudah tak berdaya waktu itu..dia tak sadarkan diri ketika melihat sang istri sudah tak bernyawa lagi.


"Senor Milan Delbano (Tuan Milan Delbano) ?" tanya El ketika sudah sampai di cafe hotel tempatnya menginap.


Orang yang El panggil menoleh ke arahnya dan bangkit dari kursinya kemudian mengulurkan tangannya untuk menyapa El.


"Si senor, estoy solo (Ya tuan,saya sendiri)" jawab pria yang di sapa El.


"Un placer conocerte ( senang bertemu dengan anda)".


Mereka duduk berhadapan..El menyambut jabatan tangan dari tuan Milan sendiri..El bersikap layaknya rekan bisnis.


Setelah memesan kopi dan cemilan teman ngopinel terus terang karena sudah tidak sabar untuk mengetahui dan menghajar bqjinagn itu.


"Entonces, ¿cómo señor, cuándo podemos hacer la investigación (Jadi bagaimana tuan,kapan kita bisa melakukan penyelidikan)..?" tanya El terus terang.


"Tenga paciencia,Senor,no Podemos ser descuidados (Mohon bersabar tuan kita tidak bisa gegabah)"


"Bien,espero Que sea Pronto (baiklah saya harap bisa secepat nya).


"Si senor (Baik tuan)"


Pertemuan mereka akhiri El bergegas menuju kamarnya untuk menenangkan diri..dia tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan..di lema tengah melanda El saat ini..antara pengejaran yang mungkin memakan waktu dan rindunya pada pujaan hati.


Sampailah El di hotel dia mengambil ponselnya dan menghubungi kekasih hatinya..dia tak tahan jika tak mendengar suara nya barang sebentar saja.


Lebay amat lu El.


"Hallo Sweetie..sedang apa..?"


"Hah Sweetie..kau melantur El..?"


"No aku sadar Sweetie.."


"Huhhh terserah kau saja El.."


El tertawa mendengar Gia mendengus..dia suka menggoda Gia..rasanya punya mainan baru dan mengembalikan moodnya.


"Sweetie aku merindukanmu" rengek El pada Gia.


"Aku juga El" jawab Gia lirih malu-malu.


El tertawa mendengar suara Gia lirih dan terkesan malu-malu..dia jadi gemas kan ingin menerkamnya.


"Hey kau malu Sweetie..jangan malu aku akan menghalalkan mu segera" ucap El penuh kesungguhan tapi mengandung godaan bagi Gia.

__ADS_1


"Ishhhh tau ah..kau sudah makan..?" Gia mengalihkan pembicaraan agar tidak semakin terpojok.


"Sudah Sweetie.. Sweetie jika aku bisa kembali dengan membawa bukti itu apa kau mau menikah denganku secepatnya..?"


Gia termangu mendengar kata-kata El..jujur Gia juga masih ada sedikit keraguan di hatinya tapi mendengar El begitu serius sedikit demi sedikit keraguan Gia luntur.


El tak mendengar suara Gia..dia bertanya sekali lagi..kali ini dengan penuh kesungguhan..karena dia benar-benar sudah tidak sabar menjadikan Gia miliknya.


"Gia..are you there..?"


"Ah..i..iya..El..kenapa..?"


"Ya atau tidak Sweetie..?"


"Kembalilah dulu buat kejutan agar aku tersentuh "


"Kau mau aku membuta kejutan Sweetie.. baiklah tunggulah beberapa hari lagi dan kau akan sangat terkejut"


"Aku tunggu El..sudah dulu aku harus meeting"


"Kau jangan terlalu lelah Sweetie..aku tak mau kau sakit.. baiklah jangan lupa makan ya..aku mencintaimu"


"Iya..kau juga"


"Hey kau belum membalas ucapanku"


"Yang mana El..?"


