PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 5 #S2_Kemunculan Musuh


__ADS_3

Alana hari ini bekerja dengan perusahaan Gio..dia sudah bersiap untuk berangkat sejak 1 jam yang lalu entahlah orangtua nya hanya menatap bingung dengan anak gadisnya itu.


"Nana bukannya jam 9 kau ke kantor Gio..kenapa sudah rapih sekali kan ini baru jam 7 nak" ucap sang Daddy.


"Daddy ku sayang..Nana hanya bersikap profesional saja..Nana tidak mau rekan kerja Nana menunggu kelamaan" ucap Alana berkilah.


Samuel dan Istri nya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah outri semata wayangnya.. ada-ada saja alasannya tinggal bilang saja kalau mau bertemu Gio susah sekali.


"Yayaya. baiklah suka-suka kau saja sayang" ucap sang Daddy meledek.


"Daddy mana bener-bener nggak mau di anggep remeh atau menyepelekan saja beneran"


Samuel dan Istri nya hanya tersenyum menanggapi anak gadisnya..dia sudah seperti tertangkap basah sedang mencuri.


Skip.....


Seorang wanita ybaru turun dari pesawat..dia menyeret kopernya menuju tempat tinggal nya..dia akan menetap di negara itu untuk waktu yang tidak bisa di pastikan..dia akan membalas dendam atas kematian sang Daddy.


"Aku datang untuk mencabut kebahagiaan mu sialan.. nikmatilah sisa-sisa kebebasanmu"


Wanita itu mencari taksi untuk menuju ke hotel sementara yang akan dia tempati.


Di saat dia sedang menunggu ponselnya berbunyi dia melihat layar ponselnya dan tersenyum miring melihat siapa yang menelepon nya.


"Apa kau tidak bisa menunggu sedikit lebih lama..?" tanya sang wanita.


"Aku hanya bertanya kau sudah sampai atau belum..akan aku kirimkan jemputan untukmu" jawab seseorang di seberang sana.


"Tidak usah..aku bisa sendiri"


"Ayolah jangan keras kepala demi kelancaran balas dendam kita..kau tunggu saja"


"Terserah kau saja"


Sambungan telepon terputus..dia menunggu seseorang itu menjemputnya..dia malas untuk bertemu dengannya tapi mau bagaimana juga dia yang memfasilitasi semua misinya karena dia juga yang memiliki dendam kepada targetnya.


10 menit kemudian sebuah mobil Maybach hitam berhenti di depannya..dia sudah bisa menduga bahwa itu adalah orang yang berbicara di telepon tadi.


Seorang pria keluar dari dalam mobil..dia memakai kacamata hitam dengan setelan jas hitam yang melekat di badannya..dia berjalan menghampiri wanita itu dan memeluknya..mereka bahkan berciuman begitu ganasnya tanpa peduli atau malu pada sekitar nya.


"Lepaskan" satu kata dari wanita itu.

__ADS_1


"Hey aku merindukanmu sayang..ayo masuk "


"Sudah jangan begini...aku risih"


"Avril kenapa kau sangat kaku sih..aku ini calon suamimu sayang"


"Remon sudah lah aku lelah melakukan perjalanan jauh..tidakkah kau ingin membawaku beristirahat..?"


"Baiklah ayo masuk"


Akhirnya mereka meninggalkan bandara..Remon membawa Avril menuju apartemennya..dia tak mau wanita itu lepas dari pantauannya..dia ingin memastikan sendiri bahwa wanita itu tidak akan melenceng.


Mereka sampai di apartemen mewah dan yidak terlalu besar..mereka masuk..Avril duduk di sofa tanpa di suruh..dia lelah setelah melakukan perjalanan jauh.


Remon duduk di sampingnya..dia membelai rambut dan swluruh bagian wajah Avril..dia sudah on fire sejak di bandara dan berciuman begitu panas nya.


"Aku menginginkan mu sayang" ucap Remon dengan suara beratnya.


Avril sebenarnya lelah tapi mendapat serangan dadakan dari Remon dia tak bisa menolak...tubuhnya merespon setiap sentuhan dari Remon..dia mulai mengikuti permainan Remon dan mulai terbuai.


Mereka melakukan enak-enak di kamar apartemen Remon..mereka menikmati permainan nya hingga mencapai titik kepuasan.


