PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 136_Masih Berani


__ADS_3

Di lapangan Rey dan Laura meninjau langsung proyek pembangunan resort yang tuan Julian garap..hasilnya mengecewakan..sungguh di luar ekspektasi nya.


"Tuan Julian jelaskan kenapa bisa seperti ini..ini bahkan belum ada setengahnya padahal sudah berjalan hampir satu tahun..apakah kau memantau secara langsung pembangunan nya..jangan bermain-main dengan Wilson Group tuan Julian.." cerca Rey dengan emosi yang memuncak.


Tuan Julian gelagapan menghadapi sikap tegasnya Rey..harus menjawab apa dia..selama ini dia hanya bermain wanita di luaran sana tanpa memantau perkembangan pembangunan proyeknya.


"Maafkan kami tuan Rey..saya sudah mewanti-wanti pada para pekerja tapi rupanya mereka tidak mendengarkan saya..maaf atas kelalaian saya tuan Rey"


Tuan Julian hanya bisa pasrah..seharusnya dia pantau walau sekali agar dia tau perkembangan nya.


"Dalam waktu setengah jam kumpulkan semua para pekerja yang terlibat semuanya tanpa terkecuali" tegas Rey sambil melangkah pergi.


Laura tak banyak bicara dia tau suaminya tengah emosi..dia biarkan dulu suaminya tenang.


Rey dan Laura sampai di mobil..Rey masuk kemudian di susul Laura..tanpa ba-bi-bu Rey mencium Laura untuk menumpahkan kekesalannya.


Laura menerima saja..dia biarkan Rey melakukan apapun yang dia mau agar emosi nya dapat tersalurkan dengan hal tersebut tanpa melukai orang lain.


"Maaf baby..maaf" ucap Rey setelah selesai mencium Laura.


"Tidak apa by..apa sudah tenang..?" ucap Laura lembut memahami.


"Ya.. terimakasih..aku menyayangimu"


"Laura juga sayang hubby"


Rey memeluk Laura erat..dia salurkan emosinya..dengan begini dia tak melukai orang lain.


Rey menatap lekat wajah cantik Laura..dia semakin jatuh hati pada istrinya yang super sabar dalam menghadapi sikapnya.


"Apa hubby mau kembali ke hotel saja..?"


"Tidak usah baby..aku sudah lebih tenang kok"


"Baiklah..ayo mereka sudah berkumpul"

__ADS_1


"Ya..ayo"


Di saat mereka keluar dari mobil tuan Julian menghampiri mereka..dia berdiri di samping Laura tapi dengan berani Laura menyikapi sikap kurang ajar rekan bisnis Rey.


"Nona Laura anda jika butuh sesuatu katakan saja padaku.. bolehlah sekali-kali kita makan bersama" ucap tuan Julian ketika Rey tengah mengangkat telfon.


Tuan Julian semakin mendekati Laura tanpa kenal lelah dan takut.. benar-benar calon makanannya Leon.


"Maaf tuan Julian tidak sebaiknya anda bersikap seprti ini..anda tau saya sudah menikah dengan rekan bisnis anda tapi anda dengan tidak tau malunya mendekati bahkan mencuri pandang pada wanita bersuami..tolong jaga sikap anda.." tegas Laura menyentil sikap tuan Julian.


Rey seolah-olah tak mendengar dia tadi sedang menerima telepon dari anak buahnya..dia mendengar semua dengan jelas..istrinya benar-benar bisa mengatasi situasinya.


Tuan Julian merasa dia di permalukan dan di tolak oleh seorang wanita..baru kali ini dia di tolak mentah-mentah..sepertinya dia kurang jauh mainnya.


"Ada apa ya tuan Julian..?" tanya Rey pura-pura tidak tau.


"Ah tidak apa-apa tuan Rey.. mari semua sudah berkumpul"


"Baiklah..mari"


"Lihat saja nanti akan ku rebut kau dari Rey" batin Julian mengandai-andai.


Semua orang sudah berkumpul di tempat yang sudah Rey tentukan..Rey juga sudah mendapat kabar dari anak buahnya..hasilnya memuaskan.


"Siapa mandor di sini..?" tanya Rey dingin.


