PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 4 #S2_Engagement Day


__ADS_3

Gio mulai melakukan persiapan untuk pertunangannya dengan Alana..dia mempersiapkan segala sesuatunya sendiri..dia tak mau sang mommy kelelahan..dia meminta ketiga adiknya untuk membantu mempersiapkan persiapannya juga.


"Ka cincinnya mau yang mana..ini atau ini..?" tanya Gia yang sedang menunjukkan beberapa motif cincin.


"Yang ini saja bagus..simple tapi elegan.. bagaimana menurutmu..?"



"Kau memang berselera tinggi ka..bagus " ucap Gia menatap cincin pilihan kakaknya.


Selesai dengan urusan cincin..kini mereka menuju sebuah butik baju khusus untuk memesan baju yang akan Gio dan Alana pakai.


"Ka baju ini cocok loh sama ka Alana.. bagaimana menurut kakak..?"


Gio melihat segala sisi dari baju itu..dia tak mau ada bagian yang terbuka karena dia tak mau Alana di tatap oleh laki-laki lain selain dirinya..dia tak rela.


Setelah mengecek akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah gaun yang simple tapi tertutup meskipun begitu sangat cantik dan indah jika di pakai Alana.


"Yang ini saja Kaka lebih suka..lebih tertutup"


Gia melihat pilihan kakaknya memang simple tapi kelihatan cantik jika di pakai Alana.. baiklah seperti nya kakaknya itu ada bau-bau bucin bin posesif.


"Ya terserah kau saja..jadi apa gunanya aku di sini jika kau bisa memilih sendiri huhh"


"Kau..gunanya untuk menemani kakak agar kakak tidak di lirik wanita lain..kakak jijik melihat tatapan lapar mereka.."


"Huhh..jadi ceritanya adik tapi di jadikan seperti pacar begitu..huhh tambah 500dolar untuk rangkap jobku"


"Astaga kau perhitungan sekali sih.."


"Mau tidak..?"


"Iya..iya mau"


"Bagus"


Gia tersenyum penuh kemenangan melihat wajah kesal kakaknya..dia tidak mau jadi bahan lirikan tajam dari para wanita yang sangat mendamba kakaknya.


Gia mulai melakukan aktingnya..dia menggandeng lengan Gio dan bergelayut manja di lengan itu.. Gio jadi menyesali idenya..adiknya jika sudah berakting akan total sekali.


"Bisa tidak jangan begini..Kaka ilfill tau" bisik Gio di telinga Gia.


"Diamlah..kau tak lihat tatapan para wanita itu..?" tekan Gia juga berbisik.


"Huhhh.. terserah kau saja" akhirnya Gio pasrah saja.


Gio membayar gaun itu dan meminta pihak butik untuk mengirimkan nya pada alamat rumah Samuel.. Gio kembali melanjutkan ke tempat selanjutnya tentu saja dengan Gia yang masih menempel di lengannya.. benar-benar ingin sekali menjitak adiknya.


Selesai dengan segala persiapan nya.. Gio dan Gia pulang hingga hari sudah gelap..tak terasa hari ini ternyata sibuk sekali saudara kembar itu.

__ADS_1


"Mommy..mommy where are you mom..?"


Rey muncul dan mendekati kedua anaknya..dia tanpa aba-aba langsung memeluk dua anaknya..Rey tau pasti si kembar minta pelukan Laura..Rey tak mau membagi Laura meski dengan anak- sekalipun.


"Daddy..what are you doing..?" ucap Gio yang tiba-tiba mendapat pelukan dari daddynya.


"Dad Gia mau di peluk mommy bukan Daddy..ihhh lepasin Gia dad"


"Sudah diamlah.. atau Daddy bawa mommy ke tempat Oma Mari mau..?"


"Noooo" jawab mereka serempak.


Rey tertawa puas melihat kepanikan si kembar..dia senang menggoda anak-anaknya.. menyenangkan sekali rasanya.


Laura datang dengan di tempeli dua anaknya yaitu Gian dan Genie.. benar-benar lepas dari si kembar sekarang malah di monopoli Gian dan Genie.


"Astaga bisa tidak kalian lepaskan mommy kalian.. kasihan" ucap Rey kesal.


"Eleh bilang saja Daddy juga mau kan begini..huhh modus" ejek Genie.


