
El dan Gia saat ini tengah berhadapan dengan seorang dokter perempuan yang sudah menjadi langganan keluarga mereka untuk menangani keluarga Wilson.
"Apa..apa dokter tidak salah bicara..?" tanya El yang masih belum percaya dengan apa yang dia dengan.
"Tidak tuan..yang saya sampaikan itu semuanya benar..selamat sekali lagi saya ucapkan" ucap dokter wanita itu.
Gia dan El tidak bisa lagi membendung kebahagiaan nya..El memeluk Gia erat..menghujani dengan ciuman di seluruh wajah Gia yang membuat Gia terkekeh geli.
"Terimakasih Sweetie.. terimakasih"
"Sama-sama El"
"Arkhhh aku senang..aku akan jadi Daddy.. arghhhhh" El berteriak mengungkapkan perasaannya.
Gia dan El sudah menikah lebih dari tiga bulan yang lalu..ya sejak dua bulan ini Gia bersikap aneh dan selalu meminta sesuatu yang tidak wajar.
El tidak tau lagi harus menghadapi sikap Gia bagaimana..El hanya bisa menuruti keinginan Gia yang di luar nalar manusia normal dengan mengorbankan orang jahat pastinya.
Gia meminta El mengambil jari tengah seorang penjahat kelamin..Gia memintanya dengan deraian air mata yang mengiringi raut wajah sedih dan penuh harapnya.
El akhirnya memenuhi keinginan Gia yang sangat tidak lazim..jari tengaj penjahat itu Gia awetkan dengan lilin dan dia buat gantungan kunci untuk ruangan tahanan di markas kematian.
Setelah drama-drama ngidam yang El tidak sadari itu akhirnya El memilih membawa Gia ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Gia..El takut istrinya itu kepentok sesuatu dan mengakibatkan dirinya sedikit oleh.
"Sweetie ayo pulang..pasti mommy Laura dan mommy Cat senang mendengar kabar gembira ini"
"Iya kau benar El.. ayo"
Skip>>>>>>>>>>>>
"Apa jadi kalian belum bisa membuat mereka berpisah..?" teriak seorang lelaki yang terlihat sangat marah.
"Maafkan kami tuan..kami sudah berusaha keras"
"Bodoh..tidak becus..pergi kalian"
Akhirnya anak buah pria itu pergi dan menyisakan pria itu sendirian dan memandangi wajah foto seorang wanita yang begitu dia cintai tanpa sadar menjadikannya terobsesi akan gadis itu.
__ADS_1
"Aku tidak akan rela membiarkan kalian bahagia di atas kesedihanku..jika aku tidak bisa memiliki mu maka tidak akan ada yang bisa memiliki mu juga"
Pria itu mengatur rencana agar bisa mendapat wanita yang menjadi pujaannya itu..dia terus memikirkan rencana bagaimana untuk memisahkan mereka.
Akhirnya Rafael,ya laki-laki itu adalah Rafael yang begitu terobsesi akan Gia..pria itu belum menyerah untuk bisa mendapatkan Gia.
"Segera laksanakan rencana kita..jika aku tidak bisa maka tidak akan ada yang bisa..kau paham..?"
"Paham bos".
Sambungan telepon terputus..Rafael benar-benar bertekat untuk membunuh keduanya karena dia tak rela membiarkan wanita yang dia cintai di miliki laki-laki lain.
Rafael tertawa karena sudah tidak sabar untuk segera memisahkan mereka berdua..biarlah dia mengorbankan wanita itu agar wanita itu tidak di miliki orang lain.
Gia..ya wanita itu yang akan menjadi sasaran empuk Rafael agar tidak bisa di miliki laki-laki lain..dia tak rela Gia di miliki orang lain sementara dia harus bersedih dan sendirian.
Skip>>>>>>>
Genie dan Rachel sedang memasak di dapur ralat membuat dapur pecah berantakan karena eksperimen mereka berdua yang ingin bisa memasak.
