
Di saat Gia dan El sudah keluar dari mobil dan tengah terlibat percakapan singkat di saat itu juga seorang pria tampan yang sudah tidak lagi muda keluar dari rumah dan hendak menghampiri kedua muda mudi yang tengah di mabuk cinta itu.
"Dasar anak jaman sekarang baru saja pacaran sudah berani cium- cium" dengus pria itu merasa jengkel dengan kelakuan anak gadisnya yang jauh lebih agresif daripada El.
"Lihatlah betapa memalukan nya anak gadisku.. astaga kenapa dia tidak seperti istriku saja sih yang polos dan lugu..huhhh benar-benar membuatku kesal"
Rey terus menggerutu di depan pintu rumahnya..dia berjalan dengan santai dan semakin mendekati El juga Gia..Rey samar-samar melihat Gia mencium bibir El dengan beraninya.
Rey membelalakkan matanya melihat pemandangan itu..dia tak menyangka anak gadisnya begitu agresif..El terlihat terkejut tapi setelahnya dia jauh lebih terkejut ketika El membalas ciuman itu.
Di saat El dan Gia masih asik dengan bibirnya..Rey semakin mendekati mereka berdua dan langsung menegurnya dengan melemparkan tatapan penuh intimidasi.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN"
Gia dan El terlonjak kaget ketika mendengar suara Rey..mereka melepaskan tautan bibirnya dan menatap Rey kelabakan..alamat di skors jadi mantu kau El.
"D..Daddy.." ucap keduanya serempak.
Gia dan El menatap Rey dengan tatapan tidak terkira takutnya..mereka lebih baik di hukum daripada di tatap begitu tajamnya oleh Rey.
Mereka sudah seperti anak kecil yang ketahuan mencuri jambu tetangga..Rey sudah berdiri di depan muda mudi itu dengan tegap dan penuh wibawa.
"Siapa yang memulai..?" tanya Rey dengan nada datarnya.
Keduanya sama-sama diam tidak berani menjawab..mereka takut dengan ekspresi datar wajah Rey.. benar-benar menakutkan.
"Maaf dad El tidak bisa mengontrol diri"
Merasa El akan mengambil resiko dari perbuatannya Gia akhirnya mendekati Daddy nya dan bergelayut manja di lengan Daddy nya serta memeluk Daddy nya dengan erat dan mendaratkan ciuman berkali-kali di pipi Rey..serangan dadakan.
"Daddy..Daddy ini bukan salahnya El..ini salah Gia..Gia terlalu bersemangat dan tidak bisa mengendalikan diri Gia..maaf dad..ya..ya..please" ucap Gia dengan manjanya.
Rey yang mendapatkan serangan manjalita dari Gia hanya bisa mendengus..dia kalah..niatnya ingin marah tidak jadi dan tergantikan dengan kekehan karena ulah sang putri.
"Jangan begitu lagi princess..kau ini perempuan tidak baik lebih agresif pada lawan jenismu di tambah kalian itu belum menikah..apa kau tau Mommy mu saja malu-malu waktu pertama kali dulu..kenapa kau lain sekali princess..bersikaplah layaknya perempuan terhormat yang bisa menjaga kehormatannya sebelum menyerahkannya nya pada sang suami..itu jauh lebih mulia..dan kau El..sebagai pria kau seharusnya bisa mengontrol diri mu dan jangan sampai lelaki sejati merusak perhiasan yang paling berharga yaitu wanita..kalian paham anak-anak..?"
__ADS_1
"Paham dad" jawab Gia dan El bersamaan.
"Maafkan kami dad..kami bersalah" ucap Gia meringsek ke dada Rey dan mengendusnya.
"Sudah..sudah sekarang masuklah dan kau El pulanglah dan terimakasih sudah mengantarkan anak gadis manja ini dengan selamat"
"Baik dad..kalau begitu El pamit dulu dad..Gia..selamat malam"
"Hm"
"Malam El"
El meninggalkan rumah Gia..dia Kembali ke rumahnya sendiri mulai besok dia akan menyiapkan segala kebutuhan Gia..El tidak sabar untuk segera menjalani biduk rumah tangga bersama pujaan hatinya..dia selalu tersenyum ketika membayangkan bagaimana anak mereka nanti..apakah wajahnya mirip dirinya atau Gia..ah pasti sangat lucu.
