
Seminggu sebelum pernikahan..,.,.
Nila dan juga mama Rey beserta mama Laura sekarang berada di butik langganan mereka..niat mereka ke sama unyuk mencari gaun pengantin untuk Nila.
"Nila kau pilih beberapa gaun ya..momy tunggu di sini" ucal mama Rey sambil duduk.
Sementara mama Laura dia menemani Nila mencari gaun pengantin..dia tau pasti gadis ini tidak enakan.
"Ayo sayang momy temani"
"Terimakasih mom"
"Sama-sama..jeng aku temani Nila ya"
"Ok jeng aku tunggu di sini..kakiku mulai kebas..maklum faktor U"
Mereka tertawa dengan celotehan mama Rey..walau usia sudah tak lagi muda namun jiwa mereka tetap 17 tahun.
Setelah mencari-cari akhirnya mereka menemukan satu gaun pengantin yang pas dan cocok untuk Nila.
"Kau coba pakai ini sayang..pasti cantik sekali" ucap mama Laura.
"Mom..Nila malu.."
"Sudah coba dulu sana..momy mau lihat"
"Baiklah"
Nila memasuki ruang ganti dan segera mengenakan gaun itu..dia menatap pantulan dirinya di depan cermin yang ada di dalam ruang ganti..wah sungguh cantik sekali gaunnya.
Nila keluar dan menghampiri mama Laura..mama Laura melihat Nila dengan ekspresi sumringah.
"Cantik sekali kamu sayang..sudah kita pilih yang ini saja"
"Mom tapi ini mahal sekali"
"Sudah tidak usah khawatir.."
"Tapi mom..."
"Nila ini hari yang sakral yang hanya ada 1x seumur hidup jika kau benar-benar ingin bersama dengan Erick.. terimalah dan jangan menolak lagi momy akan marah jika kau menolak paham..?"
"Baiklah.. terimaskaih mom"
"Sama-sama sayang"
Di tempat lain Rey bersama Erick dan juga para opa sedang ada di butik khusus tuxedo..Rey turun tangan sendiri untuk memilihkan tuxedo yang cocok untuk Erick.
"Seperti nya yang ini bagus..iya kan dad"
"Mana..ah iya bagus loh.. bagaimana Jo..?"
"Iya bagus..yang ini saja..kau cobalah boy".
"Terimakasih dad..bos"
"Hey jika kau memanggilku dengan kata bos lagi akan aku sunat kau..panggil aku Kaka..ini di luar kantor kau mengerti.?"
__ADS_1
"Baiklah ka.."
Erick memeluk Rey di depan kedua dady-nya..dia senang karena sekarang banyak yang menyayanginya..selama ini dia memang sudah di angkat jadi anak tapi Erick memilih hidup mandiri dan tak bergantung pada keluarga Wilson.
"Lepas brengsek nanti istri ku mikir yang macam-macam. bagaimana..apa kau mau tanggung jawab"
Mereka tertawa bersama..Rey memang konyol padahal yang cemburuan itu dia sendiri.
Mereka sudah sepakat memilih tuxedo masing-masing..Rey pulang lebih dulu karena Laura barusan menghubungi nya dan mengatakan bahwa si kembar rewel..di rumah tidak ada orang hanya dia si kembar dan pelayan.
Rey sampai di rumah dia segera mencari istri dan anak-anaknya.. terdengar suara tangis dari kedua anaknya..huhh si kembar memang jago bikin orang kelimpungan.
"Sayang..."
"Hubby"
"Hey Anak Dady kenapa..jangan nangis ya..sini sama Dady"
Rey mengangkat kedua anaknya dan bermain bersama..Rey tau Laura pasti lelah..dia paham anaknya itu memang suka sekali bikin orang kelimpungan dwngan tingkah mereka.
"Baby kau istirahat saja ya..kau pasti lelah"
"Tidak apa hubby..Laura nggak lelah.."
"Yakin..?".
"Iya hubby sayang"
"Baiklah"
Rey dan Laura bermain bersama kedua anaknya..ternyata si kembar tau jika dady-nya tidak ada maka mereka akan melakukan aksi protesnya dengan cara rewel..huhh ada ada saja tingkah si kembar.
