PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 163_Bermain Sebentar


__ADS_3

Seminggu sudah mereka di villa..hari ini mereka memutuskan untuk kembali ke rumah..Laura juga sudah bisa jalan walau secara perlahan.


Mereka dalam perjalanan menuju rumah..Erick dan Nila menuju rumahnya sendiri..Willy dan Vallery menuju apartemen..Daddy Jo dan mommy Mari menuju kediaman Richard..Daddy Will dan mama Rey menuju rumah utama Keluarga Wilson.


Rey dan Laura menuju rumahnya sendiri..anak- sudah tidur..mereka kelelahan karena sepanjang jalan pulang mereka tak lelah mengoceh dan bermain.


"Ayo baby pelan-pelan"


"Terimakasih by"


Laura turun perlahan.. anak-anak sudah di bawa ke kamar masing-masing beserta susternya..Rey membantu Laura masuk kedalam..mereka menuju kamar..Rey tak mau ambil resiko sekecil apapun.


Rey menggendong Laura menuju kamarnya..mereka menaiki tangga..Rey tak mau lewat lift.


"Istirahatlah..aku mandi dulu ya..?"


"Laura juga mau mandi by..gerah".


"No..kau belum boleh mandi sampai kakimu benar-benar pulih"


"Ishhh mana ada seperti itu..kaki Laura yang sakit bukan badan Laura by..jangan aneh-aneh deh kalau ngarang cerita"


"Hahaha..sudah kau lap saja..aku tak mau kakimu sakit lagi..mengerti baby..?"


"Huhh.. baiklah"


Rey tersenyum..dia suka Laura menurut.. menggemaskan menurut nya.


"Tunggu aku selesai baru ku siapkan semua nya"


"Iya hubby"


Rey menuju kamar mandi..dia mandi..lelah..gerah..dia ingin terlihat lebih fresh tidak sekucel tadi.


Laura dengan setia menunggu Rey selesai..ingin sekali dia berjalan tapi dia tak mau membantah perintah Rey dan mengakibatkan sesuatu yang buruk.


"Sabar Laura..jangan nekat..nanti hubby marah..ini demi kebaikan mu juga"


Laura bermain ponsel karena bosan..dia bermain game untuk menghilangkan bosannya..serius sekali hingga tak menyadari kehadiran Rey.


Rey selesai dengan urusan mandinya..dia keluar dan melihat Laura tengah bermain ponsel dan begitu serius sekali.


"Ekhem..serius sekali baby..?"


Laura mendongak..dia terkejut ketika melihat Rey sudah ada di depannya..kapan suaminya selesai..kenapa dia tak tau..apa dia terlalu fokus pada game ya.


"Astaga...kapan hubby selesainya..?"


"10 menit yang lalu..kau asik dengan ponselmu hingga tak menyadari kehadiran ku"


"Benarkah..hehe maaf Laura terlalu fokus"


Rey hanya menggeleng kepala melihat tingkah menggemaskan Laura..dia tak melarang Laura berbuat apapun asalkan masih bisa di toleransi.


"Sudah ayo aku Lap tubuhmu dulu..katanya gerah..?"


"Tapi..apa hubby tidak apa-apa melihat tubuh Laura..?"


"Tidak apa-apa..ayo"


Akhirnya Laura mengalah.. sebenarnya dia tak tega..tapi mau bagaimana lagi..dia belum cukup mampu melayani suaminya.


Rey menyeka tubuh Laura..secara perlahan..dia juga merutuki Jono yang bisa-bisanya bangun di saat yang tak tepat..jangan cari masalah Jon.

__ADS_1


"Hubby..apa kau tak apa-apa..?"


"Hm..tidak baby..abaikan saja"


Laura tak tega..dia memegang Jono..Rey terkejut tapi kemudian dia merem melek..Laura mengelus Jono dengan perlahan.. Laura tak tega melihat Rey menahan sesuatu yang membuatnya sakit kepala.


"Lakukanlah by..pelan saja Laura tak apa-apa"


Rey mendelik..mana mungkin dia menuruti kemauan Laura..dia masih bisa menahannya..biarlah sabun menjadi jalan pintasnya sementara.


