
Alice mendatangi rumah El..dia tidak mau menyerah semudah itu..dia harus bisa memenangkan hati El apapun yang terjadi..dia tak rela jika perempuan lain lebih dulu mengisi hati El.
"Bibi apa El ada di rumah..?"
"Dia sedang pergi..ada apa Alice..?"
"Oh..pergi kemana bibi..Alice hanya rindu dengan El"
Mama El hanya tersenyum kecil menanggapi kata-kata Alice..dia sudah tau sifat perempuan itu seperti apa..sampai kapanpun tidak akan dia biarkan anaknya bersama Alice..dia tak Sudi.
"Kemarin dia bilang sih mau mengejar cintanya..bibi aja lagi menunggu kabar El"
"Hah..cintanya.. maksud nya apa bibi..?"
"El kemarin hilang sama bibi katanya dia udah menemukan wanita yang dia cari selama ini..bibi awalnya juga nggak nyangka kalau El ternyata udah punya calon sendiri..tapi bibi sangat bersyukur karena sebentar lagi bibi akan mempunyai menantu" ucap mama El sengaja di depan Alice.
Alice meradang mendengar kata-kata mama El..dia tak rela jika El harus di miliki wanita lain..dia harus menyingkirkan wanita itu.
"O..oh..semoga El bahagia dengan pilihannya sendiri.. ngomong-ngomong apa bibi tau siapa perempuan itu..?"
"Kalau nggak salah namnya Gia..namanya aja udah canti bagaimana orang nya ya.. benarkan Alice..?"
"Ha..ha..i..iya Bibi"
Alice tau siapa perempuan yang berani mengisi hati El..ternyata dia ya.. baiklah sepertinya dia harus segera melenyapkan perempuan itu.
Alice memilih pergi dari rumah El..dia tak mau mendengarkan perkataan mama El yang meninggikan wanita itu.. rasanya sakit sekali.
"Gia tunggu pembalasanku..kau akan ku pastikan mati di tangan ku.. sialannnnnn"
Alice melajukan mobilnya menuju suatu tempat..dia akan membuat rencana untuk melenyapkan Gia..dia akan turun tangan sendiri.
Skip>>>>>>>
"Giannnn" teriak Gia memanggil adik laki-laki nya.
Gia begitu marah dengan Gian..dia akan membalas perbuatan Gian padanya..dia tidak terima..sungguh dia tak tega melihat nya.
"Gia ada apa sih teriak-teriak..?" tanya Laura ketika baru masuk ke kamar Gia.
"Mommy..Gian rese mom"
"Iya kenapa..?"
"Lihat alat make up Gia..semuanya hancur..huhuhu huwaaaa"
"Astaga..kirain ada apa..sudah kan nanti bisa beli lagi sayang"
"Tapi Gia masih sayang sama alat make up ini..baru beli 3bulan yang lalu mom"
__ADS_1
"Ada apa sih ka brisik banget" ucap Gian yang baru datang dengan tangan memegang sandwich.
"Hey adik lucnut..ngapai ngancurin alat make up ku..?" sarkas Gia dengan raut wajah kesal.
Gian menyuapkan sandwich itu pada Gia..dia kemudian mengambil black card nya dan dia berikan pada Gia.
"Udah nggak usah marah-marah nanti cepet tua..ini pake kartu ku aja beli apapun sepuasnya..tenang aku temenin nanti sepulang kerja"
"Ekhem..beneran nih..nggak bercanda kan..?"
"Ngga lah..udah kenyang belum..?"
"Belum..masih ada lagi nggak sandwich nya..?"
"Masih banyak.. spesial for you"
"Oh my brother.. thanks for everything"
Laura hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya..dia senang anak-anaknya akrab antara satu dengan yang lain..jika menengok ke belakang dia tak bisa menyalahkan takdir karena itu adalah bagian dari jalan hidup yang harus dia jalani..semua ada jalannya masing-masing.
