
Lompat beberapa bulan kemudian ya gaes......
Laura dan Nila saat ini tengah ebrada di ruang bersalin..ya tadi pagi Laura dan Nila sedang asik menoel-noel pipi gembul Grace dan Nicole.
Laura dan Nila tak membiarkan kedua bayi itu tertidur..mereka terus mengganggu hingga di tegur oleh para Kanjeng-kanjeng.
Alhasil layar dan Nila hanya bisa duduk diam di sofa..bosan dengan kediaman mereka..layar dan Nila akhirnya memilih ke taman belakang..mereka ingin mencari kegiatan.
Usia kandungan mereka juga sudah memasuki bulan lahirnya hanya menunggu Minggu depan saja kata dokter yang menangani mereka secara khusus.
Laura dan Nila memetik bunga-bunga yang ada di taman..tanpa mereka sadari ternyata air ketuban mereka sudah pecah..Laura merasakan sesuatu di bawah sana basah dan mengalir..Laura melirik ke bawah dan menemukan bajunya sudah basah.
"Nila seprtinya Kaka mau lahiran..kau Bagaimana..?"
"Aku.. sebentar aku lihat dulu"
Nila melihat bagian bawahnya..basah juga.. seperti nya mereka berdua mau melahirkan di hari yang sama..anak mereka benar-benar sohib.
"Ayo ka masuk..kita cari para suami dulu.."
"Iya ayo"
Laura dan Nila dengan santainya berjalan seolah-olah tidak terjadi apapun..bahkan Laura masih sempat ngemil sebentar..dia jadi lapar.. Nila juga sama dia bahkan sempat membuat jus dulu karena haus.
"Hubby mana sih..ko nggak ketemu ya..?"
"Iya Erick juga nggak ada.. mereka keman ya..?"
Mereka mencari lagi dan ketemu..Rey dan Erick tengah berada di ruang kerja Rey..Laura dan Nila masuk kemudian mereka duduk..lelah jalan naik turun tangga.
"Loh kalian kenapa naik ke atas..bahaya" tegur Rey yang melihat istrinya ngos-ngosan.
"By ayo ke rumah sakit..Laura mau lahiran..ketubannya udah pecah tadi" ucap Laura tanpa bersalah.
Rey menganga mendengar penuturan Laura..apa dia bilang ketubannya sudah pecah dan dia masih bisa duduk santai bahkan naik turun tangga..astaga apakah dia masih waras.
"Yank aku juga..tadi ketubannya pecah terus bajuku jadi basah..ayo ke rumah sakit..aku udah nggak sabar lihat baby"
Erick juga sama seperti Rey..dia sungguh tak percaya dengan pendengaran nya..istrinya sudah pecah ketuban tapi dia masih santai melaporkan bajunya basah..astaga gila benar-benar gila.
Rey dan Erick tanpa aba-aba menggendong istri masing-masing..mereka khawatir anak mereka kenapa-kenapa.
Sampailah mereka di bawah..Rey berteriak memanggil seluruh penghuni rumah..mereka keluar semua..mereka melihat Rey dan Erick menggendong para istri masing-masing.
"Ada apa Rey..kenapa berteriak..?" tanya mama Rey.
__ADS_1
"Laura mau melahirkan mom..ketubannya sudah pecah tapi menantu mommy ini masih santai berjalan menaiki tangga huhh sungguh aku pusing"
"Apaaaaa...astaga cepat bawa ke rumah sakit Rey"
Sementara Laura hanya bisa melihat kepanikan keluaga besarnya.. sebenarnya yang mau melahirkan itu siapa sih..dia atau para penghuni rumah.
Rey dan Erick membawa para istri nya ke rumah sakit..sampailah mereka di rumah sakit..Rey masuk ke rumah bersalin dan menemani Laura di dalam sana.
Erick juga sama..dia menemani Nila di dalam dan membantu sang istri melahirkan.
Sungguh momen langka..di saat para perempuan kesakitan sewaktu akan melahirkan Laura dan Nila justru santai saja.. mereka baru merasakan sakit sewaktu sang bayi mendesak ingin keluar.
Tak berapa lama kemudian Nila telah melahirkan anak ketiganya.. laki-laki dan sangat tampan..persis seperti Sean..anak itu di beri nama Rico Grahame.
Laura juga melahirkan bayi perempuan dan sangat cantik seperti Gia..cantik sekali dia bahkan terpesona dengan mata indah anaknya..bayi perempuan itu di beri nama..Genie Arletta Wilson.
Rey dan keluarga besarnya mendapat nikmat dan anggota keluarga baru..mereka senang..rumah jadi semakin ramai.
