PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 131_Bertemu,Sudah Iklhas


__ADS_3

Rey dan yang lainnya sudah kembali ke rumah..hati semakin sore angin pantai juga semakin kencang..Rey tak ingin para bocil masuk angin.


Sampailah mereka di rumah.. masing-masing membersihkan diri karena banyak pasir yang masih menempel di tubuh masing-masing.


"Aka kau senang baby..?" tanya Rey ketika sudah selesai membersihkan diri.


"Laura bahagia by.. terimakasih ya"


"Sama-sama sayang..apapun untukmu..tapi mana bayaranku..?"


"Ishhh..nanti malam Laura di atas..hubby hanya diem jangan banyak gerak"


"Hahaha.. baiklah aku tunggu servicenya baby"


Laura mencium bibir Rey..dia sudah mahir berciuman sekarang..Rey selalu mengajarkan pada Laura cara berciuman dan membalas ciumannya.


"Semakin pandai saja..besok ikut ke kantor ya..aku bosan sendirian"


"Baiklah..Laura ikut"


"Terimakasih sayang..i love you Lauraku"


"Love you more my hubby"


Tidak ada pergulatan panas..karena pergulatan panasnya di ganti nanti malam..sekarang mereka hanya beromantis dulu.


*


*


Di kamar Erick dan Nila..Erick di buat kesal dengan istri dan anaknya..dia cemburu istrinya dimonopoli oleh kedua anaknya.


"Yank.."


"Apa sih"


"Aku juga mau"


"Mau apa..?"


"Mau kaya Sean dan Via"


"Hey mereka anak kecil jadi wajar manja-manjaan sama momynya..lah kamu kan udah besar. katanya nggak pernah cemburu sama anak sendiri waktu ngekek ka Rey..cih..omdo"


Erick tertampar oleh mulutnya sendiri..memang benar dia yang bilang tidak akan cemburu oada anak sendiri waktu mengejek Rey.


Erick benar-benar sudah tidak bisa berkutik selain kepanasan meluaht istrinya di jajah oleh dua bocah nakal itu.


"Astaga bisa gila aku kalau begini"


Erick bangkit dan membawa kedua bocah itu oada susternya..dia kembali lagi dan mendapati istrinya tengh terpingkal-pingkal dan berguling-guling di kasur.


"Puas sekali ya menertawakan suami sendiri"


"Hahaha... itukan kamu yang ngomong sendiri..aku kan cuma membuktikan hahaha..ternyata kamu juga sama cemburuan kaya ka Rey hahahah"


"Ok baiklah..sekarang rasakan pembalasan dariku"


Wajah Nila berubah menjadi panik..dia pasti akan habis jika di makan suaminya sekarang..aduh bagaimana ini.


"Eh..mau ngapain..?"


"Membalas mu"

__ADS_1


Erick melepaskan pakaiannya satu persatu hingga polos.. Nila menelan ludah nya dengan usah payah..dia kena jebakan sendiri.


"Apa..apa..nanti malam saja ya yank..a..aku mau..man..di"


"Ayo tidak usah bertele-tele..aku tau kau menghindar"


"B..bukan..a..aku mau..man..di..dulu..biar lebih semangat hahaha"


Erick tak mengindahkan ucapan Nila..dia sudah terbakar oleh ulah kedua bocah nakal itu.. bagaimana tidak bukit kembar nila di lahap habis oleh Via dan Sean.


Tubuh Nila di panjat bagaikan lomba panjat pinang..Erick tak kuasa menahan cemburunya..dia akhirnya memilih membawa kedua bocah itu pada suster nya.


Skip.......


Malam harinya setelah makan malam selesai para penghuni rumah kembali ke kamar masing-masing.


Laura dan Rey kembali ke kamar setelah memastikan para bocil tidur dengan oulas dan di jaga susternya.


Di dalam kamar....


"Baby ayo aku menunggu service darimu"


"Sabar by..Laura bersih-bersih dulu"


"Ok sayang"


Tak berapa lama Laura keluar dengan menggunakan lingerie seksi warna hitam yang kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus.


Rey ternganga melihat betapa cantiknya istri nya itu..ah tidak sabar dmkan si Jono.


"Ok ready to serve you hubby"


"Ok baby do it..IM yours"


Laura mulai melakukan tugasnya..perlahan tapi membuat Rey melayang..sangat lembut dan penuh perasaan.


Skip......


