
Tiga hari setelah kejadian ular di kamarnya..Laura sama sekaki tak mau menginjakkan kakinya kedalam kamar yang biasa menjadi tempat mereka bertempur.
Laura tak mau mengingat kembali tentang kejadian itu..dia masih ketakutan jika kembali terbayang-bayang dengan ukar itu.
"By jangan ke kantor ya..Laura nggak mau jauh-jauh dari hubby"
"Baby dengarkan aku..aku cuma. sebentar sayang.. anak-anak sudah sama momy mereka aman di rumah momy..kau istirahat saja ya..jam makan siang aku sudah pulang..jangan ingat lagi pikirkan yang lainnya"
"Baiklah by..tapi janji jam makan siang langsung pulang"
"Iya baby..istriku..cintaku..sayangku..sudah ya aku berangkat..take care baby"
"Iya by"
Setelah memberi kecupan singkat Rey menuju mobilnya..dia berangkat ke kantor..andai tidak ada pertemuan penting dia memilih di rumah saja menemani Laura.
Suasana kembali sunyi.. anak-anak sudah mengungsi ketempat oara Kanjeng-kanjeng..Laura hanya seorang diri bersama pelayan saja.
"Enaknya ngapain ya..sepi..huh.."
Laura memilih duduk di ruang tamu..dia menonton TV sambil nyemil..sedikit menghilangkan ketakutannya..Laura ketiduran karena saking nyamannya.
Para pelayan tak ada yang berani membangunkan Laura..mereka sudah melapor kepada Rey..Rey berkata biarkan saja asal istri nya nyaman.
Di saat para pelayan sedang asik bekerja dari arah gerbang terdengar suara tembakan..tak sampai di situ saja..suara tembakan itu semakin dekat dengan pintu masuk.
"Suara apa sih..berisik sekali" Laura bangun karena merasa terusik oleh asal suara itu.
Laura bangkit dan hendak melangkah menuju pintu tapi di tahan oleh salah satu pelayan..pelayan itu mengatakan jika biar dia saja yang membukanya.
Laura menuruti kemauan sang pelayan..dia juga sedikit pusing akrena tidurnya terusik..pelayan itu membuka pintu dan seketika suara tembakan memekik telinga Laura.
Laura terperangah melihat sang pelayan itu bersimbah darah..dia menjerit histeris..salah satu pelaku melihat Laura menjerit dia mendekati Laura dan menembakkan peluru tepat di lengan Laura.
Laura meringis dan syok..dia gemetaran..seketika tak sadarkan diri..para pelayan menghampiri Laura setelah para pelaku penembakan pergi.
"Akshhhh..."
Laura pingsan seketika..para owkayan sudah menghubungi Rey..ponsel Rey tidak bisa di hubungi mungkin sedang rapat.
__ADS_1
Sementara di kantor Rey baru selesai dengan pertemuan nya..dia kembli ke ruangannya..dia melihat ponselnya seperti nya banyak panggilan masuk.
Mata Rey membulat sempurna ketika melihat isi pesan yang masuk ke ponselnya.
0xxxx......"Bagaimana kejutan dariku tuan Reyhan Jade Wilson.. apakah Anda senang..lain kali saya akan lebih berterimakasih kepada anda dengan cara yang lain lagi..oh ya istri anda seperti nya syok dengan ucapan terimakasih dari saya hahaha"
Begitulah kira-kira isi pesan masuk di ponsel Rey..jantung Rey berdegup kencang ketika menghubungi rumah tapi tidak ada balasan.
"Shittt..siapa yang berani mengusik ketenangan ku..akan aku habisi kau brengsek" umpat Rey sambil berlari menuju mobilnya.
Rey melajukan mobilnya secepat mungkin..dia tak peduli umpatan para pengguna jalan lain..yang dia tau saat ini adalah cepat sampai rumah dan melihat kondisi Laura.
Sampai di depan gerbang kediaman nya..Rey terperangah melihat banyak mayat penjaga rumahnya..seketika jantungnya berpacu lebih cepat.
"Laura..baby"
Rey turun dari mobil dan berlari menuju rumah..dia tak menghiraukan panggilan dari anak buahnya..dia hanya ingin melihat istrinya saja.
"Laura..sayang...kamu dimana baby..?"
Rey terus berteriak memanggil Laura..pelayan datang dan memberitahukan pada Rey bahwa Laura di rumah sakit karena lengannya di tembak oleh orang tak di kenal.
Darah Rey berdesir..dia murka..geram..marah..siapa yang berani melakukan hal bodoh seperti ini..lihat saja apa yang bisa Rey lakukan padanya.
