
Keesokan paginya Rey dan Erick sepakat untuk memeriksakan kehamilan istri mwreka bersamaan.
"Baby kau sudah siap..?"
"Sudah by..apa si kembar di tinggal..?"
"Iya sayang..rumah sakit tidak baik untuk si kembar..tidak apa-apa kan..?"
"Baiklah..ayo berangkat"
"Ok "
Rey menuju rumah sakit..di jalan Rey menghubungi Erick dan ternyata Erick sudah hampir sampai di rumah sakit.
Rey dan Laura sampai di rumah sakit dan mereka menuju ke bagaian obgyn di sana mereka melihat Erick dan Nila..Laura seperti ingin berlari menuju Bila tapi tertahan karena pinggangnya di rengkuh Rey.
"Sudah berapa kali aku katakan jangan lari baby..ingat di perutmu ada anak kita..kau tak mau kan menyakitinya..?"
"Iya by maafin Laura".
"Sudah tidak apa asal jangan di ulangi lagi"
"Iya by"
Mereka sampai di depan ruangan dokter kandungan.. sebelum nya Erick dan Nila sudah mendaftarkan Laura juga dan kini mereka hanya tinggal menunggu giliran saja.
"Ayo masuk.."Ajak Rey pada Laura.
"Iya"
Rey dan Laura masuk kedalam dan bertanya jawab sedikit kemudian Laura melakukan pemeriksaan lwbih lanjut..setelah selesai dokter mengatakan bahwa usia kandungan Laura menginjak Minggu ke 5.
"Terimakasih dok..kami permisi" ucap Rey yang sudah tau mengenai apa yang boleh atau tidaknya di lakukan ibu hamil juga jatah si Jono tentunya.
Kini giliran Erick..mereka masuk dan melakukan pemeriksaan seperti Laura..dokter itu mengatakan usia kandungan Nila menginjak bualn ke 7 hanya selisih 2 Minggu saja dengan Laura.
"Terimakasih dok..saya akan lakukan sesuai yang anda katakan"
"Sama-sama tuan..mohon di jaga karena tri semester pertama sangat rawan akan keguguran jadi pastikan tidak terlalu tertekan bahkan kecapekan"
"Baik dok saya mengerti..ehm..kalau bagaimana dengan hubungan suami istri dok..apakaha masih bisa..?"
Erick mendapatkan satu cubitan di pinggangnya..dan itu sukses membuatnya mengaduh kesakitan sambil mengelus-elus pinggang yang jadi sasaran Nila tadi.
"Sakit yank.."
__ADS_1
"Makannya mulutnya di filter dulu ishhh nyebelin"
"Iya maaaf kan ini juga demi kelangsungan jatah si Jono tank"
"Tau ah..dok kami permisi terimaskaih"
"Yank kan belum di jawab sama dokternya.."
"Mau ikut pulang atau tidur di luar selama sebulan"
"Iya ikut pulang"
"Bagus"
Erick dan Nila menuju tempat parkir mobil di sana Laura juga Rey sudah menunggu mereka..Rey memasang wajah datarnya sedangkan Laura tersenyum melihat Nila.
"Bagaimana kata dokter Ni"
"7 Minggu ka..Kaka gimana..?"
"5 Minggu..berarti selisih 2 Minggu aja kita"
"Iya nggak nyangka ya ka..aku senang banget ada temennya "
"Kaka juga seneng "
Mereka memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan dekat rumah sakit.. tiba-tiba dua bumil itu ingin makan pasta yang hanya di jual di sana..Rey dan Erick mengiyakan saja permintaan bumil itu.
Sampailah mereka di pusat perbelanjaan..Laura berjalan dengan Nila sedangkan Rey di sebelah Erick.. mereka menjaga istrinya dari belakang.
"Ayo duduk..aku nggak sabar pengin makan pastanya" ucap Laura.
"Baby mau minum apa..?"tanya Rey.
"Orange jus aja by"
"Baiklah..tunggu sebentar ya jangan kemana-mana"
"Iya Dady"
Rey tersenyum mendengar nya..dia bahagia jika lauara juga senang.
