PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 110_Balon Udara


__ADS_3

Hari ini Keluarga Wilson juga Dady Jo dan mama Laura berlibur ke tempat tujuannya..mereka senang bisa liburan bersama setelah sekian lama.


Para bocil juga terlihat antusias menaiki jet pribadi..mereka tak henti-hentinya berceloteh entah apa karena hanya mereka yang tau.


"Keliatannya anak-anak seneng banget by"


"Iya kau benar..aku ikut senang"


"Terimakasih by.. terimakasih sudah membuat hidup Laura berubah"


"Kau bicara apa sih..sudahlah jangan membahas hal lain.. nikmatilah liburan kita.."


"Iya hubby"


Lain halnya dengan Kanjeng momy yang tengah sibuk berselfi ria..mereka tak henti-hentinya memotret dirinya sendiri.


"Kenapa aku kelihatannya sudah semakin tua ya jeng..?"


"Kan memang kita sudah tua jeng.. lihatlah cucu kita saja sudah 4.."


"Hahah..kau benar jeng..rasanya baru kemarin aku brojol Rey eh tau-tau sudah Segede itu"


Rey hanya melirik sambil menggelengkan kepalanya..mamanya itu ada saja tingkahnya..semakin tua semakin menjadi.


Para Kanjeng Dady tengah asik membahas mengenai saham dan perusahaan..Erick yang mendengarnya sudah benar-benar mengantuk sekali.


"Dad sudahlah jangan asik membahas saham terus.. sekali-kali bahas mengenai cara menghilangkan encok setelah olahraga"


Erick mendapatkan dua tonyoran di dahinya..dua Opa itu kesal mendengar perkataan Erick.. begini-begini juga mereka masih kuat 3 ronde walau harus istirahat berkali-kali.


Sampailah mereka di tempat tujuan..Rey menggendong baby G.. Gio dengan Kanjeng momy dan Gia dengan mertuanya.


"Sudah biar aku saja yang gendong baby G..kau jangan capek-capek"


"Terimakasih by"


Mereka menuju vila yang sudah Rey pesan jauh-jauh hari.


Sampailah mereka di vila itu..Laura dan yang lain terpukau melihat vila yang Rey pilih.


οΏΌ


"Wah Rey kau ternyata punya selera yang bagus juga ya..tidak ku sangka" ujar Dady Wil meledek Rey.


"Apa sih dad.. begini-begini juga Rey punya kriteria yang tinggi"


"Cih..sombong sekali kau"


"Biarin bwekk"


"Anak kurang ajar"


"Sudah jangan berdebat disini kasihan anak-anak" lerai dady Jo menengahi.


"Astaga sampe lupa kan Rey kalo bawa bocah-bocah"


Mereka masuk ke dalam vila..Laura mengikuti Rey ke kamar mereka.. masing-masing pasangan mencari kamar sendiri-sendiri.


"Kalian cari kamar sendiri..di sini bebas asal jangan teriak-teriak kalau malam..nanti ganggu "


"Momy pasrah punya anak kaya dia dad"


"Sabar mom.."


"Astaga sebenarnya Rey ini anak kalian bukan sih..heran deh"


"Sudah by..jangan berdebat terus kenapa..mom,dad..semuanya kami ke kamar dulu"


"Iya sayang istirahat lah"


Laura menyeret Rey masuk ek dalam kamar mereka..sampai di dalam Rey di geplak oleh Laura..dia gemas dengan sikap suaminya yang nyeleneh.


"Aw..baby sakit ihhh" mengusap lengannya yang menjadi sasaran empuk.


"Sukurin..siapa suruh ngomong terus..gak tau istrinya capek apa..ishhh"

__ADS_1


"Aduh istriku capek..ayo aku pijitin.."


"Ogah...modus aja terus"


"Hehe kau sudah paham betul baby..semakin cinta deh"


"Terserahlah"


Laura menuju kamar mandi..dia ingin membersihkan diri karena lelah setelah perjalanan jauh..Rey juga ikut mandi bersama Laura..dan terjadilah mandi plush-plush ala Rey.


*


*


Erick dan Nila sudah berada di kamar..mereka juga lelah..mereka istirahat.. Via dengan para Kanjeng ratu tadi para bocil di culik para Kanjeng-kanjeng.


"Sayang istirahatlah.. anak-anak aman kok sama Kanjeng-kanjeng"


"Iya yank..aku lelah sekali"


"Ya sudah mau di pijit..?"


"Nggak usah yank.. aku mandi aja"


"Ikut yank..yayayay"


"Ishhh mesum ihhh"


"Ya..boleh ya sayangku"


"Iya.."


Dan pertempuran juga terjadi di kamar mandi sebelah..mereka sama-sama hot..tidak kenal waktu.