"Maafkan aku Laura.. seharusnya aku mendengarkan mu tadi..bodoh..bodoh..bodoh..bodoh kau Rey..arghhhh"
Rey memukul stir hingga tangannya memerah..dia tak merasakan apapun..yang ada dalam pikirannya hanya Laura..Laura..dan Laura.
Sampailah dia di rumah sakit..Rey segera menghubungi kepala pelayan rumah Rey..dia menuju kamar rawat Laura..sampai di kamar rawat Laura Rey masuk dengan perlahan.
Rey melihat Laura masih memejamkan matanya..dia mendekati Laura..kepala pelayan itu undur diri karena tuannya sudah datang maka kehadirannya tidak di perlukan lagi.
"Baby..maaf sayang..ini salahku..bangun La.."
Rey mengelus kepala Laura..dia melihat lengan Laura yang di perban..matanya memerah..dia sakit melihat belahan jiwanya seperti ini.
Rey menghubungi Erick dan mengatakan untuk meretas cctv di sepanjang jalan menuju rumah nya..dia juga menghubungi Deril agar melacak lokasi dari nomor yang Rey berikan pada Deril.
"Aku akan membalaskan rasa sakit istriku..kau tenang saja baby aku berjanji akan menangkap pelaku yang sudah berani menembak mu..maafkan aku sayang"
__ADS_1
Rey menciumi seluruh wajah istrinya..sedikit pucat..tapi Rey bersyukur tidak terjadi hak yang lebih fatal lagi.
Skip........
"Hahahaha..aku puas dengan hasil kerja kalian.."
"Terimakasih bos..kami permisi"
"Ya.."
Tak berapa lama seorang pria datang menghampiri pria tadi..dia tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang di bilang cukup gila.
"Kau tak membunuhnya kan..?"
"Kau pikir aku akan sebodoh itu..sabar pelan-pelan..setelah ini giliran Samuel si brengsek"
"Terserah kau saja Justin.."
Mereka bersulang..mereka tak tau jika ada malaikat maut yang sudah siap untuk melakukan tugasnya..Rey sudah tahu bahwa Justin sudah bebas..dia tentu saja terkejut..dia mengamuk pada pihak yang bertanggung jawab atas kasus Justin.
Rey menghubungi Samuel dan mengatakan untuk berjaga karena adik iparnya sudah bebas dari penjara..Samuel pun sama terkejutnya..dia bahkan langsung mendatangi kantor polisi..dia menuntut penjelasan atas bebasnya Justin.
"Sial...dasar kalian tidak berguna..tugas kalian adalah menghukum pelaku kejahatan bukan malah menerima suap..kalian aku tuntut dengan seberat-beratnya..jangan harap kalian bisa mendapatkan pekerjaan setelah bebas dari sel tahanan kalian..camkan itu" ucap Samuel dengan nada dinginnya.
"Tuan maafkan kami tuan..kami bersalah..ampuni kami tuan"
Samuel tidak peduli..dia kekeh mengajukan tuntutan pada pihak yang lebih tinggi..untuk apa mempunyai hukum jik akidah di beli dengan uang.
"Kalian tunggu kemarahan seorang Reyhan Jade Wilson.. kelalaian kalian telah menyebabkan istrinya terluka.. menurut kalian apa yang akan dia lakukan pada ownjikat sepeti kalian..?"
Samuel pergi setelah selesai mengurus semua surat yang di butuhkan..para anggota polisi ketar ketir menunggu akhir dari karirnya.
Hay semua maaf nih author cuma mau bilang kalau novel ini nggak MACET ATAU TERSENDAT ya.. author up sehari 3 bab.. author juga punya kesibukan lain selain dunia pernovelan..juga author masih punya 2 novel yang masih butuh dukungan karena baru netes.πππ
Maaf bila author menyinggung perasaan kalian.. author cuma mau menegaskan novel ini tetap berjalan seperti biasa up sehari 3 bab itu aja otak othor udah bener-bener di kuras.πππ
Makasih buat selalu setia menanti kegaringan cerita othor..π
Sekian dan terimakasih
__ADS_1
sekali lagi othor minta maaf jika menyinggung perasaan kalian othor nggak ada maksud lain kok beneran π.
Dan untuk Masalah typo menypo maklum othor juga manusia gaes punya salah itu wajar..walau udah telitinya Ampe mata othor panas tapi yang namanya typo masih aja ada satu atau dua kata..mohon di maklumi ya gaes..βΊοΈβΊοΈβΊοΈ.