PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 15_Perasaan Aneh


__ADS_3

pagi telah berganti malam kini tuan Wilson dan istrinya beserta Rey dan Laura sudah bersiap untuk menyambut tamu yang akan datang.


Sebenarnya Laura belum boleh turun dari ranjang karena dia harus bed rest setidaknya sampai kandungannya benar-benar kuat dan tak beresiko.


"Hubby siapa yang akan datang..kenapa kita di minta mom dan dad bersiap..?"


"Teman mom dan dad akan datang baby..mereka orang baik kok jangan takut"


"Asal ada kamu Laura tidak takut apapun hubby"


"Kau ini..aku semakin ingin memakanmu baby"


"Nanti Laura mati loh by kalau di makan"


"Hahaha..sudah ayo duduk nanti kau lelah "


Rey mengajak Laura duduk karena kondisi Laura tidak benar-benar fit dan kedua orangtuanya juga memaklumi jadi tak ada protes atau apapun itu.


Setengah jam kemudian tamu yang di tunggu akhirnya datang..tuan Wilson menyambut tamunya dengan oerasaan. bahagia karena sudah lama mereka tak bertemu.


"Hay tuan Jonathan Richard apa kabar kau..?"


"Hahaha kabar baik Wil.. bagaimana denganmu..?"


"Tentu saja baik jika tidak nanti siapa yang akan menjaga calon cucuku hahahaha"


"Wah..kau mau memiliki cucu..wah aku semakin iri padamu brengsek"


"Hahahha..sudah ayo masuk kalian sudah di tunggu semua orang..mari Nyonya Mariana"


"Terimakasih Wil".


Mereka masuk kedalam ruang makan di sana sudah ada mama Rey yang menunggu mereka..sedangkan Rey dan Laura masih di kamar karena tadi Laura mengeluhkan sakit kepala jadi mereka beristirahat sebentar.

__ADS_1


"Tuan Jonathan,nyonya Mariana selamat datang di keluarga kami"


"Terimakasih nyonya Wilson"


"Ayo silahkan duduk.."


"Terimakasih..oh ya mana menantu dan anakmu..aku tak sabar ingin bertemu"


"Haha.. sebentar aku panggilkan"


Mama Rey menuju lantai atas dan memanggil Rey berserta Laura..tak lama Rey dan Laura turun.


Ketika Rey dan Laura turun nyonya Mariana dan tuan Jonathan menatap ke arah Laura dengan tatapan sendu.


'Astaga..perasan aneh apa ini..kenapa sepertinya aku sangat mengenal gadis itu' batin nyonya Mariana.


'Gadis itu sangat mirip dengan istriku..apa hanya kebetulan saja ya..?' batin tuan Jonathan.


Laura menatap ke arah tuan Jonathan beserta istrinya dan tersenyum manis serta menganggukkan kepala tanda hormat.


"Selamat malam tuan dan nyonya Richard..senang bertemu anda " ucap Rey sopan menyapa.


"Ah iya sama-sama nak Rey dan.."


"Ah..Laura ini istri saya " Rey memperkenalkan Laura pada tamu orangtuanya.


"Oh..cantik sekali istrimu nak Rey.."


laurang di puji seperti itu hanya bisa diam dan tersenyum kikuk..Rey tersenyum dan membalas terimakasih pada tamu itu.


"Baiklah mari kita makan dulu sepertinya sudah semakin larut juga"


"Baiklah"

__ADS_1


Mereka makan dengan suasana hangat kadang Laura bertanya pada Rey makanan apa yang mereka makan kali ini karena rasanya aneh dan mereka yang ada di sana tertawa mendengar serta melihat mimik wajah Laura yang begitu lucu.


Akhirnya acara makan malam pun selesai dengan lancar..Laura ijin pamit ke kamar karena perutnya mulai tak enak..Rey membantu sang istri kembali ke kamarnya.


"Apakah menantu kalian tidak apa-apa Wil..?"tanya Jonathan pada sahabat nya Wilson.


"Kondisi tubuhnya sedikit lemah karena sedari kecil dia kurang beruntung Jon"


"Maksudnya..?"


"Dia di besarkan oleh orang tua angkatnya dan mengalami siksaan sejak kecil bahkan dia tidak pernah merasakan makanan enak yang dia tau hanya pekerjaan rumah dan makan seadanya..huh aku sungguh geram saat mengingat kembali tentang itu"


"Astaga..kasihan sekali nasibnya..masih muda sudah harus mengalami seperti itu.. bersabarlah dan tetap berikan dukungan serta kasih sayang padanya agar tak merasa tersisihkan" ucap Mariana.


"Terimakasih Ana.. bagaimana hasil pencarian putri kalian..apakah sudah ada hasilnya karena ini sudah lumayan lama "


"Hasilnya masih sama Wil..tidak ada jejak sama sekali huh..kalau mengingat kejadian naas itu dadaku sesak Wil..aku bersalah karena tak bisa menjaganya dengan baik"


Tuan Wilson mengerti akan kesedihan sahabat nya karena dia juga turut mencari keberadaan putri sahabatnya itu.


"Sabarlah semua akan indah pada waktunya..jika putri kalian masih hidup maka dia akan kembali pada kalian percayalah Tuhan itu tidak akan pernah mengecewakan orang baik seperti kalian"


"Terimakasih Wil.."


"Sudah lebih baik lanjutkan mengobrol di ruang tamu saja mari.."


"Baiklah"


Mereka menuju ruang tamu untuk melanjutkan ngobrol nya.


Sedangkan Rey tengh membantu Laura memijit pelan pinggang Laura..setelah itu kaki kemudian Rey mengecup perut Laura yang sudah terlihat membuncit.


"Sleep well baby.. sleep well my child..love you all"

__ADS_1


__ADS_2