
Tak terasa waktu berlalu begitu saja..usia kandungan Laura sudah memasuki Minggu ke 10..Rey semakin posesif dan protektif terhadap Laura.
"Baby..aku berangkat dulu ya..ingat jangan nakal"
"Iya by..udah berapa kali kamu ngomong kaya gitu..lagian di rumah juga ada momy sama Dady"
"Baiklah..aku pergi ya bye.....anak Dady baik-baik ya di sini jangan nakal juga Dady berangkat kerja dulu cup" Rey mencium perut Laura yang masih rata namun bisa terasa sedikit gundukan.
"Astaga Rey mau sampai kapan drama seperti itu..telat loh" goda papa Rey yang geli melihat tingkah anaknya.
"Apa sih dad..iri bilang aja"
"Ishhh..sudah snqa berangkat "
"Iya iya iya..aku berangkat ya semuanya bye"
"Hati-hati"
Rey berangkat menuju kantor yang ada di negara A..Rey belum punya asisten ataupun sekretaris tapi sang Dady sudah memiliki orang kepercayaan untuk dijadikan sebagai asisten sekaligus sekertaris.
Namanya Erick..pemuda berusia 28tahun itu adalah orang kepercayaan tuan Wilson yang bertugas mengurus pekerjaan di negara A ini..Rey begitu senang karena bukan perempuan yang jadi asisten ataupun sekretaris nya..kalau perempuan bisa habis jatah si Jono.
"Selamat pagi tuan..selamat datang" ucap Erick menyambut kedatangan Rey.
"Pagi Rick..apa jadwalku hari ini..?"
"Ada rapat dwngan klien penting dari luar negeri tuan..tepatnya 1 jam dari Sekarang"
"Baiklah kau aturkan saja..mana dokumen pembahasan nya"
"Ini tuan..anda hqnya tinggal menyimak saja..apakah ada kesalahan atau tidak"
"Good job.. thanks Rick.."
"Sama-sama tuan.. permisi kalau begitu"
"Ya"
Baru saja di tinggal sebentar oleh Rey Laura sudah rindu..dia menangis sesenggukan di kamar.. benar-benar hormon kehamilan memang membuatnya gampang melow.
__ADS_1
"Hubby Laura kangen hiks.."
"Kenapa Laura jadi cengeng sih..nanti anak Laura ikutan cengeng lagi"
"Sayang maafin momy ya..momy kangen sama day jafi momy nangis tadi..maaf ya nak"
Lelah menangis Laura tertidur di ranjangnya..dia sudah seperti kebo makan tidur terus tidak ada kegiatan lain.
Di ruang tamu mama dan papa Rey masih berbincang-bincang.. tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara ketukan..mama rwy segera bangkit dan membuka pintu itu..dia kaget karena tiba-tiba tuan Jonathan dan juga istrinya ada di sini.
"Tuan Jonathan..jeng Mari..masuk masuk"
"Terimakasih"
Tuan Wilson yang masih di sana penasaran akhirnya dia bangkit dan melihat sahabatnya sudah sampai...dia tersenyum dan memeluk sang sahabat.
"Bagaimana kabarmu brengsek.." tanya tuan Wilson pada Jonathan.
"Aku masih sama Wil..kau bagaimana..?"
"Sama saja..ayo duduk"
"Kalian istirahat saja..biar saya yang buatkan teh untuk tamu saya"
"Tapi nyonya..-"
"Sudah tidak apa-apa..kalian pasti lelah setelah bekerja seharian.. istirahat lah"
"Baik nyonya..permisi"
Mama Rey tersenyum pada maidnya..meskipun status mereka berbeda namun mama Rey tak ambil pusing maid juga manusia butuh istirahat..sesekali mereka butuh suasana baru dan waktu luang juga.
Mama Rey sudah selesai membuat teh nya.. dia kembali ke ruang tamu dengan teh di nampan yang dia bawa.
"Ayo tehnya di minum"
"Terimakasih jeng..kenap repot-repot kan ada maid jeng"
"Maid juga butuh istirahat..biarkan mereka pasti lelah"
__ADS_1
"Benar..kalian memang baik"
"Sudah sudah..silahkan di minum tehnya"
"Mari"
Di dalam kamar Laura sudah bangun dia melihat jam sudah pukul 11 siang pasti sebentar lagi suaminya istirahat..dia menunggu telefon dari Rey..Laura sebenarnya sudah di ajarkan cara menggunakan ponsel dan telefon tapi dia masih takut..katanya nanti rusak Laura nggak punya uang buat benerin..ya maklum Laura nggak pernah pegang benda elektronik.
Telepon berbunyi Laura menggeser tombol hijau yang ada di layar..seketika telepon tersambung.
"Hallo by..".
"Kau sedang apa baby"
"Laura habis tidur siang by..tadi Laura tiba-tiba ngantuk jadi merem sebentar eh taunya udah siang"
"Ya nggak apa-apa sayang..udah makan belum..?"
"Udah by..Laura kekenyangan jadi ngantuk nanti badan Laura kaya kebo lagi"
"Nggak papa kamu nomor satu di hatiku tau nggak..?"
"Gombal ish.."
"Siapa yang gombal sayang..aku serius..kamu adalah yang paling utama buatku..dan segalanya"
Laura tersipu mendengar gombalan Rey..sungguh suaminya begitu manis.
"Awas mukanya merah tuh"
"Hubby..apaan sih"
"Hahahaha..sudah sudah..makan dulu sana kasian anak kita nanti kelaparan"
"Iya by..hubby makan juga ya"
"Tentu sayang..ya sudah bye.. love you"
"Love you too hubby"
__ADS_1