"Adik Io..cantik..cepelti mommy dan Gia" ucap Gio yang masih setia menatap adiknya.
"Genie adik Gia..cantik cepelti mommy..cepet gede ya adik bayi..ka Gia mau main cama kamu"
Gian tak mengucapkan kata-kata dia menciumi wajah adiknya..dia gemas ingin sekali menjiwel nya tapi pasti nanti kedua kakaknya akan menjitak kepalanya.
Skip..........
Suasana di kediaman Rey pagi ini penuh drama tangisan..sudah biasa hal begini terjadi di setiap paginya..mereka hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah keempat anaknya.
"Mommy punya Gio..sana jauh-jauh"
"Kaka..Genie juga anak mommy..Kaka sudah besar Kaka yang minggir"
"No.. kamu sama Daddy saja sana"
"Nggak mau..Genie mau sama mommy hiks.."
"Cengeng..huuuuu"
Genie semakin menangis..dia selalu saja menjadi bahan ledekan oleh ketiga kakaknya.. sebenarnya Gian tidak terlalu dia hanya ikut-ikutan saja.
"Ka sudahlah jangan menggoda nya terus.. kasihan adiknya Kaka.. sini peluk" ucap Gia yang baru turun dari atas.
Genie berlari mendekati Kaka perempuan nya..dia paling manja dengan Gia..dia selalu di sayang bahkan di prioritaskan oleh kakak perempuannya.
"Sudah jangan nangis lagi..mommy kan punya kita semua"
__ADS_1
Rey datang dan menggeleng kan kepalanya..sudah biasa drama di pagi hari seperti ini.
"Gio jangan menggoda adikmu terus kenapa boy..kasihan" tegur Rey.
Gio bodo amat..dia masih asik bergelayut manja pada Laura..Laura tak ikut campur dia diam sjaa menikmati drama itu..Rey hanya bisa menghela nafas panjang.. selalu saja jatah paginya di ambil oleh bocah itu.
Skip.......
Setelah anak-anak nya berangkat ke sekolah masing-masing..Laura hanya bisa berdiam diri..dia memilih berkebun saja daripada mati bosan.
"Mommy Laura kangen sama mommy..apa mommy bahagia di sana..?" batin Laura ketika merindukan sosok mama Rey.
Ya mama Rey telah meninggal karena sakit jantung..mama Rey meninggal dua tahun lalu..semua sedih dengan kabar duka itu.
Daddy Will hanya bisa mengenang sang istri melalui foto dan juga video yang dia simpan..selama pengobatan Daddy Will selalu mengabadikan momen itu..dia tak mau tertinggal satu momenpun.
Rey juga sedih atas kepergian sang mama..dia tak boleh sedih berkepanjangan..dia masih punya keluarga yang menyayanginya.
Laura..dia sempat kehilangan naffsu makannya..dia tak ada selera untuk makan sampai anaknya Gian mengingatkan nya bahwa hidup harus terus berjalan..yang bernyawa pasti akan pergi.
Laura sadar dia tak boleh sedih berkepanjangan..dia masih memiliki anak-anak yang begitu butuh perhatian nya juga suami yang butuh dukungan nya.
Laura bangkit dari kesedihannya..dia mulai membuka lembaran baru..dia fokus pada anak-anak nya..masa depan mereka masih panjang..dia ingin selalu menemani keempat anaknya juga suami tercintanya.
Laura menjalani kehidupan nya dengan penuh cinta..dia memiliki suami yang begitu menyayanginya juga anak-anak yang begitu membuat harinya semakin berarti dan bermakna..akhir yang indah bagi kehidupan mereka.
Semua yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya kematian..kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berusaha yang terbaik.
\>\>\>\>\>Season 1 End<<<<<
*
*
*
Guys season satu udah end ya cerita Laura dan Rey sudah habis..di lanjutkan dengan kisahnya Gio dan si cantik Alana.
Nanti juga ada pemeran tambahan..Rey dan Laura beserta and the geng ada bagiannya sendiri cuma di selipkan aja soalnya cerita ini hanya fokus pada kisah percintaan Gio dan si cantik Alana..yang lain numpang lewat aja.
Babnya nggak terlalu panjang..nyampe mentok 200 othor tamatin kisah Gio dan Alana..jujur othor udah stuck nggak punya ide lagi buat nerusin kisahnya Rey dan Laura makannya othor lanjutkan aja ke kisahnya Gio dan Alana.
Judulnya masih sama Pura Pura Buta cuma kisahnya udah bukan Rey dan Laura lagi melainkan anak-anak mereka.
Yuk di simak siapa tau kalian ada saran silahkan komen di kolom komentar ya gaes..sekian dan terimakasih..
__ADS_1
πππ