PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 138_Menuju Eksekusi.


__ADS_3

Di dalam ruangan yang serba putih bernuansa cream seorang wanita cantik tengah berbaring di atas brankar rumah sakit..badannya sudah tidak lemas juga wajahnya sudah tidak pucat lagi setelah di infus.


"Baby cepatlah bangun kau membuatku khawatir baby" ucap seorang pria yang setia menemaninya.


Pria itu adalah Rey..dia tadi seperti orang gila yang siap mengamuk jika terjadi hal buruk pada Laura..ya wanita yang tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit itu adalah Laura.


Sekarang Rey sudah bisa bernafas lega setelah dokter sudah memeriksa keadaan Laura dan mengatakan bahwa Laura sekarang sudah baik-baik saja.


"Apa kalian sudah dapat siapa dalangnya..?" tanya Rey yang tengah menghubungi orang suruhannya.


"Sudah dapat bos.."


"Bagus bawa ke ruang bawah tanah dan ikat dia seperti nya aku punya anak-anak yang sudah lapar di daerah xx..bawa dia ke sana hubungi Justin" jawab Rey.


"Baik bos.. laksanakan"


Rey memutus sambungan telepon nya..dia tersenyum miring melihat laporan dari anak buahnya..ternyata hanya secuil kotoran yang mencoba mengusik ketenangan nya.


"Baiklah Julian karena kau sudah tidak sabar untuk bermain maka akan aku berikan mainan untukmu.. nikmatilah sisa-sisa kebebasanmu"


Rey kembali duduk di sofa..dia lelah.. Sekarang hanya tinggal menunggu Laura bangun saja..dia sudah tenang sekarang.


**Sebelumnya..........


"Dokter cepat tolong istri saya" Rey berteriak memanggil dokter.


Para dokter berbondong-bondong datang dan membawa brankar untuk Laura berbaring..dokter itu dengan sigap langsung mengecek keadaan Laura yang memang sudah kesulitan bernafas dan juga tubuhnya lemas dan wajahnya pucat.


Sang dokter memasang alat bantu pernapasan..tujuannya agar Laura tidak kesulitan untuk bernafas lagi..dokter itu juga menginfus Laura.. seperti nya Laura kekurangan cairan.


"Tuan tenang saja nona sudah baik-baik saja..biar kami pindahkan ke ruang rawat dulu barulah anda bisa menjenguknya" jelas snag dojter yang melihat binar kekhawatiran di wajah Rey.


"Baik dok.. terimakasih"


Rey bernafas lega istrinya tidak apa-apa..dia sudah baik-baik saja tapi tidak memadamkan api emosi yang sudah membakar nya.


Laura di pindahkan ke ruang rawat khusus VVIP..permintaan Rey tentunya..dia ingin istrinya nyaman d an tidak kekurangan apapun.


Setelah perawat meninggalkan Laura kini hanya ada Rey dan Laura di dalam..Rey mendekati brankar Laura dia duduk di pinggir brankar itu dan mengusap wajah yang sudah tidak sepucat tadi.


**Setelahnya.............

__ADS_1


Selang beberapa saat kemudian Laura membuka matanya..dia mengerjap merasakan silau cahaya lampu dalam ruangan itu.


"Enghhh..Laura dimana sshhh"


Rey tengah berbaring di sebelah Laura..dia memeluk Laura posesif..dia tak melepaskan pelukannya dari Laura.


Laura melihat Rey yang tengah berbaring terlelap di samping nya merasa kasian..pasti suaminya tidak nyaman..Laura mengelus-elus wajah Rey dengan pelan sambil tersenyum.


"Maaf by Laura bikin hubby susah lagi" ucap Laura lirih sambil menatap wajah teduh Rey.


Rey seprti terusik dia membuka matanya dan mendapati istrinya sudah bangun dan tengah mengelus wajahnya..dia tersenyum melihat senyum indah Laura.


"Kau sudah bangun baby.. bagaimana perasaan mu..apa ada yang sakit hm..?"


Laura tersenyum dia menggeleng...


