PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 20 #S2_Pergerakan


__ADS_3

Gio tidak pernah menurunkan kewaspadaan nya terhadap para musuhnya termasuk Amelly..dia terlihat santai dan tidak terlihat sedang memikirkan musuhnya tapi di balik itu semua otak cerdasnya sudah menyusun berbagai rencana dan keamanan Keluarga nya.


Kemarin Gio mendapatkan kabar dari anak buahnya yang dia tugaskan untuk mengintai Amelly dan mwngatakan bahwa sudah mulai ada pergerakan dari target.


Kemarin>>>>>>>>>>>


"Hallo bos ada berita terbaru"


"Katakan"


"Target sudah mulai bergerak dan mendapatkan sekutu bos..apa yang harus kami lakukan bos..?"


"Tetap siaga dan pantau..jangan lengah..jika dia mulai menyerang maka hari itu juga tangkap dan bawa dia ke markas kematian hidup-hidup bersama sekutunya"


"Baik bos kami mengerti"


"Hm"


Gio mengakhiri panggilan dari anak buahnya..dia duduk di kursi kebesarannya sambil menatap luar jendela ruangannya.. bibirnya menyunggingkan senyum mengerikan yang hanya dia yang tau.


"Baiklah Amelly sudah waktunya kau mendapat hadiah dariku..untukmu Carly tunggulah waktumu tiba..aku takkan membiarkan orang yang sudah menyakiti wanitaku lepas begitu saja dariku..tunggu dan nikmati sisa-sisa kebebasanmu" ucap Gio sambil memandangi langit biru dari dalam ruangan nya.


Setelahnya>>>>>>>


Gio kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda..dia sudah mulai mempersiapkan acara pernikahan nya dengan Alana..dia tak mau menunggu lebih lama lagi..ibunya dan camernya juga sudah sembuh total..tidak ada lagi penghalang atau apapun itu untuk menunda pernikahan mereka.


"Nana kita menikah 1 setelah acara fashion show besok.. persiapkan dirimu sayang"


"Apaaa..kenapa mendadak sekali ka..?"


"Hey jangan bilang kau tak mau ya..?"


"Hiiih bukan gitu..hanya terlalu mendadak ka Gio..Nana aja belum nyiapin apapun"


"Kau hanya perlu duduk manis saja dan semua sudah beres sayang..tenang saja aku sudah mempersiapkan segala nya dengan matang"


"Baiklah jik situ kemauanmu aku hanya bisa mengikutinya tuan Georgio Wilson"


"Kau menggodaku sayang..tunggulah balasan apa yang akan kau dapatkan nanti setelah pernikahan kita"


"Aku sangat menantikan nya sayang"


"Oh my..kau benar-benar nakal ya sekarang"


Alana hanya tertawa di seberang sana..dia senang bisa menggoda Gio..ada sensasi tersendiri bagi nya.


"Baiklah Mr Wilson aku harus pergi ke suatu tempat"

__ADS_1


"Hey kau mau kemana..?"


"Aku mau ke dokter ka hari ini jadwalku cek lagi"


"Oh shitt maafkan aku sayang aku lupa..tunggu di rumah dan jangan kemana-mana sebelum aku datang mengerti..?"


"Baiklah"


Telefon di matikan.. Gio bergegas menuju rumah Samuel..dia lupa kalau hari ini adalah jadwal cek Alana..terlalu sibuk memikirkan Amelly dan Carly hingga membuatnya lupa akan tugasnya.


"Bodoh bisa-bisanya kau lupa dengan hak sepenting ini..sial"


Gio mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa sampai lebih cepat di rumah Samuel..dia tak mau membuat Alana menunggu terlalu lama.


Alana menunggu di kamarnya..dia tengah melihat koleksi sepatunya..dia bingung mau pakai sepatu yang mana.. tiba-tiba ekor matanya melihat sepatu kesayangannya yang hanya tinggal satu saja..dia tersenyum jika mengingat kejadian waktu itu.


"Apa ka Gio nggak tau ya kalau yang menolongnya dulu aku..hahaha biarkan saja..hey sepatu sabar ya mungkin kau harus menjomblo dulu untuk waktu yang lama..jangan sedih aku akan kembalikan jodohmu tapi kau harus sabar oke" ucapnya pada sepatu heels nya yang hanya tinggal sebelah saja.


