
Setelah makan siang Vallery dan Willy pulang..mereka sudah kenyang.. Vallery tadi sampai nambah 2kali saking lapernya atau saking doyannya.
Willy sampai di buat malu sendiri..tapi dia suka karena Vallery tidak malu-malu atau sok jaim seperti kebanyakan wanita.
"Thanks makan siangnya..kita balik dulu"
"Ya..sana pulang"
"Hishhh ka Rey kok ngusir kami..nanti Vall culik loh ka Laura nya"
"Udah anak kecil jangan banyak omong..sana pulang tidur siang buat masa pertumbuhan nya lancar"
"Will..Will Vall kesel sama ka Rey masa Vall di katain pertumbuhan nya nggak lancar"
"Udah ayo pulang lama-lama di sini tambah gesrek nih otak"
Willy membawa Vallery yang masih ingin di sana..dia tak mau mengganggu waktu intim Rey dan Kaka iparnya..dia juga tau sebagai laki-laki Rey tentu saja ingin di layani.
Setelah kepulangan Willy dan Vallery..Rey dan Laura masuk ke kamarnya..Laura mandi..dia gerah.. badannya lengket karena keringat.
Rey menunggu Laura selesai..dia tak mau menyerang Laura..semalam mereka sudah enak-enak dia tak mau Laura kelelahan dan akan berakibat dia yang rugi.
"Huhh bisa-bisanya si Willy punya istri model begitu..untung istriku nggak begitu..kalau iya bisa repot jadinya"
Rey berbaring di ranjang..dia memejamkan matanya sejenak..ngantuk..setelah kenyang makan dia ingin tidur tapi badannya lengket dia harus mandi dulu baru bisa tidur.
Laura selesai..dia keluar dengan sudah rapih..Rey masuk setelah mencium bibir dan kening Laura..dia tak bisa menganggurkan bibir Laura kelamaan..mubazir katanya.
"Nanti malem aja lah minta hubby dandan kaya Oppa Oppa Korea.."
Laura berbaring..dia juga jadi ngantuk..virus Vallery benar-benar berbahaya..untung Nila dan Erick nggak ada tadi kalau ada sudah bisa di pastikan mereka juga akan kena virus Vallery.
"Laura kok jadi ngantuk merem bentar aja lah..hubby juga kayaknya masih lama hoammm.."
Laura memejamkan matanya..dia ngantuk..kenyang sudah perutnya sekarang tubuhnya minta di istirahatkan.
Rey selesai..dia keluar juga sudah rapih.. dia melihat Laura tertidur..dia tersenyum..Rey mendekati dan mencium pucuk kepala Laura.
Rey ikut berbaring di sebelah Laura..dia peluk tubuh Laura..harum..istrinya membuatnya betah di rumah dan tak ingin kemana-mana.
Skip........
Para Kanjeng-kanjeng telah selesai menidurkan para bocil..mereka kelelahan setelah bermain begitu semangat.. Gio sangat sayang pada adik-adiknya..meskipun sikapnya kadang bikin geleng-geleng kepala tapi jika sudah menyangkut ibu dan adiknya dia bisa berubah semanis madu..persis seperti Rey.
__ADS_1
"Jeng apa kau tak lelah..?"
"Lelah jeng tapi ketika melihat senyum mereka seketika lelahku hilang jeng"
"Betul jeng..akupun sama"
Mereka tersenyum melihat para bocil tertidur dengan pulas..rasa lelah setelah menemani bermain seharian terbayar lunas melihat betapa nyenyaknya oara bocah itu tertidur.
Para Kanjeng-kanjeng menuju kamarnya masing-masing..suster bergantian menjaga triple G.
"Dad kau sedang apa..?" tanya mama Rey.
"Tidak ada mom..hanya sedang membaca artikel saja"
"Istirahatlah..aku juga lelah.. bocah-bocah itu tak kenal lelah kalau sudah bermain..apalagi Gio huhh kalem kalau dengan Laura saja"
"Ya persis seperti Rey lah mom..namanya juga anaknya Rey haha"
"Ya kau benar dad..mommy jadi rindu masa-masa Rey kecil dulu"
Akhirnya mereka bercerita sekilas tentang masa anak-anak Rey..Rey persis seperti Gio tingkahnya..tidak ada yang di buang..dari wajah hingga sifat..copyannya Rey.