"Baby kau sudah tau tugasmu hm..?"


"Sudah by..jika di kantor harus profesional jangan panggil baby atau sayang"


"Baiklah..sesuai perintah nyonya Rey"


Sampailah di kantor..Laura turun kemudian Rey juga.. Erick juga turun dari mobil yang sama.. sebenarnya dia risih dengan kemesraan pasangan suami istri itu tapi istrinya tidak mau di ajak ya sudah.


"Ayo masuk"


Laura mengikuti langkah Rey di susul Erick..hati ini mereka ada rapat dengan perusahaan Steven..mereka ingin membahas kerja sama pembangunan hotel di dekat pantai yang letaknya dekat pinggir kota.


"Laura apa sudah kau siapkan semua yang di butuhkan..?"


"Sudah tuan..rapat 10 menit lagi akan dimulai"


"Bagus..kerja bagus"


"Terimakasih tuan pujiannya"


Laura kembali duduk di kursi nya masih di ruangan Rey karena Rey si bucin tak mau jauh-jauh dari istri cantik nya.


"Baby..."


Laura menoleh dan melirik sekilas kemudian lanjut pada dokumen yang dia pegang.

__ADS_1


"Ishh..baby..aku butuh suplay energi"


"Tuan ini di kantor saya sekertaris anda bukan istri anda"


Rey tak peduli dia membawa Laura kedalam kamar pribadinya..dia llumat bibir Laura..hanya sekedar llumat dan pegang sana pegang sini.


"Baby i want you"


"Waktunya mepet by.."


"Please..i want you baby"


"Huhh .pakai tangan aja ya by.."


"Baiklah"


Rey merem melek menikmati service terbaik dari tangan Laura..walau cuma pakai tangan tapi Laura mampu memuaskan Jono yang sudah tegak lurus.


"Faster baby..ah"


"Y..yes..ah.. sedikit lagi baby..ahh"


Dan akhirnya Rey sampai di puncak kepuasannya meski hanya dengan tangan sang istri saja.


"Thank baby.."


Mereka berciuman sebentar kemudian keluar dan mulai menuju ruang rapat..di rumah rapat sudah ada Erick dan Steven beserta beberapa orang lainnya.


Rey masuk bersama Laura..Steven sempat ingin berdiri memeluk Laura tapi lagi-lagi dia harus sadar Laura atau Lala sudah dimiliki oleh orang lain.


'Lihaylah betapa bahagianya dia..jangan kau usik kebahagiaan nya Steven..relakan jika kau menyayangi nya' batin Steven.


Steven senang akhirnya bisa bertemu dengan Lala setelah sekian lama..dia juga sempat terkejut setelah mengetahui bahwa Lala semoat beberapa kali ingin di jual oleh keluarga Anderson..tapi sekarang dia bahagia karena raut bahagia terpancar dari wajah Lala.


"Maaf semuanya..tadi ada sedikit masalah.. baiklah mari kita mulai rapatnya..Erick silahkan di bagikan proposal proyeknya"


"Baik bos"


Erick membagikan proposal proyek pembangunan itu pada seluruh orang yang ada di dalam ruang rapat.


Rapat berjalan lancar dan menemukan hasil yang maksimal dari kedua belah pihak.


"Terimakasih tuan Steven atas kepercayaannya pada perusahaan kami" ucap Rey tulus.


"Sama-sama tuan Rey.. perusahaan kalian sudah tidak bisa di ragukan lagi dalam hal ini..maka dari itu saya berharap semoga hasilnya dapat memuaskan"


"Tentu saja tuan Steven..kami akan melakukan yang terbaik untuk hasilnya"


"Baiklah..kalau begitu saya permisi tuan karena waktunya juga sudah semakin siang"


"Ok begitu . baiklah hati-hati di jalan tuan"


"Sama-sama tuan..mari tuan..nona"


Laura hanya tersenyum samar..dia tak suka menanggapi laki-laki lain sealin suaminya dan keluarga tentunya.


"Baby kau mau makan apa"


"Tuan ini kantor dan syaa bukan baby tuan huh"


"Hahaha..ok sekertaris Laura..mari makan siang bersama..?"


"Anda sudah memiliki istri dan anak tuan.mjaga sopan santun anda "

__ADS_1


"Hahaha.. baiklah..kalau begitu..istriku Laura maukan kau makan siang dengan suamimu ini..?"


"Baiklah suamiku..",


__ADS_2