
"El kecewa sama Daddy yang menghakimi orang tanpa peduli kebenarannya dulu..apa Daddy terlibat dalam masalah itu sehingga Daddy sebenci itu pada keluarga Wilson..jujur El sangat marah dengan Daddy yang hanya percaya dengan satu informasi yang tidak tau kebenarannya.. El akan mencaritahu siapa yang bersalah di balik kejadian itu..siapa namanya tadi Matteo ya El akan mencaritahu siapa Matteo sebenarnya hingga bisa membuat Daddy sebenci itu pada tuan Rey".
"Anak kurang ajar..beraninya kamu menuduh Daddy seperti itu..kau tau apa tentang masa lalu itu hah..Daddy menyaksikan dengan mata kepala Daddy sendiri bahwa Reyhan Jade Wilson lah yang melakukan nya..kau tidak percaya pada Daddy..?"
"Jika memang tuan Rey yang melakukan nya lalu kenapa Daddy masih hidup sampai saat ini..bukankah aneh membiarkan saksi berkeliaran bebas..temuilah tuan Rey jika Daddy memiliki keberanian" El menantang ayahnya agar mau menemui Rey tapi sepertinya tidak akan pernah bisa.
"Kau mau Daddy menemui bajingan itu cihh..tidak Sudi..lebih baik aku menemuinya ketika sudah menjadi mayat saja..jika kau masih terus mempertahankan gadis itu maka keluar dari rumah ini..kau bukan anakku lagi Lionel".
"Baiklah jika itu bisa membuat Daddy senang..saya akan dengan senang hati keluar dari rumah ini..lihatlah bagaimana saya membuktikan fakta kebenaran nya..permisi"
El pergi dengan perasaan kacau..dia kecewa dengan Daddynya..dia tak habis pikir bagaimana bisa Daddy nya percaya dengan sekali lihat saja..bodoh.
"El janji akan membuktikan bahwa kebencian Daddy pada tuan Rey selama ini salah..El akan membuka fakta yang sebenarnya.. Matteo ya aku harus mencari orang itu untuk menemukan informasi lebih lanjut" batin El setelah memasuki mobilnya dan meninggalkan rumah orangtuanya.
El mempunyai rumah sendiri..dia juga punya perusahaan sendiri..dia tak perlu khawatir hidup jauh dari orangtuanya..dia bisa bertahan hidup dengan kerja keras nya sendiri tanpa bantuan orang tuanya.
Perang dingin antara ayah dan anak itu masih berlanjut hingga sudah melewati 4 hari..El tidak tinggal di rumah orangtuanya lagi melainkan di rumahnya sendiri yang dia bangun dengan hasil kerja keras nya selama ini.
Skip>>>>>>>>>>
"Namamu siapa..?"
"Nama..aku Rachel"
"Nama yang cantik.. secantik orangnya"
"Jadi kapan bisa bantu Achel pulang..?"
"Baiklah temani aku ke suatu tempat dulu bagaimana..?"
"Kemana"
"Kau akan tau nanti"
Saat ini Rachel tengah berhadapan dengan seorang pria yang seperti nya punya niat jahat dengan Rachel..dia mencoba memegang tangan Rachel tapi Rachel selalu menepisnya.
Rachel selalu teringat kata-kata Gian kemarin bahwa jangan pernah membiarkan seseorang memegang tubuhnya apalagi bagian bawahnya.
Kemarin>>>>>>>>>
Gian duduk di sebelah gadis itu dan berbincang sebentar..Gian meoubat mata polos gadis itu dan mengingatkan nya pada Mommy nya.
"Siapa namamu..?"
__ADS_1
"Rachel..apa kau tidak jadi main petak umpet..?"
"Tidak..aku tidak bermain petak umpet ko"
"Lalu sedang apa kau di bersembunyi di balik pohon..?'
"Aku hanya berdiam diri saja.. kenapa..?"
"Tidak apa-apa..aku pikir kau orang jahat"
"Orang jahat..kau tau orang jahat..?"
Rachel mengangguk..dia sudah sering mengalami hamour di lecehkan oleh orang jahat..dia tak tau kenapa mudah sekali tertipu oleh orang-orang.
"Rachel pernah mau di pegang-pegang oleh orang jahat"
"Hah..pegang bagian apa..?"
