
KITA BERALIH KE KISAHNYA GIA DULU YA KARENA GIO KAN UDAH MODE AMAN..NEXT SETELAH GIA AKAN OTHOR LANJUT KE ADIK-ADIKNYA LAGI MULAI DARI VIA,GIAN,SEAN DULU..DAN UNTUK YANG LAINNYA NUNGGU KISAH MEREKA SELESAI DULU BARU AKAN OTHOR LANJUTIN.
*****Flashback*****
Gia tengah berada di sebuah bangunan tua ..dia di ikat di sebuah kursi. tak jauh darinya ada seorang pria yang sama kondisinya seperti Gia.
Gia menatap pria itu..apakah pria itu masih hidup atau sudah matai..tidak ada pergerakan dari pria tersebut.. Gia mencoba untuk membangunkannya tapi tidak ada respon.
"Aku bisa saja kabur dari sini dengan mudah tapi kasihan juga pria itu..sial kenapa harus di kurung bersama pria itu juga sih..haishhh" batin Gia.
Gia terua mencoba membangunkan pria itu..pria itu memiliki wajah yang rusak akibat di siram air keras.. Gia tak memikirkan fisik dia hanya ingin segera keluar dari bangunan itu.
Tak berapa lama kemudian pria itu tersadar dan menatap sekelilingnya..dia mengernyitkan dahi kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu..netranya menatap Gia.
"Siapa perempuan itu..lalu dimana aku sekarang..?" batinnya.
Pria itu mencoba melepaskan kain penyumpal mulut nya.. setelah mencoba beberapa kali akhirnya dia bisa melepaskan kain penyumpal itu.
"Kita ada di mana..kau..mengapa kau ada di sini..?" tanya pria itu ketika sudah berhasil melepaskan kain di mulut nya.
"Aku tak tau" ucap Gia santai .
"Kenapa kau ada di sini..?".
"Aku menyelamatkan seekor kucing yang hampir di terkam macan"
"Maksudnya..jangan bercanda nona"
"Huhh..sudahlah lebih baik kau coba lepaskan pengikat di tanganmu".
"Hey impossible nona..tidak bisa lepas karena ini tali mati aku kesusahan"
"Huhh bodoh"
Gia melepaskan tali di tangannya..sangat mudah..hanya hitungan detik saja tali itu berhasil terlepas..pria tadi hanya melongo melihat skil luar biasa dari gadis itu.
"Bagaimana kau bisa melakukan itu nona..hey lepaskan aku please..?"
"Huhh sabar"
Gia melepaskan tali pengikat pada tangan dan kaki pria itu.. Gia hendak melangkah tapi di tahan oleh tangan besar pria itu yang sudah menarik lengannya.
"Kau mau kemana nona..?"
__ADS_1
"Bukan urusanmu..jika kau masih betah di sini silahkan aku akan pulang"
"Baiklah kita bersama saja.dan terimakasih sudah melepaskan ikatan tali ini"
"Hm"
Di saat Gia dan pria itu hendak mencapai pintu tiba-tiba pintu di buka oleh seseorang dan sebuah pistol di todong kan pada Gia..Gia hanya memasang wajah datar tak peduli dan tak ada takut-takut nya..dia hanya takut jika Gio,Laura,dan Rey marah saja.
"Hahahha ternyata kalian hebat juga ya bisa melepaskan diri" ucap seorang pria yang sudah berumur.
"Lepaskan dia..kau itu bermasalah denganku bukan dengannya Arben"
Pria itu semakin mencekik leher Gia dengan lengannya..gia kesal dan menginjak kaki pria tua itu hingga pria tua itu menjerit kesakitan dan melepaskan cekikan lengannya dari leher Gia.
"Pria tua seperti mu seharusnya sudah menjadi abu jika bertemu denganku lebih awal..sialan " ucap Gia merampas pistol itu kemudia dia tembakkan pada paha pria tua itu.
DOR........
"Akhhhh sialan kau"
"Masih brisiko saja mulut busukmu pak tua" ucap Gia kesal karean masih saja pria tua itu mengoceh.
Bughhhhh........
Gia menendang bagian sensitif pria tua itu hingga pria tua itu menjerit sekuat tenaga merasakan telur nya pecah.
"Membuang-buang waktu saja.. seharusnya aku sekarang sudah berkumpul dengan keluarga ku.. gara-gara kau pak tua aku jadi terlambat huh" sarkas Gia yang kesal dengan kelakuan tua Bangka itu.
Gia berjalan keluar sementara pria yang bersama Gia mengikuti nya dari belakang dia terpesona dengan keberanian wanita itu..dia sebelumnya sudah menembak mati pria tua itu.
