
Gia telah sampai di markas kematian..dia turun setelah melihat Gian pergi untuk menjemput Genie..Gia masuk kedalam dan mulai bersiap.
"Persiapkan segalanya aku akan mengakhiri dua perempuan itu hari ini"
"Baik nona"
"Ah satu lagi bawa Tiger kesini aku membutuhkan nya"
"Siap nona laksanakan"
Gia berganti pada..dia menggunakan pakaian serba hitam untuk mengeksekusi korbannya..setelah semuanya siap Gia segera menuju ruangan tahanan untuk melihat ekspresi dua perempuan itu.
"Wah..wah..wah... sepertinya kalain sangat menikmati waktu ya.. baiklah aku tak akan mengganggu waktu kalian..berbincang lah selagi masih bisa karena setelah ini kalian tidak akan bisa berbincang lagi"
"Sialan kau.. lepaskannnn akuuuui"
"Melepaskan mu..apa alasan terbaik untuk melepaskan mu..katakan..?"
"Lepaskan aku..maafkan aku..aku khilaf..aku..aku...-"
Sebelum Alice menyelesaikan ucapannya Gia sudah memotongnya lebih dulu..dia tak ingin mendengar berbagai macam alasan basi.
"Jangan brisik nona Alice..bersiaplah untuk akhir hidup mu"
"Tolong maafkan aku..ampuni aku..aku..aku akan melakukan apapun yang kau mau asalkan kau mau melepaskan ku.. tolonglah" pinta Alice masih memelas.
Gia tak menjawab dia hanya menatap datar dia wanita itu..sudah mau mati baru minta maaf..lagu lama..dia sudah bosan mendengarnya..sudah sering dia memberi pelajaran pada orang seperti itu tapi kenapa masih saja ada yang tertinggal.
Tanpa basa basi lagi Gia mengambil pencabut paku yang ada di atas meja..Gia akan memberikan pelajaran pada kedua perempuan itu..dia sudah muak mendengar mukut kotornya yang selalu berubah-ubah.
"Bawa perempuan itu kesini yang memakai baju ungu "
"Baiak nona"
Anak buah Gio membawa Alice ke hadapan gia.mereka memegang kedua tangan Alice dan di jukurkan ke hadapan Gia..Gia tersenyum melihat wajah pias Alice.
"Tanganmu sepertinya sudah banyak dosa nona Alice..tanganmu sudah tidak bisa di biarkan lagi karena bisa semakin meresahkan nantinya"
Gia tersenyum sangat menakutkan di hadapan Alice..Alice gemetar ketakutan..dia sepertinya sudah tidak memiliki harapan untuk bisa lepas dari sana.
"Mau apa kau..lepaskan aku arghhhhhh..lepaskan aku wanita sialan" teriaknya.
Gia twrtawa..dia akhirnya melihat wajah asli Alice..begini kan lebih enak daripada menjadi orang lain yang harus rela menjilat ludahnya sendiri.
"Wah.. sepertinya wajah aslimu lebih menantang nona Alice.. bagaimana kalau kita bertarung..siapa yang bisa mengalahkan kesayangan ku maka akan ku lepaskan.. bagaimana..?"
"Baik..itu tidak masalah..asal kau melepaskan aku dari sini"
"Tentu saja akan aku lepaskan..jika kau bisa mengalahkannya"
__ADS_1
Gia menunjuk Tiger yang baru datang..Alice melihat arah jari Gia dan terkejut melihat seekor macan tengah menatapnya lapar.
Macan itu mendekati Gia dan mendusel di kaki Gia..Gia berjongkok dan mengelus kepala Tiger..Alice menelan ludah nya dengan susah payah..bisakah dia melawan macan itu.
"Sialan..aku kira hanya anjing tapi ini macan..eh sepertinya macan itu sudah jinak.. baiklah aku pasti bisa..aku harus keluar dulu dari sini agar bisa membalas perbuatan Gia" batin Alice percaya diri.
"Bagaimana nona Alice.. sanggupkah..?"
"Tentu saja aku sanggup"
"Baiklah..bawa perempuan ini ke kandang Tiger dan juga perempuan itu untuk menonton aksi rekannya"
"Baik nona"
Anak buah Gio membawa Alice dan Ava menuju kandang Tiger..mereka memasukkan Alice kedalam kandang yang sedikit luas itu kemudian memasukkan Tiger kedalam sana.
Sementara Ava..dia hanya menonton kebodohan Alice..ke Napa dia bisa bekerjasama dengan wanita bodoh itu..tidak taukah bahwa dirinya akan menjadi santapan lezat untuk macan itu.
