PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 25_Program Hamil


__ADS_3

Laura dan Rey pagi-pagi sekali sudah bangun dan jogging..mereka mulai mempersiapkan diri lagi untuk melakukan program hamil..mereka ingin secepatnya di beri ganti agar tak terlalu larut dalam kesedihan yang berkepanjangan.


"Kau lelah baby.. istirahat lah.."


"Huhhh..huhhh tidak apa-apa hubby..Laura masih kuat"


"Baiklah..ayo pelan-pelan saja"


Mereka lari lagi namun dengan pelan karena Rey tau Laura masih belum bisa mengimbangi nya.


Setelah kurang lebih 1 jam akhirnya mereka selesai..kini keduanya masuk kamar mandi setelah beristirahat sebentar untuk menghilangkan keringat..Laura dan Rey mandi namun buka mandi biasa tentunya..Rey sudah berpuasa lebih dari 2 bulan sekarang waktunya pembalasan.


"Hubby..ahhh.. pelan-pelan"


"Baby ahhh..kau nikmat sayang ahhh"


Rey terus menggerakkan pinggulnya dengan lebih cepat lagi ketika merasakan pasokan air tajinnya penuh..dengan senang Rey menumpahkan air tajinnya ke rahim Laura..Rey berharap benih-benih unggulnya akan segera tercipta.


"Baby..ahhh..kau..ahhh..i love you Laura arkhhh"


Dan permainan pun selesai..Laura terkapar di dalam bathtub yang kering namun tubuh Laura basah karena keringat..sungguh olahraga plus yang nikmat.


"Terimakasih baby..i love you"


"Love you to hubby"


Rey membiarkan Laura tertidur sejenak setelah Rey membasuh dan membersihkan sisa air tajinnya yang tumpah sedikit.


Skip>>>>>>>>>>


"Dad apa Rey tidak menelfon lagi..momy kangen Laura dad"


"Sabar mom.. biarkan mereka menikmati waktu bersama dulu.."


"Tapi momy benar-benar rindu dad"

__ADS_1


"Iya dad juga rindu..tapi kita tak boleh egois sayang"


"Huh.. baiklah"


Tuan Wilson tersenyum melihat istrinya cemberut seperti anak ABG..dia mendekati istrinya dan merengkuh tubuh istrinya.


Mereka tetap romantis walau tak lagi muda..kadang encok sering kumat saat ber'olahraga' malam tapi tak menyurutkan semangat 45 dalam hal keromantisan.


"Sayang bagaimana kalau kita buat adik untuk Rey..?"


Tanpa ba-bi-bu istrinya langsung melemparkan bantal sofa ke arah tuan Wilson.


"Sudah tua masih saja mesum..inget asam urat"


"Hahaha..kan ada dokter sayang".


"Ishhh..tau ah"


"Sayang ayolah".


"Sayanggg"


Hari berganti begitu cepat tak terasa 5 bulan sudah Laura dan Rey tinggal di negara A..Laura sudah benar-benar pulih..Rey begitu senang dengan kembalinya Laura istrinya.


"Baby..kau tak apa kan..?" tanya ketika melihat wajah Laura yang pucat.


"Aku baik-baik saja by..kenapa..?"


"Tidak hanya saja aku melihat wajahmu begitu pucat sayang..apa kau sakit hm..?"


"Tidak by..Laura baik-baik saja kok"


"Benarkah..biar aku panggilkan dokter saja..aku tak ingin kau kenapa-kenapa"


" Terserahlah"

__ADS_1


Tak berapa lama dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Laura..sejenak dokter itu tersenyum ketika tau penyebab Laura pucat.


"Bagaimana dok keadaan istriku..?'


"Nyonya tidak apa-apa tuan..hanya saja....."


"Hanya apa dokter..jangan berbelit-belit"


"Sebaiknya anda berdua berkunjung ke dokter obgyn saja agar lebih tau pastinya"


"Baiklah..........tunggu..dokter obgyn.. makdunya Laura.. istriku..hamil..?"


"Sepertinya begitu tuan..maka dari itu saya menyarankan agar memeriksakan nya ke dokter obgyn saja..biar saya jadwalkan"


"Baiklah dok terimakasih"


Rey menatap Laura yang juga tengh menatapnya..mereka sesaat saling tatap.. akhirnya mereka berpelukan.


"Sayang kau dengar itu hm..?"


"Iya by..semoga di perut Laura sudah tumbuh anak kita"


"Amin sayang..ayok kita ke rumah sakit"


"Ayok by"


Di tempat lain Helen masih menunggu kabar mengenai Laura dari anak buahnya..sudah 5 bulan sejak kejadian naas itu dia belum tau kemana Laura saat ini.


"Bagaimana apa kalian membawa kabar baik..?"


"Tentu saja nyonya"


Wajah Helen langsung sumringah mendengarnya.


"Katakan"

__ADS_1


"Nona Laura saat ini sedang ada di negara A bersama suaminya.. menurut kabar yang saya dengar nona Laura mengalami depresi saat tau janin yang di kandung nya tiada..tapi saat ini sepertinya nona Laura sudah pulih kembali nyonya..hanya itu yang saya dapatkan nyonya"


Helen tersenyum.."akhirnya aku menemukanmu Laura sialan..tunggu sebentar lagi saat kau kembali maka itulah akhir darimu hahahah"


__ADS_2