PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 46_Sudah Berdamai


__ADS_3

Laura memimpin permainan panas mereka..dia begitu sudah tidak tahan..Laura seakan lupa bahwa dia tengh hamil tapi Rey selalu mengingatkan.


"Baby ahh..kau sudah pintar ya ternyata"


"Hubby ahh.."


"Faster baby..ahh..more baby"


Dan sampailah mereka pada kenikmatan duniawi..Rey melihat Laura yang begitu lelah akhirnya menyudahi permainan panas nya..dia kasihan pada Laura..di saat hamil pun dia masih bisa memuaskan birahi suaminya.


"Istirahatlah baby.. terimakasih untuk semuanya love you"


"Hm"


Laura tidak memiliki tenaga untuk sekedar menjawab ucapan Rey..dia begitu lelah.. hanya mampu berdehem saja..dia terlelap..begitu tenang.


Rey memilih membersihkan diri terlebih dahulu..dia juga lelah melayani istri nya yang sedang membara..Rey mandi kemudian setelah selesai dia mulai membersihkan kamar istri nya..dia ambil bantal,selimut serta membuang tisu yang sudah terkoyak bekas ingus Istri nya..Rey tidak jijik..toh mereka sudah suami istri sama-sama merasakan Saliva masing-masing..buat apa jijik.


"Seperti nya istriku benar-benar menakutkan akhir-akhir ini"


Setelah selesai beberes Rey keluar kamar dan membuatkan makanan untuk Laura..Rey bisa memasak walau jarang masak tapi kemampuannya tidak bis di ragukan.


"Makanan apa ya..hmm.. sebentar..Laura kan suka sama daging ayam.. sepertinya ayam goreng saja sudah cukup.. baiklah mari kita mulai"


Rey mulai memasak makanan kesukaan Laura. dai juga membuatkan sup ayam untuk Laura..Rey ingin istrinya makan dengan lahap agar anak-anak di perutnya juga tercukupi gizi dan semua yang di butuhkan.


Setelah kurang lebih 30 menit masakan sudah selesai dan tersaji di atas meja makan..Rey bergegas membangunkan Istri nya..dia tak ingin Laura sakit.


"Baby bangun dulu sayang..ayo makan dulu aku sudah memasak makanan kesukaan mu" ucap Rey ketika sudah ada di kamar.


Laura masih tak bergeming..Rey mencoba lagi kali ini dia usap lembut kepala istrinya serta memberikan kecupan pada wajah cantik Laura..Laura terpaksa membuka matanya karena ciuman Rey begitu mengganggu tidurnya.


"Ayo bangun makan dulu kasian anak-anak"


"Iya..Laura mau mandi by"

__ADS_1


"Baiklah..ayo aku bantu"


"Hm"


Rey membantu Laura mandi..kali ini tiada hasrat untuk bercinta..Rey dengan telaten memandikan Laura..dia membersihkan seluruh tubuh istrinya.


Selesai dengan mandinya..Laura dan Rey kini sudah berada di meja makan..Laura mencium bau harum dari masakan Rey langsung duduk dan menunggu di suapi Rey.


Rey paham..dia mengambil makanan untuk Laura..dia suapi dengan telaten hingga habis tanpa sisa bahkan nambah 2x..Rey senang melihat Laura makan dengan lahap.. usahanya tidak sia-sia karena Laura begitu menikmati makanan buatannya.


"By Laura mau setiap hari makan makanan buatanmu..bolehkan..?"


"Tentu saja baby..mulai hari ini aku akan memasak untukmu dan anak-anak..oh ya besok jadwal check kandungan kan..?"


"Iya by..hubby nemenin Laura kan..?"


"Tentu sayang"


"Terimakasih"


"Iya by..maaf waktu itu Laura nggak ngabarin hubby dulu..maaf Laura salah"


"Hey bukan kamu yang salah sayang..aku yang salah tidak seharusnya aku berduaan dengan klien di ruanganku.. sebenarnya aku juga sudah risih waktu itu hingga kau datang dan membuat perhatian nya teralihkan olehmu..aku kaget karena kau tiba-tiba muncul di kantor..aku bahkan tidak mendengar pertanyaan mu..maafkan aku seharusnya aku sadar lebih cepat..tidak akan lagi aku mengulang kebodohan ku baby..aku janji.."


"Iya by tidak apa-apa..Laura maafkan tapi ingat by hati Laura juga bisa sakit jika terus hubby sakiti..maka Laura minta jangan sakiti hati Laura lagi karena jika itu terjadi maka hati Laura akan Laura tutup untuk selamanya agar tidak ada lagi yang mampu memberikan rasa sakit pada Laura"


Rey memeluk Laura erat..dia benar-benar bersalah..sudah cukup Rey tak ingin Laura tersakiti lagi oleh perbuatannya..Rey tak ingin Laura salah paham lagi padanya.. mulai besok jika ada klien wanita maka lebih baik Erick juga ikut di ruangannya agar tidak terjadi hal serupa.


Kini Laura dan Rey sudah selesai dengan urusan salah paham nya.. seperti biasa Laura akan menempel jika sudah begini maka Rey hanya bisa pasrah.. dia juga tidak keberatan dengan sikap Laura.


Tuan Wilson dan yang lain sudah dalam perjalanan menuju apartemen tuan Jonathan..mereka sampai di apartemen dan segera masuk..mereka terkejut mendapati pemandangan yang indah.. akhirnya dia anak ini bersatu lagi.


"Ekhem.. sepertinya ada yang udah baikan nih..?" goda mama Rey.


"Momy..Laura malu ih"

__ADS_1


"Sudah sayang tidak apa..jangan malu.. sekarang sudah selesai kan salah paham nya..maka kedepannya jangan ada lagi drama seperti ini ya " ucap nyonya Mariana pada kedua nya.


"Iya mom..Rey janji nggak akan ada drama seperti ini lagi"


"Bagus Dady pegang kata-kata mu " tuan Wilson menimpali perkataan Rey.


"Sudah lebih baik Laura dan Rey pulang saja dulu habiskan waktu kalian di rumah..di sini tempatnya para orang tua" tambah tuan Jonathan menyarankan.


"Baiklah dad..kami permisi"


"Hati-hati"


Sementara itu di kantor Erick tengh frustasi karena dokumen yang begitu banyak di atas mejanya tidak habis-habisnya dia sudah lelah..dia ingin istirahat..tapi dia bukan bos..dia harus melakukan perintah bosnya yang tengh bucin..jika tidak tamatlah riwayatnya.


"Astaga kenapa dokumen ini tidak ada habisnya sih..huhh aku ingin menikah juga..hiks"


Erick memilih pergi ke cafe seberang kantor..dia ingin merilekskan pikiran sebelum membasmi dokumen sialan itu lagi.


Erick sudah sampai dan menuju meja kasir untuk memesan minuman dan juga makanan.


"Mba latte satu dan cheese cake nya 1 ya"


"Baik tuan...silahkan tunggu di meja anda"


"Baiklah"


Erick duduk di kursinya sambil menunggu pesanannya..dia memperhatikan seorang pelayan wanita yang tengh di marahi oleh pelanggan.


"Mentang-mentang orang kaya main seenaknya saja "


Erick awalnya membiarkan saja toh bukan urusan nya..namun semakin ke sini pelanggan itu bahkan mendorong-dorong tubuh sang pelayan itu..Erick tidak tahan melihat kekerasan sepihak itu.


Dia bangkit dan mendekati mereka..Erick mencengkeram tangan pelanggan yang ingin menampar pipi sang pelayan itu.


"Jangan hanya berani dengan wanita brengsek"

__ADS_1


__ADS_2