"Laura sudah baikan by..maaf Laura merepotkan"


"Hey jangan bicara melantur..kau tidak merepotkan siapapun baby..jangan bicara aneh-aneh lagi mengerti..?"


"Iya by..maaf"


"Sudah jangan seperti itu..kau mau makan apa hm..?"


"Laura mau sup jagung by..tapi apa masih ada jam segini..?"


Rey tersenyum dia mengelus dan mengecup bibir Laura..bagi Rey tidak sulit untuk mendapatkan pesanan sekecil itu.


"Tunggu sebentar ya..biar aku hubungi anak buahkau untuk membelikan sup jagung untukmu"


"Baiklah"


Rey merogoh ponselnya dia menghubungi seseorang dan mengatakan untuk membelikan sup jagung di dekat rumah sakit agar tidak terlalu lama menunggunya.


Dengan koneksi yang Rey miliki Rey dengan mudah dapat membuka kembali resto yang sudah tutup..bagi dia itu hak biasa.


"Tunggu sebentar lagi ya baby.. pesananmu akans egera datang"


"Iya by..by bagaimana dengan acara itu..?"


"Sudah tidak usah memikirkan hal lain..fokus pada kesehatan mu baby..aku tak ingin kau sakit lagi..aku hampir gila tadi sayang" Rey mendusel di dada Laura..dia suka berada di sana..hangat dan empuk.

__ADS_1


Laura membiarkan Rey melakukan apapun..dia suka perlakuan Rey yang manja begini..ruangan itu tidak akan ada yang berani masuk sebelum mengetuk ointu dulu makannya Rey dengan leluasa melakukan apapun yang dia mau.


Tak berapa lama kemudian ponselnya berbunyi..Rey mengangkatnya pasti pesanan Laura.


"Pesanannya sudah siap bos..saya di luar kamar"


"Sebentar"


Rey turun dan berjalan ke arah pintu dan membukanya..dia menerima pesanan Laura dan juga beberapa makanan lain..Rey juga membelikan untuk para anak buah nya.


"Sisanya bagi-bagi dengan yang lain.. istirahatlah berjaga secara bergantian.. terimakasih sudah bekerja keras untuk hari ini" ucap Rey sembari masuk ke dalam.


Anak buah Rey tersentuh meski sikap bosnya kadang dingin tapi jujur mereka tau bosnya sudah berubah semenjak kehadiran Laura dalam hidup bos mereka.


Setelah selesai mereka makan dengan lahap..suasana hati mereka tengah senang..mereka akan berjaga secara bergantian..jangan sampai lengah dan kecolongan.


"Baby ayo makan dulu.. pesananmu sudah siap"


"Kau tak makan by..?"


โ€Nanti setelah kau selesai makan dulu baby..ayo aku suapi"


Laura manggut-manggut saja..dia menerima suapan dari Rey..Laura suka perhatian Rey..dia tak pernah berubah sejak dulu..Laura merasa selalu di cintai oleh Rey dan orang-orang di sekitarnya.


Sesi makan telah selesai..kini Laura dan Rey tengah berbaring..mereka lelah..ingin istirahat.


Paginya............


Laura sudah kembali ke hotel..dia tak betah di rumah sakit meski di kamar super VVIP sekalipun dia tak betah.


"Baby nanti aku ada pertemuan..kau jangan kemana-mana ya..jangan buka pintu jika tak ku telepon..kau mengerti..?" pesan Rey pada Laura.


"Iya by Laura mengerti..Laura mau istirahat saja..Laura lelah"


"Baiklah..kau istirahat ya..minum obatnya dulu..setelah itu aku baru tenang meninggalkan mu"


"Iya by"


Laura meminum obat dari Rey..tak berapa lama dia mulai mengantuk efek obatnya sudah terasa Rey tenang meninggalkan Laura sendiri jika Laura sudah terlelap.


"Aku pergi dulu baby..aku tidak akan lama tunggulah..love you cup"

__ADS_1


Rey melenggang pergi keluar menuju ruang bawah tanah..dia akan melakukan eksekusi..dia tak sabar melihat wajah ketakutan Julian..baginya itu suatu kesenangan tersendiri.


__ADS_2