
Laura terbangun saat tengh malam..Laura ingin makan sesuatu tapi dia masih pikir-pikir dulu sembari turun dari ranjang.
Laura melihat sang suami tengh tertidur pulas ada rasa tak tega untuk membangunkannya tapi dia ingin sang suami menemaninya turun.
"Hubby.." panggil Laura sambil mengguncangkan tangan suaminya.
Rey masih tak bergeming akhirnya Laura mencoba sekali lagi.
"Hubby bangun.."
"Enghh..ada apa baby..?" sahut Rey sambil masih setia memejamkan matanya.
"By bangun.."
"Apa baby..kenapa hm..?" akhirnya Rey bangun.
"Aku mau turun ke bawah..temenin"
"Mau ngapain baby ini udah tengh malam loh"
"Laura laper by..temenin" ucap Laura sambil matanya berkaca-kaca.
"Kamu laper boy.. baiklah ayo turun "
Rey tau ini pasti kemauan sang anak.. akhirnya dia mengalah dan menuruti Laura untuk menemani nya turun ke bawah.
Setelah sampai Laura langsung membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan makanan kemudian Laura mulai mengolahnya.sekitar 30e it akhirnya makanan yang Laura masak selesai.
"Baby kamu masak apa..?"
"Nggak tau by namanya..Laura asal masak aja.. sekarang hubby yang makan ya Laura pengin liat hubby makan masakan Laura"
__ADS_1
"Hah..baby..ini nggak lucu sayang"
"Hubby nggak mau..?"tanya Laura dengan raut wajah sedih.
"Eh.. b-bukan baby..tapi aku masih kenyang..kamu aja ya kan kamu yang masak"
"Tapi Laura pengin kamu yang makan By hiks.."
'Aduh bisa gawat kalau Laura bangun terus matanya sembab bisa habis aku sama momy' gerutu Rey dalam hati.
Seperti buah simalakama kini Rey hanya bisa pasrah saja akan nasibnya.
"Baiklah aku makan..kamu jangan sedih lagi..kasihan so boy"
"Iya..asal hubby mau makan"
"Baiklah aku makan"
"Bagaimana by enak..?"
"Heem enak baby"jawab Rey dengan raut wajah terpaksa.
Rey dan Laura naik lagi ke kamarnya kemudian melanjutkan tidurnya lagi.. sementara Rey langsung meminum obat agar tak diare besok paginya.
Pagi pun menjelang sinar matahari begitu hangat menerpa kulit..di taman terlihat seorang wanita cantik tengah menyiram bunga-bunga yang ada di sana dengan senyum sejuta gula pasir.
"Selamat pagi bunga-bunga cantik.." sapa Laura pada bunga yang dia siram.
"Aku pengin makan sup ayam tapi rasa sapi..aku bangunin hubby ah"
Rey sudah bangun dan sudah bersiap..sepertinya dia punya firasat tak baik hari ini..apa yang akan bumil satu itu lakukan lagi ya kira-kira..ngidam apa lagi nanti dia.
__ADS_1
Rey keluar kamar dan turun ke bawah dia tau pasti Laura ada di taman..Rey menyusul Laura tapi belum sampai di taman Rey di kejutkan oleh kemunculan Laura yang tiba-tiba.
"Astaga baby..aduh kalau aku jantungan bagaimana..?"
"Maaf by..Laura seneng hubby udah bangun"
Rey mulai merasa terancam..minta apa lagi nih bumil satu.
"mau apa hm..?"
"Laura mau sup ayam tapi rasa sapi..bikinin ya"
Rey sudah menduga akan hal ini..sekarang bumil minta sup ayam tapi rasa sapi.. haruskah Rey menangis meminta resep dari pencetus sup ayam.
"Baby..istriku yang paling cantik..mana ada sup ayam tapi rasa sapi..kalau mau sup ayam ya rasanya pasti ayam baby..nggak ada persilangan rasa "
"Tapi Laura maunya itu by.."
"Haduh..susah ngadepin ngidamnya bumil satu ini" ucap Rey dalam hati.
Dari atas terlihat mama Rey menghampiri keduanya.
"Pagi Laura sayang..pagi Rey..ada apa ini..?"tanya sang mama.
"Pagi juga mom..ini Laura minta sup ayam rasa sapi..mana ada kaya gitu..iya kan mom..?"
"Hahaha...itukan kemauan anakmu Rey jadi kau harus penuhi kalau tidak nanti dia ngences loh" mama Rey mendukung kemauan Laura.
"Terimakasih momy"ucap Laura sambil menghampiri mama Rey dan memeluknya.
"Huh..kalian kalau udah ketemu anak sendiri di lupain..suami di telantarin tau ah" Rey merajuk melihat kedekatan mereka tapi ada rasa hangat juga senang melihatnya.
__ADS_1
Mereka hanya bisa tertawa melihat kecemburuan Rey yang konyol.