"Baiklah berikan dia balok kayu agar ada perlawanan"
"Baik nona"
Anak buah Gio memberikan balok kayu untuk menjadi senjata Alice..mereka menertawakan sikap ceroboh Alice..lihat saja bagaimana akhir darinya setelah ini.
"Mulai"
Tiger mendekati kaki Alice dan menggigitnya..dia menggigit dengan keras hingga kulit kaki Alice terlepas..Alice berteriak minta di keluarkan tapi semua orang hanya diam tak peduli.
"Arghhhhh.. sakittttt..lepaskan aku... arghhhh"
Tiger terus menggigit kaki Alice yang sudah tidak memiliki kuku lagi..Gia sudah mencabuti semua kuku jari tangan maipaun kaki.
"Arghhhhhhhh sialan..lepaskan akuuuuuu"
Alice terus berteriak..tak ada yang peduli..Ava juga melihatnya dengan tatapan ketakutan..dia ketakutan melihat bahwa kejamnya keturunan Wilson.
"Habiskan boy..free for you"
Tiger mengaum sambil menggigit bagian betis Alice dengan kuat.tiger merobek betis Alice dengan sekali gigitannya..Alice berteriak terus merasakan kakinya kesakitan.
Puas dengan kaki kini Tiger berpindah pada tangan Alice dan menggigitnya lagi hingga tangan itu putus..Alice semakin berteriak kesakitan..dia memohon ampun kepada Gia..Gia bodo amat inilah balasannya jika berani mengusik ketenangan keluarga Wilson.
"Inilah balasannya jika kau berani mengganggu kami..kami tidak pernah mengganggu kalian tapi kalian selalu datang dan berusaha mengusik kami..nikmatilah saat-saat terakhir mu nona Alice"
Gia puas melihat kerja keras Tiger..dia senang kesayangannya mendapatkan hadiah besar..Gia menatap Ava dengan tatapan sulit di artikan..Ava ketakutan dengan tatapan Gia..apakah ini gilirannya.
"Tenang saja nona Ava waktumu besok.. nikmatilah pertunjukan di depan matamu..besok balasanmu lebih menyakitkan di bandingkan nona Alice"
"Sialan kau..lepaskan aku cepat.. arghhhhh"
__ADS_1
"Simpan tenagamu untuk besok nona..bereskan sisanya..sisakan untuk Wolfy dan Coco"
"Baik nona"
Gia pergi setelah melihat Alice tak bernyawa lagi..dia puas melihat penderitaan korbannya..inilah balasannya jika berani mengganggu Keluarga Wilson..berani berbuat berani bertanggung jawab.
Skip>>>>>>>>>>
"Anda siapa..?"
"Ah maaf perkenalkan saya Rafael"
"Lalu..?"
"Em..saya hanya ingin berkenalan dengan anda nona"
"Tidak tertarik..permisi"
"Eh tunggu"
"Apa lagi"
"Bolehkah saya antar ke rumah anda..?"
"Tidak"
"Ayolah nona"
Gia semakin kesal dengan sikap pria yang ada di hadapannya..tadi setelah dari markas Gia di antar anak buah Gio ke minimarket yang ada di dekat situ..dia menunggu Gian di sana sambil beristirahat sebentar.
Dibsaat dia sedang menunggu tiba-tiba dia di datangi seorang pria dan langsung duduk di depannya..Gia terkejut tapi hanya menatap datar pria itu.
Pria itu sepertinya mengenalnya tapi dia tidak mengenal pria itu..dia tak suka jika ada yang sok akrab dengannya seperti ini..lebih baik dia berkelahi saja daripada melihat orang sok kenal dengannya.
"Maaf jemputan saya sudah datang"
"Oh baiklah..bolehkah kita bertemu lagi lain kali..?"
Gia menatap pria itu dengan tatapan tajamnya..dia tak suka dengan modus pria itu..tidak akan Sudi dia bertemu lagi..toh sudah ada El yang secara perlahan mengisi hati nya.
Ngomong-ngomong soal El ah dia jadi merindukan pria itu..kenapa tidak ada kabar ya seharian..hanya tadi dia sempat mengirim pesan singkat dan bertanya sudah makan atau belum..dia jadi merindukan El.
"Tidak"
Setelah itu Gia masuk ke mobil dan mobil melesat meninggalkan minimarket itu.
Pria itu tersenyum bahagia..dia bisa bertemu pujaannya dan sedikit mengobrol..dia suka sikap Gia yang jutek..jadi tidak sabar untuk bertemu lagi.
"Akan ku buat kau bertekuk lutut di hadapan ku Gia..aku tidak menerima penolakan"
__ADS_1