Rey bertugas mendampingi Erick.. sebenarnya dia tidak mau melakukan ini karena dia tak ingin jauh-jauh dari istri cantiknya..tapi Rey sadar dia adalah kakak Eri k sekarang.
"Santai saja..tidak usah gerogi..memalukan " bisik Rey pada Erick.
"Aku gugup ka..apakah kau juga seperti ini sebelumnya..?"
"Ya awalnya memang gugup tapi setelah berusaha lebih tenang kau akan rileks..maka dari itu santai saja jangan tunjukkan wajah gugupmu"
"Baiklah.. terimakasih sarannya ka"
"Sama-sama"
Pengantin wanita datang di antar Laura..Laura sendiri tak kalah cantik dari pengantin nya..dia memakai dress simple tapi karena auranya begitu memukau jadi Laura lebih terlihat seperti pengantin nya.
Mbak laura pas di pernikahannya Erick dan Nila.
Babang Rey jadi pendamping Rey atau pager ayu versi laki-laki.
Rey melihat Laura yang begitu mempesona seakan ingin berlari dan menutupi seluruh tubuh Laura agar tidak di lihat oleh orang lain.
"Shitt..kenapa istriku cantik sekali sih..bisa gila aku berlama-lama di sini"
Rey gusar dan ingin segera kabur dari atas altar..tapi dia tau itu tidak mungkin karena dia harus mendampingi Erick di atas sampai acara pemberkatan selesai.
__ADS_1
"Calon istri ku cantik sekali kak"
"Hey lebih cantik istriku ingat itu" hardik Rey memasang wajah juteknya.
Erick hanya terkekeh pelan..dia lupa Kaka sekaligus bosnya itukan bucinnya sudah kronis..mana mau di banding-bandingkan.
Acara pemberkatan telah selesai Rey langsung ngacir menemui Laura..memang kalau sudah bucin susah sembuhnya.
"Selamat ya Erick kalian sudah resmi jadi suami istri..saling menjaga dan terbuka itulah kunci dari kelanggengan sebuah hubungan"
"Terimakasih mom.." ucap Erick memeluk mama Rey dan gantian mama Laura kemudian papa Rey dan juga papa Laura.
Kini giliran Rey dan Laura juga si kembar yang memberi selamat oada pengantin.
"Selamat adikku..semoga langgeng sampai maut memisahkan"
"Terimakasih kak.."
"Sama-sama..jaga istrimu baik-baik"
"Tentu kak"
Kini giliran Laura yang mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
"Erick Nila selamat ya..bahagia selalu untuk kalian.."
"Terimakasih Kaka ipar..bolehkan aku menggendong si kembar.." ucap Nila.
"Tentu saja.."
Laura menyerahkan si kembar oada Erick dan Nila..mereka terlihat sudah pantas memiliki anak..Laura mendoakan agar Erick dan Nila segera memiliki momongan.
"Sudah jangan lama-lama..masih banyak tamu yang mengantri"
"Baiklah..sekali lagi terimakasih kak"
"Sama-sama Rick"
Laura dan Rey turun dari panggung..si kembar sudah rewel karena mengantuk..Laura memilih masuk ke kamar yang sudah Rey pesan tadi.
"By anak-anak ngantuk..temani Laura ya"
"Baiklah baby..sini Gia sama Dady"
Laura menyerahkan Gia pada Rey..mereka berjalan menuju kamarnya..Gia dan Gio terus mengusap mata mereka serta menguap tanda mengantuk.
Sesampainya di kamar Laura langsung menyusui Keduanya..Rey melihatnya takjub istrinya sudah semakin dewasa.
"Apa tidak sakit baby langsung dua-duanya..?"
"Tidak by..toh mereka juga sudah mengantuk jadi tidak sempat jika satu-satu"
"Baiklah..tapi jika tidak ada aku jangan begini ya..kasihan kamu pasti lelah"
"Tidak apa by"
Gio dan Gia sudah tertidur..Rey meraih Gia dan membaringkannya di atas ranjang..begitu juga dengan Gio Rey pun melakukan hal yang sama.
Laura menuju kamar mandi untuk membersihkan diri..dia lelah..lengket..dia mandi kemudian tidur.
__ADS_1
Rey masuk ke kamar mandi dan langsung menyergap Laura.. akhirnya malam yang seharusnya jadi malam untuk pengantin baru sekarang jadi malam panas Rey dan Laura.