"Semuanya..Rachel nggak tau kenapa orang itu pegang-pegang tubuh Rachel tapi Rachel nggak tau harus berbuat apa"
Gian menatap gadis di hadapannya dengan tatapan aneh..apakah gadis di hadapannya tidak tau itu perbuatan pelecehan.
"Acehl aku katakan padamu ya..jangan biarkan orang lain memegang tubuhmu apalagi bagian sensitif mu dan juga dadamu..kau tidak boleh membiarkan laki-laki memegangnya ingat tidak boleh memegang dada dan bawah perut mu..apa kau paham..?"
"Em.. baiklah..tapi kenapa tidak boleh..?"
Gian tidak tau lagi harus menjelaskan Bagaimana lagi dia hanya bisa menakut- gadis itu agar mau melakuakn perintahnya..dia juga tidak ingin gadis itu mengalami pelecehan.
"Hamil itu apa..?"
"Hamil itu berarti memiliki anak..di perutmu ada anak kecilnya..kau mau punya anak tanpa seorang ayah..?"
"Tidka Rachel tidak mau.. tapi bagaimana kalau mereka memaksa Rachel..?"
"Kau tendang saja di bawah perutnya..kau bisa menendang kan..?"
"Bisa.. baiklah terimaskaih sudah mengingatkan Rachel.."
"Sama-sama baiklah sekarang aku pulang dulu ya..kau mau ku antar..?"
"Tidak usah rumah Rachel dekat ko dari sini"
"Baiklah..semangat ya..jangan terlalu lama di luar ketika malam hari karena bisa hamil kau paham..?"
__ADS_1
"Iya terimaskaih"
Setelahnya>>>>>>>>
"Rachel pulang sendiri saja..rumah Rachel dekat"
"Kau mau kemana cantik..temani aku dulu baru kau bisa pergi"
"Tidak mau...Rachel mau pulang awas minggir"
Rachel terus melawan di saat orang itu hendak menyentuh bagian yang tidak seharusnya boleh di sentuh Rachel menendang bagian sensitif pria itu.
Pria itu mengerang merasakan sakit teramat sangat..Rachel berlari meninggalkan orang itu yang tengah meringkuk memegang perkututnya yang dia tendang tadi.
Skip>>>>>>>>>>
"Gia bagaimanapun pertemuan dengan keluarga El..?" tanya Laura penasaran.
"Mom..apaan sih nanti aja ya..Gia capek kepala Gia pusing"
"Kau sakit nak..astaga kenapa tidak bilang..?"
"Mom jangan panik..Gia hanya pusing kok"
Luara tidak banyak tanya dia segera menuntun Gia ke kamarnya..perlahan Gia berbaring di ranjang..dia memeluk Laura..tanpa di duga setetes air matanya jatuh tapi segera dia hapus agar tidak terlihat oleh Mommy nya.
"Are you ok Gia..?"
"Hmm..hanya pusing sedikit mom"
"Mommy panggil dokter ya..?"
"No mom..temani Gia saja".
"Baiklah Princess..tidurlah mommy di sini menemanimu"
"I love you mom"
"Love you more darling"
Gia berbaring di ranjang dengan memeluk Laura di samping nya..dia tidak mau Mommy nya sakit karena tau dia sedang ada maslaha dengan keluarga El lebih tepat nya keluarga nya dengan keluarga El.
"Maafin Gia mom..Gia tak ingin mommy sakit kepikiran masalah ini..biarin Gia dan El membereskan masalah ini dulu"batinnya masih memeluk erat Laura.
__ADS_1
Laura mengusap kepala Gia dengan lembut..dia rindu dengan masa-masa kecil anaknya..kenapa waktu cepat sekali berlalu..baru kemarin dia menimang Gia dan ketiga anaknya tapi sekarang lihatlah anak-anaknya sudah besar dan dewasa bahkan sebentar lagi putrinya akan menikah dan pergi dari rumah.
"Kenapa waktu begitu cepat berlalu..rasanya baru kemarin anak-anak ku menangis merengek berebut mainan tapi sekarang mereka sudah dewasa..semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka..mom jaga cucu-cucu mu dari sana..kami merindukanmu mom"