PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 28 #S2_Waktunya Bermain


__ADS_3

Gio saat ini tengah duduk di sebuah kursi dalam sebuah ruangan tempat dia menyiksa para bedebah..dia duduk memandangi wajah wanita yang berani ingin menyakiti istri nya.


Gio masih diam..dia tak banyak bicara..hanya memandangi..tak ada raut kasihan atau apapun itu..gio bangkit dan menghadap anak buahnya.


"Kalian ingin bermain-main..nikmatilah tubuhnya..kalian bebas melakukan apapun padanya"


Keempat anak buah Gio tersenyum senang mendengar perintah dari bosnya..sudah lama mereka tidak bermain dengan wanita.


"Terimakasih bos"


"Lakuakn apapun yang kalian mau..jika sudha kabari aku..aku akan ada di ruanganku"


"Baik bos"


Gio meninggalkan ruangan itu dan menuju ruangannya..dia tak mau menyaksikan permainan anak buahnya..dia tak Sudi melihat tubuh wanita lain selain tubuh Alana.


Gio duduk di kursi kebesarannya..dia memejamkan matanya..dia lelah..tak berapa lama akhirnya Gio tertidur.


Para anak buah Gio sudah melancarkan aksinya..mereka mulai mendekati Carly yang sudah ketakutan.


"Waktunya bermain sayang..layani kami sampai puas"


"Tidakkk..pergii.. pergiiiiii..jangan mendekat"


"Ayo sayang jangan sok jual mahal..kami tau kau sudah sering bermain-main dengan daun kering kan..hahah"


"Pergi..jangan mendekat..aku tak Sudi melayani kalian.. pergiiiiii"


Anak buah Gio mulai melepaskan pakaiannya juga pakaian Carly.. Carly terus menjerit meminta di lepaskan..anak buah Gio tak memperdulikan jeritan Carly.


Semua kain yang melekat sudah terlepas..satu dari depan..satu dari belakang..satu dari mulut dan satunya bermain di squisy Carly.


Mereka bermain dengan begitu bringas..Carly hanya bisa menangis..dia menyesal sudah berani berbuat lebih terhadap Alana..menyesal pun sudah tiada guna.


Mereka terus bermain di atas tubuh lemah Carly..mereka sudah terbakar gairrah..mereka mulai menjalankan tugas nya.. bergantian hingga mereka puas.


"Bagaimana bit*ch kau maish belum menyesali perbuatan mu terhadap keluarga bos kami ahhh"


Anak buah Gio terus memacu tubuh Carly yang sudah lemah..satu persatu bergantian.. Carly benar-benar sudah tidak memiliki tenaga lagi..dia hanya bisa menjerit dan mendessah.


Selesai sudah 4 pria itu bermain dengan Carly..mereka puas bisa merasakan kenikmatan dari mangsa bosnya.

__ADS_1


Mereka memakaikan pakaian Carly lagi..salah seorang menghubungi Gio dan mengatakan jika permainan mereka sudah selesai.


"Bos kami sudah selesai"


"Apa kalian puas..?"


"Hehe puas bos.. terimakasih sudah memberikan barang gratis"


"It's ok..siapkan peralatan nya"


"Baik bos"


"Oh satu lagi bawa Tiger "


"Siap bos"


Gio berjalan menuju ruangan penyiksaan..dia akan menyiksa Carly dulu sebelum mengakhiri hidupnya..dia lebih suka melihat korban nya tersiksa dulu dan meminta cepat di bunuh.


"Seperti nya kau sudah puas bermain-main dengan anak buahku wanita murahan..?"


"Lepaskan aku brengsek..kau akan menyesal"


"Menyesal..hahahha..jangan mengada-ada"


"Melepaskan mu..jangan mimpi nona.. nikmatilah siksaan dariku"


Gio mengambil tang yang ada di atas meja..dia melap tang itu sebelum di gunakan.


"Keluarkan wanita itu"


"Baik bos"


Tiger sudah di bawa masuk.. Gio melihat Tiger masuk dna mengelus kepala nya..Tiger suka di perlakukan seperti itu oleh Gio..dia mendusel di kaki Gio.


"Kau sudha laoar boy.. tunggulah sebentar lagi..Daddy akan berikan makanan untuk mu"


Tiger hanya mengaum rendah..dia tau Gio pasti akan memberikan makanan untuk nya..kemarin dia dan rekan-rekannya sudah berpesta besar menikmati tubuh para bedebah lucnut.


