PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 140_Laura Sakit


__ADS_3

Tak terasa seminggu sudah Rey dan Laura tinggal di sana..proyek pembangunan juga berjalan lancar seperti yang Rey harapkan..dia tenang meninggalkan proyek itu karena sudah berada di tangan yang benar.


Rey bersiap untuk kembali ke negara X..mereka merindukan Keluarga juga anak-anak nya yang super aktif nya tapi juga bisa jadi sumber energi untuknya.


"Baby kita pulang hari ini..apa kau sudah berkemas..?"


"Sudah by..jam berapa kita berangkat..?"


"Satu jam lagi baby.. istirahat di bandara saja ya..kita naik jet pribadi saja biar kau nyaman"


"Iya by..Laura ikut saja"


Akhir-akhir ini kesehatan Laura tidak begitu baik..dia sering pusing juga badannya pegal-pegal..Rey tak pernah lelah menggempurnya jika ada kesempatan.


"Baby you ok..?"


"Laura hanya kecapekan by.."


"Maaf..aku tak bisa menahan diri jika di dekatmu..maafkan aku baby"


"Tidak by..Laura hanya tidak cocok dengan cuacanya..itu saja by"


Rey merengkuh tubuh Laura.. seperti nya Laura demam..tubuhnya sedikit hangat..Rey benar-benar merutuki kebodohannya yang tak kenal waktu dalam menggempur Laura.


Laura dan Rey sampai di bandara.. penerbangan di majukan dia khawatir dengan kondisi Laura yang demam..dia tak mau Laura kenapa-kenapa.


"Apa semua sudah siap..bisa kita terbang sekarang..istriku sedang tak enak badan"


"Bisa bos..mari".


Rey membawa Laura masuk dalam jet pribadi nya..dia menuju kamar..Laura masih demam..Rey mengompresnya..dia tak mau Laura sakit.


"Baby maafkan aku..ini semua karena kebodohan ku.."


Laura memilih tidur saja..kepalanya pusing..dia tak ada tenaga untuk membalas ucapan Rey.


"Tidurlah aku ada di sini"


Mereka mulai lepas landas..Rey dengan setia berbaring di samping Laura..dia peluk dan berbagi panas tubuh masing-masing.


Rey melepas atasan nya..dia telanjang dada..setelah itu dia juga melepas pakaian Laura..dia ingin melakukan metode skin to skin dengan Laura agar panas tubuhnya bisa terbagi.

__ADS_1


Mereka tidur dengan posisi saling memeluk dengan keadaan telanjang..di saat seperti ini dia memaki si Jono yang sempat-sempatnya on ingin bermain-main di gua.


"Sialan kau Jon..jangan menyiksa istriku..dia sedang sakit..jika berani menyentuh nya akan ku buat terong balado kau.."


Rey menahan hasratnyaa mati-matian..siapa yang tak tergoda dengan kemolekan tubuh istrinya..tapi lagi dan lagi Rey harus menahannya agar tidak menyakiti Laura.


Skip.........


Di negara X semua keluarga tengah berkumpul di ruang keluarga..ada para bocil yang selalu bisa membuat tawa mereka pecah dengan segala tingkah polah nya.


"Astaga Gia..lihatlah dia begitu genit..ishhh anak siapa sih kenapa sifatnya lain sendiri" ucap mama Rey.


"Benar jeng genit sekali dia..lihatlah Sean di dekati terus..astaga apakah kita akan segera mendapatkan cucu mantu" timpal mama Laura.


Yang lainnya hanya geleng-geleng kepala menyaksikan betapa genitnya Gia pada Sean.. benar-benar anak Rey ini sifatnya persis seperti Rey.


"Jo aku dengar Rey dan Laura akan kembali hari ini..apa begitu..?" tanya Daddy Wil.


"Ya kau benar..kata orang suruhan ku Laura sedang sakit..aku juga cemas tidak sabar ingin bertemu dengan anak-anak ku" jawab Daddy Jo.


"Laura sakit dad..sakit apa..?" sela mama Laura.


"Hanya deman mom..sudah Rey sudah mengurus semuanya..jangan khawatir" tambah Daddy Jo.