"Kapan kau akan melakukan rencana mu sayang..?" tanya Remon setelah mereka selesai enak-enak.


"Bagus..aku akan menyiapkan segala keperluannya..kita sama-sama jalankan rencana kita..oh aku punya kabar bagus untukmu..dia sudah bertunangan dengan salah satu anak dari pengusaha sukses di negara ini dan juga beberapa negara lain..kita akan lebih mudah menjalankan rencana kita sayang"


"Benarkah..wah semakin menarik..apa kau mengenal tunangannya..?".


"Tentu saja.. tunangan nya adalah Musuhku..dia yang menghancurkan keluarga ku..kita akan sama-sama membalaskan dendam Keluarga kita sayang"


"Ya kau benar..kita harus membalas dendam atas penderitaan keluarga kita"


Skip.......


Jam baru menunjukan pukul setengah sembilan.. Alana sudah sampai di kantor Gio..dia segera masuk membawa serta semua yang di perlukan.


"Permisi mbak apa tuan Gio nya ada..?"


Resepsionis itu melihat dari atas sampai bawah..pasti hanya wanita penggoda..dia abaikan saja Alana yang masih menunggu jawabannya.


Alana merasa bahwa resepsionis itu tidak menyukainya..dia berusaha bersikap biasa saja..dia tak mau cari masalah di tempat orang lain.

__ADS_1


"Ekhem..mba saya tanya lagi apa tuan Gio ada..?"


"Kau sudah buat janji..kau siapa..pasti hanya wanita penggoda saja..tuan Gio sibuk pergi saja kau"


"Huhhh.. mbak maaf sebelumnya..saya hanya ingin menemui tuan Gio karena ada....-"


"Sudahlah aku sibuk sebaiknya kau pergi..wanita penggoda macam kau tidak di terima di sini.. SEKURITI.. SEKURITI.."


Tak lama kemudian seorang sekuriti datang mwnmui sang resepsionis itu..dia bertanya ada Masalah apa.


"Usir wanita penggoda ini keluar..mengganggu waktu kerjaku saja"


"Baik mbak"


"Ayo nona sebaiknya keluar dan jangan mengganggu para karyawan di sini"


Sekuriti itu menarik lengan Alana dengan edikit kasar bahkan Alana belum siap untuk bergerak alhasil dia jatuh ke lantai dan membentur meja resepsionis di hadapannya.


"Akshhh..kenapa kau kasar sekali sih..kau tak tau siapa aku..kalian sudah salah mencari masalah denganku" ucap Alana berapi-api.


"DIAK KAU..PERGI DARI SINI MENGGANGGU SAJA" bentak sang sekuriti itu.


Alana berdiri dan menghadap sang sekuriti dengan berani..dia menatap tajam pada sekuriti dan resepsionis itu..dai sudah kehilangan kesabaran nya sejak tadi.


PLAK.....


Satu toaran mendarat di pipi sekuriti itu dengan kerasnya.


Tak berapa lama kemudia terdengar suara tamparan yang sama kerasnya di pipi sang resepsionis itu juga.


Plak...


Alana memilih pergi menuju lift khusus CEO..dia benar-benar bisa lepas kendali..sesak nafas mulai menghampiri nya..dia terlalu emosi..dia tak bisa mengontrol emosi nya..sekarang dia hanya bisa merutuki kecerobohan nya.


"Huhhh..huhhh..huhhh..aku..harus.. menelfon ka Gio huhh..huhh..astaga..kenapa..aku terpancing..huhhh emosi begini huhh..huhh"


Alana menghubungi Gio sementara dia di lift menuju lantai teratas..dia menahan sesak di dada nya.. Alana bersandar di dinding lift..dia berusaha menetralkan dirinya.


Tak berapa lama kemudian pintu lift terbuka..di depan pintu itu sudah ada seorang pria yang menunggu nya dengan wajah paniknya..dia melihat Alana tengah bersandar di dinding lift..dia masuk dan menahan Alana agar tidak tumbang.


"Nana astaga kenapa bisa begini..kau kenapa..astaga wajah nya pucat sekali"

__ADS_1


Gio membawa Alana ke ruangannya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang khusus di ruangan khusus nya.


__ADS_2