Di kamar lain juga begitu..mommy Mari dan Daddy Jo juga mengingat masa Laura waktu berusia 5 bulan sebelum mereka kehilangan Laura.
"Ya namanya juga anaknya mom..sayang sekali kitatidak memiliki kenangan saat Laura berusia 1 tahun..Daddy benar-benar menyesal mom"
"Sudahlah dad..itu sudah terjadi..jalani masa depan yang ada di depan kita..lupakan masa lalu mommy tidak ingin mengingat kembali kenangan buruk itu dad"
"Maaf mom..Daddy hanya merasa gagal menjadi ayah"
Mereka berpelukan..menuangkan perasaan yang terpendam satu sama lain..mengingat kembali tentang masa lalu sama saja membuka luka lama.
Para Kanjeng-kanjeng memilih beristirahat setelah sesi curhat-curhatan..mereka juga jadi lelah setelah menuangkan perasaannya.
Skip........
Bastian saat ini tengah bahagia.. sebentar lagi dia akan menikah dengan sang pujaan hati..dia akan memberitahukan kabar bahagia ini pada keluarga Richard dan keluarga Wilson.
Saat ini Bastian tengah berada di sebuah butik..dia sudah memesan gaun pengantin dan juga jas untuknya..acaranya akan di laksanakan seminggu lagi.
"Sayang kau cantik sekali.."
"Jangan menggodaku Bas"
__ADS_1
"Aku serius..kau sangat cantik"
"Sudahlah..aku jadi malu"
"Hahaha.. baiklah ayo..kita harus ke toko perhiasan untuk mengecek pesanan cincin pernikahan kita"
"Baiklah"
Bastian dan Arny menuju toko perhiasan..mereka ingin mengecek pesanan cincinnya.. sebenarnya Arny tidak mau terlalu berlebihan dalam pernikahan nya tapi namanya juga Bastian..dia tak bisa di lawan..biarkan saja.
"Sayang bagaimana cincinnya..apa kau suka..?"
"Ini berlebihan Bas.. yang sederhana saja lah"
"No ini sudah paling simple.. baiklah sedikit sentuhan lagi maka akan selesai"
"Astaga Bas..mau kau apakan lagi itu cincin..huhh jangan buang-buang uang Bas.."
"Tenang saja sayang..ini momen sekali seumur hidup..aku tak mau melewatkan kesempatan ini"
"Huhh ya sudahlah terserah kau saja..aku ikut"
"Good girl..ayo pulang"
Ya Bastian dan Arny tinggal serumah..lebih tepat nya Bastian yang memaksa Arny..dia tak mau calon istrinya tinggal sendirian..dia tau calon istri nya itu anak yang di buang.
Bastian dengan yangan terbuka menerima Arny..Arny sangat bahagia bisa mendapatkan calon suami seperti Bastian..awalnya memang tidak semudah yang dia pikir tapi setelah menjalani nya akhirnya kebahagiaan menghampiri mereka.
Bastian menghubungi keluarga Richard..dia mengabarkan akan segera menikah..Bastian tidak punya orangtua lagi maka dari itu dia meminta keluarga Richard menjadi wakilnya dan keluarga Wilson menjadi wakil calon Istri nya yaitu Arny.
"Hallo bibi..ini Bastian"
"Ya Bas ada apa..?"
"Bastian mau menikah Minggu depan bi..apa bibi bisa menjadi walinya Bastian dan keluarga Wilson bisa menjadi walinya Arny calon istri Bastian..?"
"Kau itu seperti dengan siapa saja..tentu saja kami pasti akan menjadi walimu dan wali calon istrimu..kau tenang saja..kirimkan saja tanggal pernikahannya dan juga tempatnya..2 hari lagi kami akan ke sana"
"Terimakasih bi.. terimakasih atas bantuannya..Bastian sayang kalian"
"Sama-sama Bastian..kau juga keluaga kami..jangan sungkan"
Telepon terputus...Bastian menangis haru..dia tak menyangka akan mendapat keluarga baru yang amat sangat baik terhadapnya..jika saja ibunya bisa tobat sewaktu masih hidup pasti ibunya bisa merasakan kehangatan keluarga Richard dan Wilson..sangat di sayangkan jalan yang di pilih ibunya salah.
__ADS_1