Gio mengambil tang itu dan memakai sarung tangan agar tidak bersentuhan dengan kulit Carly..dia tak mau bersentuhan dengan wanita lain selain anggota keluarga nya juga istrinya.


"Berikan tangannya"

__ADS_1


Anak buah Gio memberikan tangan kanan Carly..Carly meronta berteriak dan menjerit tapi Gio tidak peduli..dia melancarkan aksinya mencabuti kuku Carly.


"Arkhhhhhh sakit...lepaskan aku"


Gio kembali mencabuti kuku Carly hingga tandas..dia tersenyum melihat kuku Carly sudah tidak ada lagi.


"Arkhhhhhh "


Gio berpindah pada tangan yang satunya..dia melakukan hal yang sama pada tangan yang sebelumnya.


"Harusnya kau berpikir dua kali lagi sebelum mengambil keputusan bodoh..kau pikir aku akan diam saja melihat rencana bodohmu"


Setelah selesai mencabuti semua kuku Gio menjepit jari tangan Carly hingga patah..dia terus melakukan itu hingga patah sudah kesepuluh jari tangan Carly.


"Arkhhhhhhh lepaskanlah akuuuu..sakit"


Carly hanya bisa menangis meratapi nasibnya..dia sudah salah memilih lawan..dia menyesal tapi dia tak bisa lari dari siksaan Gio..hanya menunggu akhir dari hidup nya saja.


"Aku tau apa yang sudah kau lakukan pada istruku sebelumnya..kau itu sebenarnya bodoh..kau bisa menjadi seorang designer karena kau menjual diri bukan begitu..hahhaa..ternyata Nana ku lah yang pantas untuk menyandang gelar itu..aku juga tau kau itu membeli karya orang dan menjadikan karya itu milikmu..aku juga tau kau yang telah membakar dan merusak semua karya istriku dulu..kau itu bodoh harusnya kau belajar bukannya merencanakan sesuatu yang merugikan mu..ckckck..lebih baik kau menjadi makanan kesayangan ku saja"


"B.. bagaimana.. bagaimana kau tau..?"


"Kau pikir aku tidak tau sepak terjangmu dalam merintis karir.. bukan merintis tapi menjilat..Kau itu harusnya sadar kemampuan mu tidaklah seberapa di banding istriku..kau begitu bodoh sedangkan Istriku dia berusaha dari nol untuk bisa mencapai titik ini..kau dengan gampangnya menghancurkan karyanya..dia hanya diam karena tak mau terlibat masalah..dia tak mau kau berakhir di balik jeruji besi..itulah istriku dia memiliki hati yang baik..tidak seperti mu yang hatinya busuk"


Carly hanya mendengar kata-kata Gio..dia tak menyangka Gio tau semua perbuatannya..padahal dia sudah sangat berhati-hati dalam bertindak.


"Tolong maafkan aku..aku menyesal..aku akan berubah maafkan aku"


"Memaafkan mu..cih..jangan mimpi..orang seperti mu jika di beri kesempatan maka akan mengulangi lagi perbuatannya di kemudian hari..lebih baik mengakhirinya sekarang"


Gio mengambil cambuk kawat yang sebelumnya dia gunakan untuk mencambuk Avril dan Amelly juga yang lainnya..dia membersihkan cambuk itu sebelum di gunakan.


"Tolong maafkan aku..aku menyesal..aku akan bersujud di kaki Alana tapi tolong maafkan aku"


"Tidak ada maaf untuk pendosa seperti mu"


Gio mencambuk punggung Carly..dia mencambuk berkali-kali hingga darah segar mulai mengalir dari punggung Carly.


"Arghhhhh..sakit..."


Gio tak memperdulikan teriakan Carly dia terus mencambuk hingga puas..dia tersenyum senang melihat genangan darah di tubuh Carly dan cambuknya.

__ADS_1


"Cukup untuk hari ini.. bersiaplah besok hari terakhir mu bernafas"


Gio meninggalkan Carly yang sudah terkapar tak berdaya..dia kembali ke rumah karena rindu dengan istri nya.. Carly begitu tersiksa..dia tak tau pria tampan seperti Gio bisa sekejam ini..ternyata dia salah perhitungan.


__ADS_2