"Anak ini..huhh sudah lebih baik kita makan malam dulu"


"Ok mom" jawab keempat bocah itu bersamaan.


Rey hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anaknya..dia selalu kalah jika melawan empat anaknya.. sudahlah biarkan saja.


Skip.....


"Alana apa kau sudah siap nak..?"


"Sudah mom..Nana gerogi mom"


"Santai saja sayang..bukankah ini impian mu hm..?"


"Mommy apaan sih..Nana malu ih"


"Hahah sudah ayo keluar Semua sudah menunggu"


Alana dan mamanya keluar..di sana sudah ada keluarga Gio dan juga Gio yang sudah menunggunya sedari tadi.


Gio menatap Alana dengan tatapan penuh kagum..cantik sekali.. Alana begitu cantik dengan gaun pilihan nya.



Kira-kira begini penampilan Alana dengan gaun yang Gio pilihkan.


Alana melihat Gio juga tak kalah tampannya dengan sang Daddy..dia terpesona dengan ketampanan Gio..jantung oh jantung jangan buat malu.


__ADS_1


Inilah penampilan Gio..tampan dan berkharisma..dua kata yang cocok untuknya.


Acara pertunangan lancar.. Gio dan Alana sudah resmi bertunangan.. Gio tersenyum ke arah Alana begitu juga dengan Alana dia juga tersenyum manis ke arah Gio.


"Thanks for everything" ucap Gio berbisik di telinga Alana.


"Everything what..?"


"Nothing"


"Up to you"


Mereka melanjutkan acaranya hingga selesai.. setelah selesai mereka kembali ke rumah masing-masing.. Gio tak ingin berlama-lama bertunangan..dia ingin segera menghalalkan Alana.


"Dad Gio tak mau berlama-lama bertunangan..banyak kerikil di luaran sana"


"Kau kira berumahtangga tidak banyak badainya.. berumahtangga bukan untuk sekedar memuaskan kebutuhan biologis kita Gio tapi berumahtangga itu membina sebuah keluarga agar lebih erat dan saling percaya adalah salah satu kunci dari keutuhan rumah tangga..mantapkan dulu niatmu dan mentalmu..kami tidak mau hal buruk terjadi pada hubungan kalian..mommy dan Daddy sudah banyak melalui asam garam pahit manis kehidupan berumahtangga boy.."


"Tenang dad.. Gio sudah mantap.. Gio tak mau berbuat lebih jika kelamaan.. Gio juga laki-laki normal dad"


"Huhh baiklah..besok kita ke rumah uncle Sam saja..kita bahas di sana bagaimana baiknya"


"Thanks dad..you are the best"


"Dasar bocah ini.."


Skip........


Seorang wanita tengah menatap penuh kebencian foto yang ada di depannya..dia ingin sekali membunuh orang yang ada di foto itu.


"Kenapa nasibmu selalu neruntung dariku sialan.. kenapa"


Wanita itu meluapkan emosi nya oada foto di hadapannya..dia mencabik-cabik foto itu dengan pisau yang di pegang nya.


"Akan ku buat kau menderita sialan..lihatlah aku akan lebih bersinar daripada kau.. tunggulah kehancuran mu sialan arghhhh aku benci padamu arghhhh"


Wanita itu mengoyak foto di hadapannya..dia meluapkan segala emosinya..dia berjanji akan membuat hidup orang yang ada di foto itu menderita.


Wanita itu keluar dari kamarnya dan mendapati sang ayah yang hanya menatapnya datar..tidak ada raut bahagia di wajah tua itu.


"Mom..apa kau tak salah memberikan informasi mengenai wanita itu..?"


"Tidak.. kenapa kau tak percaya pada Mommy..?"


"Bukan mom.. aku hanya ingin memastikan lagi saja"


"Avril kau hanya cukup untuk membalaskan dendam daddy mu..dia yang menjadi korban dalam peristiwa itu..kau tak sayang pada daddy mu..?"


"No mom..Avril sayang dengan mommy juga Daddy..Avril janji akan membuat dia menderita.. percayalah mom"

__ADS_1


"Baik Mommy pegang janjimu"


Mereka sudah merencanakan sesuatu yang buruk untuk membuat sasarannya menderita seperti anggota keluarga nya yang harus menderita akibat peristiwa itu.


__ADS_2