Semua orang tampak takut-takut menatap Rey..mereka takut di pecat dan kehilangan pekerjaannya.


"Saya tuan.." jawab seorang pria yang usianya jauh lebih tua di bandingkan dia.


"Bisa kau jelaskan kenapa proyek ini mangkrak dan tak berjalan padahal ini sudah hampir satu tahun lamanya" tanya Rey dengan raut wajah mengintimidasi.


"Maaf tuan..kami bekerja juga hanya di bayar setengah gaji kami tuan..kami sempat menganggur satu bulan dan tak di beri gaji..saya sudah sering bertanya pada penanggung jawab proyek tapi jawabnya selalu belum ada bahan yang turun dari atasan.." jawab pria tua itu jujur.


Rey gelap mata..dia beralih menatap Julian meminta penjelasan.. bisa-bisanya dia di kelabui.

__ADS_1


Tuan julian pucat..padahal dia sudah bilang untuk tutup mulut tapi rupanya para pekerja ini tidak takut padanya.


"Em..tuan Rey.. sebenarnya..e.."


"Anda mau bilang apalagi tuan Julian..saya begitu kecewa dengan sikap anda sebagai penanggung jawab proyek ini.. bagaimana bisa anda seperti ini tuan Julian.. perusahaan saya mau bekerjasama dengan perusahaan anda hanya karena performa perusahaan anda sebelumnya bagus tapi setelah dipimpin oleh anda kenapa jadi merosot jauh dari kata layak..saya benar-benar tidak bisa menerima ini..mulai sekarang kerjasama kita batal dan saya minta anda bayarkan gaji para pekerja ini dengan penuh jika tidak maka rasakan pelajaran dari saya..anda tentu tau sepak terjang saya dalam dunia bisnis"


"Untuk kalian oara pekerja saya mohon maaf..saya telah salah memilih penanggung jawab hingga kalian harus menderita..kalian pantas mendapat bonus tambahan dari Wilson Group..kalian bisa ambil bonus kalian di bagian penanggung jawab proyek yang baru nanti..sekali lagi saya minta maaf atas naman perusahaan Wilson Group" Rey membungkuk meminta maaf pada semua pekerja.


Semua para pekerja bersorak akhirnya penderita mereka usai..di tambah bonus dari bos besar mereka langsung..sungguh di balik sebuah penderitaan pasti akan ada jalan keluarnya.


"Terimakasih bos.. terimakasih" ucap para pekerja serempak.


Laura senang suaminya bisa mengambil langkah tegas..dia juga senang akhirnya penderitaan para pekerja usai.


"Laura bangga padamu by..kau Dady dan suami yang hebat" ucap Laura saat mereka sudah di mobil.


Rey mencium Laura..dia senang bisa melakukan hal kecil tapi memberi efek besar.. hidupnya benar-benar berubah setelah Laura masuk kedalam kehidupannya.


"Terimakasih pujiannya baby..aku senang jika kau senang.. terimakasih sudah mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik"


"Sama-sama hubby"


Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka tak terima..dia kehilangan kerjasama juga kehilangan muka di depan para pekerja proyek itu.


"Reyhan Jade Wilson lihat apa yang bisa ku lakukan untuk membalasmu..aku bersumpah akan menghancurkan mu hingga sehancur-hancur nya..kau harus merasakan apa yang aku rasakan" ucap tuan Julian geram.


Dia menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu pada Rey..dia tak mau menyakiti wanita pujaannya..pertama dia akan menyingkirkan Rey dulu lalu setelah itu dia akan mendapatkan Laura dengan mudah.. benar-benar rencana yang mulus.


Rey dan Laura sampai di hotel..mereka memutuskan untuk beristirahat..lelah..ya mereka sungguh lelah hari ini.


"Baby mandilah dulu..aku tak mau memakanmu karena aku tau kau juga sama lelahnya"


"Tumben pengertian sekali.."ucap Laura dengan nada mengejek.


"Kau mau ku makan hm..?"

__ADS_1


Laura ngacir ke kamar mandi..Rey tertawa melihat tingkah Laura..dia sedikit terhibur dengan suasana ini.


__ADS_2