PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 32_Noda Lipstik


__ADS_3

Tuan Jonathan dan istrinya beserta tuan Wilson dan istrinya kini tengh duduk santai di ruang tamu.. kedatangan tuan Jonathan dan istrinya adalah untuk memberitahukan kabar bahagia mengenai Laura atau Lauren.


"Begini Wil.. sebenarnya maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk menyampaikan berita bahagia kami" jelas tuan Jonathan memulai percakapan.


"Katakanlah Jo..kami siap mendengarkan"


"Lauren putri kqmi sudah di temukan"


Mama Rey terkejut bukan main mendengar kabar itu karena setaunya anak tuan Jonathan itu sudah lama menghilang tapi tiba-tiba sudah di temukan..aneh sekali.


"Kau jangan bercanda Jo..bisa saja yang datang padamu itu hanya mengaku-ngaku saja" celetukama Rey.


"Tidak jeng kami sudah membuktikannya sendiri melalui tes DNA dan hasilnya 99,99 persen cocok" sahut Mariana memperjelas.


Sedangkan tuan Wilson hanya diam dia sudah tau mengenai kabar ini.


"Astaga..aku ikut bahagia jeng..dimana kenapa tidak ikut jeng"


"Sebelumnya mohon maaf karena kami sudah lancang dan terimakasih sudah menjaga putri kami..Laura adalah Lauren putri kami yang hilang dulu jeng"


Mama Rey benar-benar syok sekarang..apakah Laura adalah Lauren anak sahabat suaminya..benarkah ini..astaga.


"Ini jeng bukti tes nya jeng lihat sendiri saja ".


Mama Rey melihat hasil tesnya dan benar seperti yang Mariana katakan cocok hampir 100 persen.


"Laura.. Lauren.. menantuku..benarkah..ya tuhan"


Sementara Laura..setelah memutuskan panggilan telefon nya dia menuju kamar mandi dan membersihkan diri karena merasa gerah juga lengket akibat keringat.


Setelah selesai Laura turun ke bawah menemui mertuanya..ketika sampai di bawah Laura di sambut pelukan hangat dari nyonya Mariana dengan tiba-tiba.


"Putriku..hiks..sayangnya momy..hiks"


"Nyonya maaf Laura sesak"


"Ah iya maaf..maafkan momy nak"


"Maaf maksud nya apa ya nyonya..Laura tidak tau"

__ADS_1


"Laura sayang sini momy jelaskan" panggil mama Rey menuntun Laura untuk duduk.


"Ada apa sebenarnya Mom"


"Begini sayang.............."


Mama Rey menjelaskan dari dia hilang sampai bertahun-tahun lamanya tuan Jonathan dan istrinya mencari keberadaan nya hingga pertemuan pertama mereka dengan nya di kediaman Wilson yang membuat hati mereka tak tenang memikirkan kemiripan nya dengan snag istri tuan Jonathan..hingga mereka memutuskan untuk diam-diam melakukan tes DNA demi menjawab keresahan serta penasaran di hati mereka.


"Jadi begitu sayang..apa Laura sudah paham..?"


"Hiks..ja..jadi..Laura..anak nyonya dan tuan itu mom"


"Iya sayang..apa kau senang bertemu orang tua kandung mu "


"Hiks..hiks..Laura..Laura tidak tau mom hiks"


Tuan Jonathan dan istrinya yang melihat Laura seperti itu benar-benar sakit hati nya.. bagaimana bisa mereka tidak menyadari bahwa anaknya selama ini berada di dekatnya.


Laura di tinggalkan mama Rey dan papa Rey bersama tuan Jonathan dan istrinya agar mereka lebih dekat lagi.


"Laura..apa kamu tidak mau memeluk momy nak..?"


"M..Maaf Nyonya..Laura masih canggung.."


"Sayang jangan panggil Nyonya ya..panggil momy..momy mohon nak"


"Baiklah m..mo..momy"


Skip..........


Rey pulang dari kantor karena dia begitu rindu dengan istrinya...saat Rey akan melangkah menuju pintu dan hendak membukanya tiba-tiba saja pintu lebih duku di buka dan muncullah seorang wanita cantik dengan pakaian yang masih belum selesai di jahit menghampiri Rey dan memeluknya erat.


Rey terkejut kemudian dia lepaskan pelukan itu dengan kasar..beraninya perempuan murahan itu memeluknya.


"Apa-apaan kau..berani sekali kau memelukku hah" sentak Rey dengan wajah memerah menahan marah.


"Rey kau tak ingat siapa aku.." tanya wanita itu.


"Siapa kau..aku tak kenal siapa kau"

__ADS_1


"Rey kita pernah bertemu di sebuah acara jamuan makan malam bersama waktu di London apa kau tak mengingatnya..waktu itu kau menabrak ku dan menumpahkan minumanmu di gaunku "


"Cih..aku tidak mengenalmu karena kurasa kau tidak layak untuk ku ingat dalam memori ku..pergi dari sini"


"Rey..aku merindukanmu..jangan seperti ini Rey waktu itu kau begitu lembut padaku tapi kenapa sekarang kau kasar sekali"


"Erick....."


"Ya tuan..ada yang bisa saya bantu"


"Urus perempuan ja*ang ini..jangan sampai aku melihat wajahnya lagi"


"Siap tuan"


Rey pergi keluar tanpa Rey sadari ada noda bekas lipstik di leher Rey..dia tak menyadari sama sekali..apa yang akan terjadi nanti ya.


Rey sampai di rumah sudah petang..dia mencari Laura..dia merindukan istrinya..Rey memanggil Laura.


"Laura..baby..kamu dimana sayang"


"Hubby"


"Sayang..aku rindu"


Rey memeluk Laura tapi tak berapa lama Laura melepas pelukannya karena mencium bau parfum wanita serta melihat noda lipstik di leher Rey.


Laura begitu sakit..Laura menjauh dari Rey..dia mundur perlahan..matanya berkaca-kaca tak bisa membendung air matanya terlalu lama..dia menangis.


"Baby..kau kenapa.."


"Stop.. berhenti jangan sentuh Laura by..hiks"


Teriakan Laura terdengar oleh sang momy dan dady Rey..mereka turun dan menghampiri Laura yang tengah menangis.


"Sayang ada apa..Laura kenapa nak "


"Mom.. Rey..Rey hiks..jahat"


"Jelasin sama momy sayang..ayo kita ke kamar tenang ya sayang"

__ADS_1


__ADS_2