"Iya El aku juga mencintaimu"


"Ahhh rasanya aku ingin memelukmu dan mengurungmu di kamar Sweetie.. baiklah aku akan bekerja keras untuk menyelesaikan tugas ini dan kembali untuk menjadikan mu milikku"


"Aku tunggu "


Sambungan telepon terputus..baik Gia maupun El mereka berdua tengah berbunga-bunga..benar kata orang cinta itu bisa membuat orang waras menjadi gila.


Skip>>>>>>>>>>


"Kau sudah menyiapkan semuanya..?" ucap seorang pria yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


"Sudah bos..kami sudah memantau kondisi dan situasi di sekitar lokasi"jawab orang suruhan pria itu.


"Bagus..kapan rencana ini bisa berjalan..?"


"Secepatnya bos..dalam waktu dekat"


"Baiklah aku tunggu kabar dari kalian"


"Baik bos"

__ADS_1


Pria itu tersenyum sambil memandangi foto seorang wanita di hadapannya..pria itu mengangumi kecantikan dan sifat wanita di foto itu.


"Aku sudah tidak sabar untuk menjadikan kau milikku sayang.. bersabarlah sebentar lagi"


Pria itu menciumi foto wanita yang ada di hadapannya..dia sudah tergila-gila dengan wanita di foto itu.


Skip>>>>>>>>>


"Siapkan tempat untukku bersembunyi..aku mau jangan sampai ada yang tau tempat itu"


"Baik bos..sudah kami lakukan pengamanan "


"Bagus antar aku kesana segera "


"Baik bos"


Matteo benar-benar di landa kecemasan..setelah kehidupannya tenang bertahun-tahun yang lalu sekarang datanglah seseorang yang mencaritahu tentang masa lalu.


Matteo bergegas bersiap meninggalkan rumah nya..dia tidak memiliki keluarga karena Keluarga nya tidak ada yang tahan dengan sifatnya yang kejam.


Sifat Matteo sangat kejam terhadap apa saja yang menuruti nya tidak sesuai dengan kemauannya.. dia bahkan tidak segan menganiaya istrinya jika tidak menurut pada perintah nya.


Matteo meninggalkan rumah itu pada malam hari agar tidak ada yang mengetahui kepergian nya.. Matteo sudah tidak mau berurusan dengan masa lalunya dia hanya ingin segera pergi dari rumah itu dan bersembunyi sampai keadaan membaik.


"Persiapkan segalanya aku akan pergi malam ini"


"Baik bos"


Skip>>>>>>>>>


Tuan Milan sudah bersiaga di sekitar rumah Matteo..dia mengerahkan semua anak buahnya ralat teman-teman nya untuk mengepung rumah Matteo.


Tuan Milan yakin bahwa Matteo pasti sudah mendengar bahwa seseorang tengah mencarinya saat ini..Milan sebenarnya ingin sekali mengahabisinya sesegera mungkin karena dendam di hatinya sudah menggunung bertahun-tahun lamanya.


"Terus pantau dari segala sisi..jangan sampai lengah.."


"Kau tenang saja Milan..semuanya akan.. bersabarlah sampai El sampai di sini..kita tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan..aku tau kau sangat ingin membunuhnya tapi bersabarlah sebentar lagi"


"Ya kau benar..aku harus bersabar sedikit lagi..huhhh "


Tak berapa lama El datang..dia mendekati Milan dan temannya yang tengah bersiaga di sekitar rumah Matteo.


"Bagaimana tuan Milan..apa ada pergerakan..?" tanya El sesaat setelah sampai.


"Belum ada tuan El.. kemungkinan besar dia akan mulai bergerak di malam hari" tuan Milan menduga dengan yakin.


"Baiklah..apa kau yakin dia akan pergi malam ini..?" tanya El sekali lagi untuk meyakinkan.


"Saya yakin tuan..anak buah saya yang sudah saya kerahkan untuk menyamar..saya yakin kemungkinan nanti malam Matteo akan meninggalkan rumah ini karena dia tidak mau terlihat oleh orang lain"

__ADS_1


"Baiklah aku percaya padamu..aku berharap usahaku tidak sia-sia untuk melakukan pengejaran terhadap bajingan itu"


__ADS_2