Sementara itu di luar rumah tampak dua orang tengah mengintai kondisi sekitar..mereka terus memantau setiap sisi rumah itu..mereka akan melakukan rencana sesuai dengan yang bosnya katakan.


"Kau yakin daerah ini aman..tidak ada penjagaan kan..?"


"Aku yakin..aku sudah memantau tempat ini selama seminggu tapi tidak ada penjagaan sama sekali"


"Bagus..segera pasang alat itu maka tugas kita akan segera selesai"


"Siap"


"Ringkus dua orang itu bawa ke markas kematian"


"Siap"


Beberapa orang itu mulai mendekati mereka dan membius mereka agar tidak menimbulkan suara berisik dan mengganggu ketenangan Keluarga Samuel.


Setelah mendapatkan target mereka membawa target ke markas kematian dan mengabari bosnya mengenai dua orang itu.


"Bos kami berhasil meringkus dua orang yang tengah memasang bom di rumah keluarga Samuel"


"Bagus..siksa tapi jangan sampai mati..aku akan datang jika urusanku sudah selesai"


"Baik bos kami mengerti"


Anak buah Gio mengambil peralatan untuk menyiksa si dua orang itu..mereka melakukan sesuai dengan keinginan bosnya.


Gio samoai di kediaman Samuel..dia masuk dan menunggu Alana yang sedang bersiap..dia tak sabar dan memilih masuk ke kamarnya.


Gio perlahan membuka pintu kamar Alana..dia masuk ke dalam di saat Alana sedang berbicara dengan sepatunya.. Gio mengernyitkan dahi mendengar kata-kata Alana.

__ADS_1


Benarkah yang menolongnya dulu itu Alana..jadi sepatu heels yang dia simpan itu adalah milik Alana..oh my God bagaimana bisa kebetulan begini.


Gio tampak tersenyum senang..dia ingin langsung memeluk Alana tapi dia tak mau melakukan itu duku..dia Kana membuat kejutan untuk Alana di hari pernikahan nya nanti..sabar Gio sabar.


Gio menutup pintu kamar Alana lagi..dia berpura-pura tidak tau dan baru datang sehingga Alana tidak akan mencurigainya nanti.


Tok...tok...tok...


Alana bangkit dan membukakan pintu kamarnya..dia terkejut melihat kedatangan orang yang dia cintai di depan kamarnya.


"Ka Gio..kapan Dateng..?"


"Baru sampai..apa kau sudah siap..?"


"Ah..su..sudah.. sebentar aku ambil tas dulu"


"Ok"


Alana mengambil tasnya dan menyimpan kembali sepatu heels yang tinggal sebelah itu..dia tak mau Gio melihat sepatu itu dan menyadari bahwa dialah yang menolongnya.


"Ayo ka aku siap"


"Let's go"


Skip>>>>>>>>>>


Amelly mendapatkan sekutu baru yaitu Aldrick juga Ben yang sangat membenci Gio karena selalu tender yang dia inginkan pasti di ambil oleh perusahaan Gio..dia sudah beberapa kali kalah dari Gio hingga menaruh dendam pada Gio.


"Apa kau yakin Ben rencanamu akan berhasil..?"


"Tentu saja..aku sangat yakin"


"Baguslah aku tidak mau ada kealahan sedikit pun..apa anak buahmu sudah memberikan informasi terbaru..?"


"Mereka mengatakan sudah memasang alat itu di rumah target"


"Bagus..aku puas sekali..lalu bagaimana dengan targetmu apa kau sudah melakukan sesuatu..?"


"Jangan khawatir..aku sudah menyuruh orang untuk mengikutinya kemanapun dia pergi dan akan menyergap nya di tengah jalan..aku tak sabar ingin memenggal kepalanya"


"Hahaha jangan terlalu percaya diri Ben..kau tak tau kan kehebatan Keluarga itu..?"


"Cih..jangan memujinya..aku tak suka"


"Baiklah lakukan sesuai keinginan mu Ben..semoga rencanamu berhasil"


Mereka menikmati segelas wine dengan bahagia..Ben usianya sebaya dengan Amelly..mereka melakukan enak-enak sambil menunggu informasi dari anak buah Ben.

__ADS_1


__ADS_2