Rachel sedikit tau memasak tapi Genie..wah jangan di tanya dia hanya bisa membuat dapur seperti sedang di rampok berantakan gaes..mereka bersua menatap dapur yang semula rapih dan bersih kini menjelma menjadi begitu berantakan.
Sementara telur satunya kondisinya tidak begitu memprihatinkan..hnaya belum sempurna tingkat kematangannya juga terdapat cangkang yang tertinggal hampir seperempat kulit telurnya.
"Hahahahhahah"
Genie dan Rachel tertawa setelah melihat penampakan mereka masing-masing..teoung sudah memenuhi tubuh mereka.. wajah,rambut,baju,dan lantai yang menjadi korban akan eksperimen mereka.
Di saat mereka berdua tengah tertawa tiba-tiba Gian datang dengan wajah garangnya..Genie dan Rachel menelan ludahnya susah payah ketika melihat Gian tengah menatap mereka dengan tatapan membunuh.
"K..ka..ka Gian..hehe" ucap Genie seraya menggaruk tengkuknya.
"G..Gian.." ucap Rachel bersamaan dengan Genie.
"Apa yang kalian lakukan..?" tanya Gian dengan nada datar penuh ancaman.
Genie dan Rachel saling tatap dan saling sikut satu sama lain..mereka berdua sudah seperti anak kecil yang ketahuan mencuri mangga tetangga.. benar-benar lucu hingga Gian harus menahan tawanya dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
"Jawab"
"Ma..maaf ka..k..kami..tidak..se..ngaja..kami hanya belajar memasak ka..beneran" ucap Genie memberi alasan semasuk akal mungkin.
"Belajar masak..bukan menghancurkan dapur..?"
"Tidak..kami belajar memasak" ucap Rachel cepat membela diri nya dan Genie.
Gian memandang Rachel..Rachel diam..dia takut melihat tatapan Gian..sunghuh lebih baik dia menghadap Naomi saja kalo begini.
"Bersihkan tubuh kalian dan bersihkan dapur ini seperti semula jika tidak bersiaplah menerima hukuman".
"Baik"
Geni dan rachel bergegas membersihkan dapur dengan pengawasan Gian yang terus menjadi cctv di depan mereka.
Gian memandangi dua perempuan itu dengan santai dan sesekali melirik ponselnya membaca laporan dari anak buah nya.
Perusahaan di handle oleh saudaranya yaitu Nichole,Sean,dan Rico begitupun dengan Grace dan Gerald beserta Nelsy selain Genie yang memilih menekuni duania fashion.
Gio dan Gia kini sibuk dengan urusannya sendiri.. sementara Gian dan via menjadi penanggung jawab atas perusahaan Opa Jonathan dan opa Wilson beserta perusahaan para orangtua mereka.
"Sudah..jika sudah cepat bersihkan tubuh kalian..Rachel setelah mandi temui aku di tempat gym " ucap Gian memberi perintah kemudian mlengos meninggalkan dia perempuan itu begitu saja.
"Selaku begitu..seenaknya Sendiri huh" sungut Genie pada Gian yang persis seperti Gio.
Rachel selesai dengan mandinya..dia bergegas menuju ruangan gym dimana Gian telah menunggunya..Rachel tak tau harus bersikap seperti apa saat ini dirinya benar-benar takut akan kemarahan Gian.
"Bagaimana kalau Achel di usir.. Achel nggak mau" ucapnya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya bagaiman nasuhnya.
Rachel sampai di tempat gym..dia mengetuk pintu dulu sebelum masuk itulah kebiasaan lama Rachel yang masih bertahan hingga kini.
"Masuk"
Terdengar suara teriakan atau sahutan dari dalam yang menandakan sang penghuni menyuruhnya segera masuk.
Rachel masuk ek dalam dan menemukan Gian tengah telanjang dada bermain di salah satu alat berat Yanga fa dia sana.
__ADS_1
"Tampan" lirih Rachel.