"Astaga mikir apa aku.. bisa-bisanya sudah berfikir sampai sejauh itu..El sadar kau itu baru kepergok camermu kau beruntung kali ini kartu merahnya masih tersimpan rapi besok-besok..no..no..no jangan sampai aku mengulanginya lagi" ucap El berjanji tidak akan mengulanginya lagi sebelum sah.
Jika El mengingatnya lagi dia selalu kagum pada Gia..Gia selalu mengingatkan agar dirinya bisa menahan diri saat berdua dengannya..El selalu saja tidak bisa menahan gejolak yang tiba-tiba datang saat berdekatan dengannya..seperti ada sesuatu yang memancing si Ucup untuk segera bangun.
Skip>>>>>>>>
Satu jitakan mendarat mulus di kening Gia..El gemas melihat sikap anak gadisnya yang begitu agresif.. sebenarnya dia belajar dari mana sih sampai bisa seagresif itu pada El.
"Kau itu perempuan kenapa agresif sekali..?"tanya Rey sambil mengusap rambut Gia.
"Daddyyyyy ishhhh sakit tau..belajar dari Daddy lah siapa lagi" jawab Gia jujur tanpa berdosa.
"Astaga..kau ini..ishhh anak perempuan tidak baik begitu Gia..jangan jadi wanita yang terkesan murah di depan mata lelaki..kau harus bisa menjaga kehormatanmu sebagai perempuan..jangan mudah tergiur oleh sikap manis pria kau paham..?"
"Iya dad..maaf..Gia nggak gitu lagi"
"Baiklah sekarang masuk kamar dan segeralah tidur sudah malam"
"Siap Daddyku yang paling tampan"
Rey mendengus melihat tingkah Anak gadisnya itu.. benar-benar sifatnya berbanding terbalik dengan Laura..huhh harus ekstra sabar menghadapi princess nya.
__ADS_1
Rey juga kembali ke kamarnya setelah memberi ceramah singkat pada anak gadisnya..Rey selalu begitu ketika salah satu anaknya berbuat salah atau melenceng dan ketahuan olehnya.
*
*
Sementara itu Gian kembali lagi ke kedai kopi pinggir danau itu lagi..dia mencari Rachel..sudah 2 kali dia kesana tapi selalu tidak Bertemu..dia jadi kepikiran dan berfikir yang tidak-tidak.
Sejak pertemuan terakhir mereka waktu itu Gian kembali lagi ke danau itu untuk sekedar mencari keberadaan gadis itu tapi lagi dan lagi nihil Gian tidak menemukan gadis itu..apakah dia harus bertanya pada pegawai kedai ini.
"Permisi tuan pesanan anda"
"Oh terimakasih"
"Sama-sama tuan..saya permisi"
"Em..tunggu..boleh saya bertanya..?"
"Silahkan tuan"
"Apa kau tau gadis yang bernama Rachel kemana.. sepertinya aku tidak melihatnya..apa dia baik-baik saja.."
"Oh Rachel di rumahnya tuan..kemarin dia demam setelah berlari dari orang jahat dia tidak sengaja terserempet mobil..mobil itu pergi begitu saja dan meninggalkan Rachel dengan tak berdaya di jalan aspal..Rachel di bantu warga sekitar kembali ke rumahnya setelah ke klinik terdekat dengan rumahnya..sekarang Rachel sudah baik-baik saja adik saya selalu datang merawat nya karena dia tidak memiliki siapa-siapa..orangtuanya bahkan tidak peduli dengan Rachel tuan"
Gian mendengarkan kata-kata pegawai kedai itu..dia jadi berfikir bagaimana sekarang kondisinya..apakah dia menemuinya saja..tapi dia tidak tau rumahnya..astaga kenapa dia jadi kepikiran dengan gadis itu.
"Mm baiklah terimakasih sudah memberitahuku..apa kau tau almaat rumahnya..?"
"Untuk apa tuan menanyakan perihal alamat rumah Rachel..?"
"Hanya sekedar menjenguk..kami sudah beberapa kali mengobrol ternyata dia teman curhat yang baik"
"Oh.. alamatnya di xxx tuan dekat kedai sekitar 5 menit dari sini"
"Oh baiklah terimakasih"
__ADS_1
"Sama-sama tuan"