"Amin" jawab mereka serempak.


Nila dan Erick juga di sana..mereka hanya menjadi pendengar saja..mereka juga khawatir oada kondisi Laura tapi mereka bisa apa..menyusul tidak mungkin toh Laura dan Rey sudah dalam perjalanan pulang.


"Aku dengar proyek pembangunan resort nya mangkrak waktu itu..ka Rey sangat emosi dan langsung memutuskan kerjasama antara perusahaan penanggung jawab" tanya Erick membuka suara.


"Ya kau benar Rick..Rey memnag tak pernah suka dengan orang yang hanya memanfaatkan kekuasaan dan kesempatan..dia akan bersikap tegas jika pada tempatnya" jawab Daddy Wil.


"Ya kalian benar..Rey memang bisa di andalkan..dia menantu yang langka.." timpal Daddy Jo.


Semuanya tertawa mendengar penuturan Daddy Jo..benar memang kata Daddy Jo dan Daddy Wil jika Rey memang sangatlah kompeten dalam mengambil keputusan.


Mereka lanjut berbincang..para bocil juga tengah mengoceh tapi entah apa mereka tak tau karena bahasa yang mereka gunakan itu bahasa spesial yang hanya para kaum bocil yang tau.


Skip.............


Rey dan Laura sampai di negara X saat sudah siang..mereka makan siang di rumah saja karena tubuh Laura lemas..Rey tak tega melihat Laura sakit..dia hanya bisa merutuki kebodohannya.

__ADS_1


"Baby ayo pulang..kita makan di rumah saja..mereka sudah menunggu kita"


"Iya by"


Rey masuk ke dalam mobil dan juga Laura.. mereka di jemput supir..Rey menyenderkan kepala Laura di dadanya..dia sungguh tak bisa berbuat apa-apa sekarang.


"Baby maafkan aku.. gara-gara aku kau jadi sakit"


"Tidak by..Laura hanya masuk angin"


Rey tak menjawab dia mengingat kembali betapa dia sangat bersemangat di dalam kamar mandi dan menggempur Laura di bawah shower.


Awalnya Laura sudah menolak karena takut masuk angin tapi Rey tak mengindahkan ucapan Laura..dia terus menyerang Laura dengan tanpa henti dan juga shower yang menyala.


Rey juga kembali ingat dia bermain di bathtub setelah Laura berendam.. sebenarnya Laura sudah memintanya untuk di kamar saja karena dia kedinginan tapi lagi-lagi Rey tak mengindahkan ucapan Laura.


"Maaf sayang kau sakit karenaku..aku bodoh tak menuruti ucapanmu waktu itu..maaf" batin Rey menyesali tindakan nya.


Laura mengeratkan pelukannya dia merasa kedinginan..Rey merasakan Laura menggigil..dia semakin kalang kabut di buatnya.


"Baby kita ke rumah sakit saja ya..mau ya hm..?"


Laura menggeleng..dia tak suka bau rumah sakit..lebih baik dia di rumah saja daripada harus bertemu dengan ranjang pasien lagi.


"Pulang saja by" ucap Laura lirih.


"Tapi aku khawatir baby..ke rumah sakit saja ya hm..?"


"No by..pulang saja" kekeh Laura ingin pulang.


Rey kalah dia tak bisa memaksa Laura lagi..dia tau Istri nya itu benci dengan bau rumah sakit.. baiklah mereka memutuskan untuk kembali ke rumah saja.


"Baiklah tapi kau harus di infus di rumah ya..jangan membantah"


"Iya by"


"Bagus.. tidurlah..jika sudah sampai nanti ku bangunkan"


"Hm"


Laura memejamkan matanya lagi..matanya berat dia ingin tidur..dia nyaman di pelukan Rey..tak ingin jauh-jauh.

__ADS_1


Rey menghubungi Erick untuk menyiapkan perawat untuk memberikan infus pada Laura jika sudah sampai nanti..dia ingin Laura cepat sembuh..rasanya seperti ada yang kurang jika istri kecilnya seperti ini.


__ADS_2