Beberapa anak buah pria tua itu menghadang jalan Gia dan pria tadi..Gia memasang wajah kesal karena sudah sangat terlambat untuk berkumpul bersama keluarga besarnya.
"Sialan kenapa aku harus terlibat dengan para lalat ini sih..arghh sialan" batin Gia ingin berteriak.
"Sebaiknya kalian jangan menghalalkan jalanku..aku sedang terburu-buru..jika tidak ingin kehilangan salah satu anggota tubuh maka minggir saja" ucap Gia ynag sudah kehabisan kesabaran.
"Hey wanita cantik sepertimu harusnya menemani kami saja di atas ranjang..ayo cantik ikut kami saja" ucap salah seorang dari anak buah pria tua yang sudah mati tadi.
Pria yang bersama Gia tersulut emosi mendengar ocehan anak buah Arben..dia menembaki orang-orang itu dan berhasil menumbangkan 4 dari 7 orang itu.
Gia membantu pria itu dengan menghajar orang-orang itu dengan tangan kosong..Gia memang sudah ahli bela diri juga persenjataan sejak usianya 12 tahun..dia dan Gio di latih keras oleh Rey..semua anak Rey bisa menggunakan senjata dan juga bela diri.
Gia dan pria itu berhasil mengalahkan para cecunguk itu..Gia tak mau berlama-lama di sana dan memilih mlengos pergi begitu saja meninggalkan pria yang bersama dengannya.
__ADS_1
"Hey nona tunggu aku..kita belum kenalan"
"Tidak usah kenalan..aku tidak berminat"
"Astaga wanita ini..tapi aku suka"
Gia berjalan menuju pintu keluar di susul pria tadi..mereka sama-sama keluar dari bangunan itu..tak lama kemudia bangunan itu meledak karena Gia lempar dengan sebuah bom berdaya ledak tinggi Yangs slalu dia simpan di dalam tasnya.
DUARRRR.........
Bangunan itu runtuh dengan tanah.. Gia dan pria tadi sudah menjauh dari lokasi sekitar 20 meter jaraknya..mereka aman dan selamat..pria tadi benar-benar sudah jatuh hati pada sosok Gia.
"Kau pemberani sekali nona..siapa namamu..?"
"Terimakasih atas pujiannya..jika kita bertemu lagi maka akan ku beritahu namaku"
"Haha baiklah kalau begitu akan ku tunggu pertemuan selanjutnya nona"
"Hm.."
Gia pergi dari lokasi dengan berjalan kaki..pria tadi juga mengikuti Gia dati belakang..senyum ya tak pernah luntur dari bibirnya.. sepertinya dia benar-benar sudah jatuh hati pada sosok Gia.
Flashback end>>>>>>>
"Bukankah itu penyelmatku.. seperti nya kita memang berjodoh ya.." ucap salah seorang pria yang duduk di hadapan Gia.
"Maaf kami terlambat..bisa kita mulai rapatnya..?" ucap Gia to the poin.
Hani menyiapkan dokumen yang akan Gia gunakan untuk rapat bersama kliennya..sedangkan dua pria yang berhadapan dengan mereka salah seorang nya adalah asisten dari pria yang selalu menatap Gia.
"Tomy siapkan dokumennya..aku ingin bekerjasama dengan mereka" ucap pria itu setengah berbisik pada asistennya.
"Baik tuan"
"Oh ngomong-ngomong maaf saya belum memperkenalkan diri sebelum nya..saya Gia wakil Direktur perusahaan.. kebetulan direktur utama kami tengah berhalangan hadir untuk beberapa waktu karean ada urusan penting jadi saya yang menggantikan posisi nya selama beliau tidak hadir..maaf jika saya terkesan kurang sopan pada anda sekalian" ucap Gia memperkenalkan diri pada kliennya.
"Tidak apa-apa nona Gia..kami paham..saya Lionel panggil saja El..saya harap kita bisa bekerjasama"
Gia dan Lionel saling pandang seakan tengah mengingat apakah sebelum nya mereka pernah bertemu..hanya Gia karean Lionel sudah mengenali Gia terlebih dahulu sedangkan Gia tidak karena Lionel melakukan operasi pada wajahnya yang rusak akibat di siram air keras.
**
**
__ADS_1
**
Maaf gaes hari ini aku up nya nunggu senggang karean bener2 lagi sibuk..othor lagi bantu2 di rumah ibu othor karena mau bikin acara aqiqah ponakan othor..jadi maaf mungkin siang atau sore ya sesempetnya othor akan up sekali lagi maaf banget..πππππππ.