"Tidak..sudah jangan macam-macam nanti kau tambah sakit"


"Tidak by..Laura serius..lakukan asalkan hubby pelan-pelan saja"


"Baby sudahlah..aku bisa menahannya"


"Hubby tidak mau menghargai usaha Laura..ya sudahlah"


"Astaga..baby bukan begitu tap...-"


"Apa by..Sudahlah Laura mau istirahat.."


Rey salah tingkah..jika dia melakukannya maka dia bodoh tapi jika tidak maka dia akan membuat Laura sedih dan merasa tidak berguna.. bagaimana pemirsah.


"Baby..jangan marah ya.. baiklah aku akan melakukannya pelan-pelan"


Laura menatap Rey..dia senang Rey menghargai usaha nya..dia jadi merasa berguna.


"Benarkah..?"


"Iya sayang..tapi jangan marah lagi ya..?"


"Iya by"


Skip.....


Anak buah Rey meringkus tuan William dan istrinya..mereka di tahan di markas kematian..Rey ingin bermain sebentar dengan mereka.


"Lepaskan kami Brengsek..kalian tidak tau siapa kami hah.. lepaskannnn"


"Diamlah pak tua..tunggu akhir dari hidupmu saja..jangan banyak omong" ucap pengawal Rey.


"Sial..siapa yang berani melakukan hal bodoh ini..katakan brengsek"


Anak buah Rey tak peduli..mereka bermain kartu di sana di temani Leon..Leon menatap tahanan bosnya.. dia menelisik dari atas sampai bawah.. bau-bau makanan gratis.


Tuan William ketakutan ketika di dekati seekor binatang buas..dia tak berani berulah..dia diam..istrinya juga diam..mereka tak mau di jadikan makanan untuk hewan buas itu.


Anak buah Rey menghubungi Rey..mereka mengatakan bahwa target sudah di tempat..Rey mengatakan tunggu besok baru dia akan melakukan eksekusi..sekarang biarkan Leon bermain sebentar.


"Leon bermainlah..daddymu sudah memberi perintah..jangan di makan dulu kau paham boy..?" ucap anak buah Rey pada Leon.


Leon seakan tau apa yang harus dia lakukan..dia bermain dengan tahanan Rey..bermain sebentar asal tidak memakannya.


Skip.....


"Sayang kau dimana..?"


"Ada apa yank..aku di kamar mandi"


"Oh baiklah..cepat ya aku mau mengatakan sesuatu"


"Ya..tunggu dulu"

__ADS_1


Erick menunggu Nila selesai..dia duduk di sofa kamarnya.. anak-anak sudah aman bersama para suster..dia kabur dan ingin bermesraan dengan istri nya.


Nila selesai..dia keluar dengan menggunakan bathrobe saja..dia penasaran dengan Erick..ada apa kenapa sampai serius sekali.


"Ada apa yank..?


"Merem dulu"


"Ishhh baiklah"


"Jangan ngintip"


"Tidak"


Erick menyiapkan hadiah untuk Nila..dia tak sabar memakaikan benda itu pada Nila'?"..


"Sudah belum yank..?"


"Sebentar yank"


"Lama ih"


"Sabar"


Erick selesai dengan kejutannya..dia menyuruh Nila membuka matanya dan melihat sesuatu berkilau di tangannya.


"Yank..ini..g..gelang..Mak..sudnya..?"


"Ini gelang khusus buat kamu dariku..happy anniversary yang ke tiga sayang"


"Makasih yank..kamu terbaik"


"Itulah istimewanya suamimu".


Nila memutar matanya jengah.. suaminya jika di puji pasti akan menyombongkan diri.. dia sudah bosan..dia memilih berbaring saja.


Erick ikut berbaring di sebelah Nila..dia juga lelah..dia ingin tidur.. perjalanan cukup menguras tenaganya.


"Yank pegal-pegal tidak..?"


"Tidak"


"Capek tidak..?"


"Tidak"


"Mau makan sesuatu tidak"


"Tidak yank..sudah diamlah"


"Ishhh kan aku hanya perhatian padamu yank.."


"Iya terimakasih sudah perhatian..sekarang tidurlah"


"Peluk dulu yank"


"Ishhh baiklah"


"Nah gitu dong..love you istriku"


"Love you too suamiku"


Mereka terlelap karena lelah..Erick memeluk Nila dengan hangat..dia menikmati waktunya bersama keluarga.

__ADS_1


__ADS_2