Sementara itu oara Kanjeng-kanjeng sedang asik berselfi dengan para bocil.


"Gio senyum dong..cemberut aja sih kaya kerupuk kisut" ucap mama Rey yang sukses mendapatkan tatapan horor dari Gio.


Mereka terkekeh melihat ekspresi Gio..mereka senang bisa menggoda Gio.


"Lihatlah wajahnya..ahhh begitu lucunya.." cetus mama Rey melihat ekspresi Gio yang imut menurutnya.


"Tentu dari Rey lah jeng memang dari siapa lagi..hahah"


Keduanya tertawa.. Gio mah bodo amat yang penting dia main.


Keesokan harinya..Rey dan yang lainnya menuju lokasi destinasi yang indah..Rey mengajak Laura menaiki balon udara hanya berdua saja.. anak-anak dengan para susternya.


"By Laura nggak mau.." Laura beringsut memeluk Rey erat..dia takut ketinggian.


"Tidak apa-apa baby,kan ada aku..jangan takut ya..ayo"


"Byyyy hubby nggak mau nggakkkkkk arghhhhhh"


Laura di gendong Rey seprti koala..Rey tertawa puas melihat wajah panik Laura.. menurutnya lucu dan menggemaskan.


"Tenang sayang..kita akan baik-baik saja"


"HUBBYYYYY LAURA MAU TURUN ARGHHHHHHH HUBBYYYYYYYY"Laura berteriak minta turun tapi Rey hanya menertawakan nya.


"Hahahaha...hahahha..aduh perutku sakit"


Laura memeluk Rey begitu erat hingga Rey susah bergerak..balon udara itu mulai lepas landas..luara semakin menjerit ketika merasakan perlahan mulai terbang naik.


"HUBBYYYYYYYY... arghhhhhh.. turun by..huwaaaaa"


"Hey tenang sayang..peluk aku saja biar nggak takut ya"


Laura tak membuka matanya..dia takut melihat ke bawah bahkan dia tak melepas pelukannya pada Rey.


Rey memeluk Laura dengan penuh cinta..dia terhibur dengan sikap Laura tapi juga kasihan.


"Sudah tidak apa-apa..ada aku "


"Kau jahat..Laura takut hiks"

__ADS_1


"Hey jangan nangis..kita udah di atas..tenang saja..peluk aku lagi"


"Dasar modus" Laura melepas pelukannya.


Rey tersenyum licik..dia kembali membuat Laura menjerit dengan menggoyangkan pijakannya.


"Waaaaaaaaa byyyyy goyang-goyang..Laura takut byyyyyyy...turunnnnmm"


"Hahahha.."


*


*


Nila dan Erick juga sama..mereka menaiki balon udara..Nila sebenarnya takut tapi Erick dengan sigap memegang tangan nya hingga Nila merasa jauh lebih tenang.


"You ok..?" tanya Erick.


"Ya.. Karena kau ada di sisiku"


"Pastinya..syukurlah kau tak seprti Kaka ipar.."


"Hahaha..kenapa..?"


"Jika kau seprti Kaka ipar maka aku bisa tuli dadakan"


"Ishhh..tidak mungkin"


"Memang kau tak mendengar suara teriakan Kaka ipar..?"


"Dengar sih..menurutku lucu"


"Lucu..?"


"Ya..lucu"


"Why..?"


"Karena bisa menghibur sekitarnya"


"Hahaha"


Mereka tertawa.. sebenarnya mereka mendengar dengan jelas suara teriakan Laura karena mereka berdampingan..tapi mereka tak ingin mengganggu waktu Rey dan Laura jadi mereka biarkan saja.


"Indah sekali ya yank..?"


"Ya..tak seindah kamu sayang"


"Ishhh gombal terus "


"Gombalin istri sendiri gak apa-apa lagi"


"Terserahlah"


"I love you"


"Too"


"Hahahaha"


Kembali ke Rey dan Laura...


Laura sudah lebih tenang setelah sedikit demi sedikit Rey tenangkan.


"Lihatlah indah kan..jadi jangan takut"


"Tapi Laura masih takut..jangan di lepas tangannya"rengek Laura.


"Iya sayang"


"By nanti kalau jatuh gimana..terus nanti turunnya gimana by..apa balonnya nggak meledak by kan ada apinya tuh..kok nggak meledak ya by"


"Semuanya sudah di atur sedemikian rupa baby..jadi tenang saja..semua sudah aman"


"Ya udah tapi jangan di lepas ya nanti Laura takut jatuh"

__ADS_1


"Iya sayang"


Rey menahan tawanya..dia benar-benar ingin sekali tertawa dengan segala tingkah Laura.. istri nya benar-benar polos..dia beruntung mendapatkan Laura.


__ADS_2