Eri k juga sama seperti Rey..dia melayani permintaan Istri nya..pesanan Nila juga sama seperti Laura..dan Erick hanya bisa menurut saja.
Di saat para pria tengah memesan makanan dan minuman para bumil sibuk bergosip ria di mejanya..sesekali mereka tertawa dan kemudian menunjukkan wajah sedihnya..tak luput dari pantauan sepasang mata yang tengh melihat mereka penuh kebencian..ralat hanya Nila.
__ADS_1
Orang itu mendekati Nila dan Laura..
"Wah Nila aku nggak nyangka ternyata kita bisa ketemu di sini ya..?" ucap wanita itu yang tak lain adalah anak dari paman Nila.
"Sassy..mau apa kamu..?" Nila menunjukan wajah tak suka ketika Sassy mendekati mereka.
"Aku hanya rindu saja sepupu..apa kau tak merindukanku..?"
"Cihh..sudah lebih baik kau pergi kita tak sedekat itu"
"Hahaha..sombong sekali kau sekarang..kau sudah hidup enak tapi kau lupa dengan keluarga mu satu-satunya"
"Keluarga... Keluarga yang mana yang kau maksud..aku sudah tidak memiliki keluarga semenjak ayahmu mencuri surat tanah orang tua ku"
Sassy mendengar itu marah..dia hendak menampar Nila tapi dwngan sigap Laura menangkap tangan Sassy..Laura paling tidak suka melihat kekerasan karena dia sendiri sudah cukup tersiksa dulu..Laura menghempaskan tangan Sassy kemudian berkata pada Sassy.
"Nona..saya tidak tau masalah anda juga Nila..tapi saya minta jangan membuat keributan di sini..saya tidak melarang anda temu kangwn dengan keluarga anda tapi di tempat lain karena saya tidak suka keributan" ucap Laura di sambil menunjukan arah pintu keluar.
"Siapa kau berani sekali kau memerintah ku..?"
"Saya..saya adalah.. dengarkan baik-baik apa yang ingin saya katakan"
"Saya adalah....Kaka ipar Nila..apa kau puas nona..?"
"Kau.....-"
Belum sempat Sassy berucap datanglah dua pria tampan yang tak lain adalah suami masing-masing.
"Baby ada apa..?" tanya Rey sambil melihat ke arah Sassy tajam.
"Sayang ada apa ini..siapa dia..?" Erick juga sama.
"Bukan siapa-siapa by..hanya orang lewat" jawab Laura santai sambil memeluk suaminya posesif.
"Dia hanya orang asing..tapi kenapa kalian bercakap cukup lama.." Rey tak percaya jika hanya orang asing pasti sudah pergi sedari tadi.
"Sudahlah by usir saja..aku tak mau kehilangan napsu makanku" ucap Laura manja.
Erick juga sama..tapi dia memilih diam..Nila memeluk ya dengan posesif..karena sedari tadi Sassy melihat suaminya dengan tatapan lapar.
Begitu juga dengan Rey..Laura memeluknya dengan begitu erat karena Sassy juga melihat suaminya dwngan tatapan lapar.
"Nona sebaiknya anda pergi sebelum saya panggilkan keamanan di sini" ucap Erick yang tau istrinya tak nyaman dwngan kehadiran Sassy.
"Emm..boleh kita kenalan..aku Sassy sepupunya Nila..apa kau suaminya..?" ucap Sassy sambil mengulurkan tangannya bermaksud untuk lebih dekat.
__ADS_1
Erick tidak menanggapi Sassy dia hanya fokus pada istrinya..dia menyuapi istrinya dan tidak peduli dengan Sassy..Rey juga sama dia melakukan hal yang sama pada Laura..dia menyuapi Laura dwngan mesra..bahkan Rey meminum jus Laura dari mulutnya dan di arahkan ke mulut Laura.
Pemandangan itu sukses membuat Sassy kepanasan..dia memilih pergi dari sana..tapi dia janji akan mencaritahu siapa dua lelaki tampan itu.. beruntung sekali si Nila mendapatkan suami setampan Erick dan juga ipar setampan Rey.