"Mom andai mommy melihat ini pasti mommy bahagia..tenanglah di sana mom..kami selalu menyayangimu meski kita sudah. berbeda alam" batin Laura tiba-tiba merindukan sosok mama Rey.
Skip>>>>>>>>>>
El berada di kantor Gia..dia ingin mengajak Gia jalan-jalan kalau bahasa gaulnya sih PDKT lah..dia masuk dan menuju ruangan dimana Gia berada.
"Semoga Gia mau nanti..huhhh be confidence El"
El saat ini sudah sampai di lantai dimana Gia berada..dia menuju ruangan Gia..sudah memasuki waktu makan siang..semoga Gia mau..dia tak mau di tolak.
Tok...tok..tok..
"Masuk"
Pintu terbuka dan terlihatlah Gia yang sedang serius mengerjakan pekerjaan nya..semakin El lihat semakin cantik pula Gia..dia tak bisa menyangkal pesona keturunan Wilson.
"Ekhem..nona Gia"
Gia menoleh ke asal suara..dia seperti mengenal suara itu..dia melihat El tengah menatapnya begitu intens.
"Loh tuan El..sejak kapan anda di sana..?"
"Baru saja..apa masih sibuk..?"
"Ouh..em.. sebentar lagi selesai..silahkan duduk tuan"
"Terimakasih"
El duduk di hadapan Gia..dia menatap wajah cantik Gia tanpa berkedip..dia semakin terpesona dengan kecantikan wanita di hadapannya.
__ADS_1
"Ada apa tuan El mendadak ke sini..apa saya lupa ada janji dengan anda ya..?"
"Oh tidak ada..saya hanya mampir.. kebetulan sudah jamnya makan siang..apakah nona mau menemani saya makan siang..?"
"Hah..jam makan siang..astaga saya sampai lupa"
"Haha..jadi bagaimana nona..apakah anda mau menemani saya makan siang..?"
Gia tamoak berpikir sejenak..bisa lah untuk memperbaiki mood nya..sekalian kan bisa belanja make up juga.
"Em baiklah..tapi tuan em..apa anda mau menemani saya membeli keperluan saya sebentar setelah makan siang..?"
"Boleh sekali nona..anda mau membeli apa..?"
"Alat make up saya juga sepatu saja tuan"
"Baiklah..mari maoan dulu nanti keburu jam makan siang habis"
"Baiklah mari tuan"
Mereka menuju lift setelah selesai membereskan sisa pekerjaan..El senang sekali bisa jalan berdua dengan Gia..dia jadi merasa seperti sepasang kekasih yang tengah berkencan.
"Kapan lagi bisa jalan berdua dengan Gia..thanks God "
Setelah sampai di depan gedung El dan Gia menaiki mobil El karena mobil Gia kebetulan sedang di service dan sudah di ambil 2 jam yang lalu oleh pihak bengkel.
Sampailah mereka di pusat perbelanjaan..El turun dan memutari mobil untuk membukakan pintu untuk Gia..Gia jadi tersipu mendapatkan perlakuan seperti itu dari El..dia belum pernah merasakan jatuh cinta..apakah seperti ini bisa di sebut jatuh cinta.
"Anda mau pesan apa tuan El...?"
"Apa saja selain udang"
"Anda alergi udang..?"
"Iya..kalau anda..?"
"Saya pecinta makanan..semua saya makan..tidak ada alergi terhadap berberapa makanan"
"Wah bagus kalau begitu..padahal saya juga ingin merasakan bagaimana rasanya makan udang tapi apalah daya saya tidak bisa"
"Sudah tidak apa-apa..lain kali saja setelah alergi anda sembuh"
"Nona Gia em jika di tempat umum begini panggil El saja..rasanya tidak enak di dengar jika kita begitu formal"
"Oh begitu kah.. baiklah anda juga panggil aja Gia juga jangan Anda saya lagi..setuju..?"
"Baiklah Gia"
Gia tersenyum..dia nyaman di dekat El..apakah ada sesuatu yang membuat nya nyaman dengan El..kenapa jika jauh dia sangat resah..pesona El memang tidak main-main.
__ADS_1