PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 149_Mencari Pelaku Si Peneror


__ADS_3

Rey setia mendampingi istri nya..dia tak beranjak sekalipun dari samping Laura..Rey sudah mengunci pintu ruang rawat Laura..dia tak ingin ada kejadian tak di inginkan..lebih baik mencegah daripada mengobati..betul semuanya.


"Baby kapan kau membuka mata indahmu sayang..bangunlah..lihat aku sudah seperti orang gila.."


Rey mengecup punggung tangan Laura..dia merasakan tangan Laura bergerak pelan..dia mendongak dan melihat mata istrinya mulai bergerak-gerak.


"Baby..kau sadar sayang..?" ujar Rey bahagia.


Laura membuka matanya..dia tersenyum melihat suaminya..dia rindu..ada rasa lega karena bisa melihat Rey lagi.


"By..kau kembali..?"


"Tentu sayang..sudah jangan banyak bicara dulu..lukamu masih basah"


"Anak-anak..?"


"Anak kita aman sayang..mereka sedang bermain dengan para Kanjeng-kanjeng..sudah istirahatlah..aku tak ingin lukamu terbuka lagi"


Laura menurut saja..dia juga merasakan nyeri di lengannya.. dia teringat dengan kejadian penembakan di rumahnya.


Laura memejamkan matanya tapi tidak bisa..dia kembali teringat lagi dan kagi setiap memejamkan matanya..Rey seperti tau bahwa Laura akan menyimpan sedikit trauma.


"Hey sayang lihat aku..aku di sini..jangan takut ya.." ucap Rey lembut menenagkan kegelisahan Laura.


Laura menarik nafasnya dalam..dia berusaha tenang..tapi tidak semudah itu..setiap kali dia memejamkan matanya dia selalu teringat akan penembakan tadi pagi.


Rey adik ke ranjang rumah sakit yang cukup untuk dua orang..dia peluk Laura dan memberikan sedikit ketenangan pada istrinya.


"Pejamkan matamu sayang..aku disini..memelukmu..jangan takut..lawan ketakutan mu..kau hebat sayang..kau kuat..istriku tidak selemah itu"


Laura berusaha untuk memejamkan matanya.. perlahan dia lawan rasa takutnya.. akhirnya berhasil..Laura tertidur di pelukan Rey..Rey senang akhirnya istrinya bisa melawan ketakutannya.


"Tidurlah baby..aku akan menemanimu di sini.."


Skip..........


Para Kanjeng-kanjeng mendapat kabar bahwa terjadi penembakan di rumah Rey dan mengakibatkan Laura tertembak di lengannya..mereka langsung khawatir.


"Dad..Laura dad...momy mau melihat Laura dad" rengek mama Rey pada Dady Wil.


"Sabar sayang..besok Laura sudah pulang..kita tak boleh keluar dulu sebwlum kondisinya aman..kau tak mau kan cucu kita kenapa-kenapa..?" ucap Dady Wil menenangkan istrinya.


"Baiklah..kita tunggu mereka saja..Mony tidak mau cucu momy kenapa-kenapa"

__ADS_1


Akhirnya mama Rey memutuskan untuk bersabar menunggu kepulangan Rey dan Laura..di kamar lain juga mama kayra tengah menangis sesenggukan..dia sakit mendengar kabar bahwa anaknya terluka.


"Sudah mom..Laura juga sudah baik-baik saja..jangan cengeng dong"


"Apa sih dad..anak sedang terluka malah meledek begini..tau ah momy kesel sama Dady"


Mama kayra meninggalkan Dady Jo seorang diri di kamar..dia menuju kamar oara bocil..dia mau sedikit menghibur diri dengan bermain bersama ketiga bocil itu.


Mama Rey juga masuk wkdalam kamar bocil-bocil itu..dia masuk dengan wajah kusut tak bersemangat. Mama kaura tau betapa sayangnya mama Rey pada putrinya.


"Sudah jeng besok juga Laura pulang..sabar saja..aku pun begitu"


"Iya jeng..kita tunggu saja"


Mereka bermain dengan ketiga cucunya..sedikit terhibur dan mengurangi kesedihan mereka.


Di tempat lain juga tak kalah linangan air mata dari Nila..dia sedih mendengar kabar dari sang suami bahwa Kaka iparnya tertembak dan berada di rumah sakit saat ini.


"Yank ayo kita ke rumah sakit yank.." ajak Nila merengek pada Erick.


Erick tersenyum geli..dia tau kalau Nila dan Laura itu amat sekat seperti saudara saja..dia tau perasaan istrinya pasti sedang khawatir.


"Sayang dengarkan aku..Kaka ioar sudah baikan..tadi ia Rey bilang besok sudah boleh pulang..besok saja ya kita menjenguk Kaka ipar..hm..?" ucap Erick memberikan pengertian pada Nila.


Nila akhirnya kalah juga..dia juga memikirkan kondisi anak-anak nya..rumah sakit bukan tempat yang tepat untuk para bocah-bocah.


Erick masuk ke kamarnya dia mau membersihkan diri dulu..badannya lengket dan lelah..seharian dia mengurus pekerjaan yang Rey tinggalkan karena suatu insiden itu.


Nila menyiapkan makanan untuk Erick..dua bocah itu tengah asik bermain sendiri di tempat yang sudah Erick siapkam tentu saja.


"Masak apa yank..hmm..harusm sekali" ucap Eri k ketika baru keluar dari kamar.


"Makanan kesukaan mu yank..ayo makan dulu..mumpung Via dan Sean lagi anteng"


"Baiklah..apa mereka berantem saat aku nggak di rumah..?"


"Nggak yank..paling cuma cek Cok adu mulut aja..biasa anak kecil"


"Hahaa.. baiklah mereka semakin pintar"


"Tentu mereka kan anakku" ucap Nila menyombongkan diri.


Erick gemash dengan sikap Nila..dia tak tahan jika tak mencium bibir menggoda Nila.. anak-anak sudah aman dengan suster mereka.

__ADS_1


Skip.......


"Bagaimana Deril apa kau sudah berhasil menemukan si pelaku..?"


"Belum bos..ada sedikit masalahh tadi..akan saya usahakan secepatnya"


"Baiklah..aku ingin kabar baik secepatnya Deril"


"Siap bos"


Rey memutus sambungan telepon nya..dia menatap wajah cantik Laura..ada rasa tenang dalam hatinya.


"Halo tuan Samuel bagaimanaoun perkembangan nya..?"


"Tuan Rey..semua sudah saya urus..mereka sudah berada di dalam sel tahanan"


"Bagus..aku serahkan pada mu sepenuh nya..aku tak mau meninggalkan istriku sendiri"


"Tenang saja tuan Rey..serahkan pada saya..saya akan menghandle urusan ini"


"Ya.. terimakasih...kau juga jaga diri dan keluarga mu baik-baik adik iparmu sudah gila..dia berbahaya"


"Baik tuan Rey..akan saya lakukan apapun untuk melindungi keluarga saya..kalau begitu saya sudahi dulu karena masih ada urusan lain"


"Ya.."


Rey sedikit bernafas lega..dia jadi teringat ucapan Justin waktu penangkapannya dulu.. seperti nya Justin tidak main-main dengan ucapannya.


"Baiklah Justin..kau boleh bersembunyi terus seprti pecundang..aku akan setia menunggu kemunculan mu pengecut" ucap Rey dalam hati.


Sementara itu Laura gelisah dalam tidurnya..dia bergerak-gerak seakan menolak sesuatu.


Rey keluar dari kamar mandi dan menemukan Laura sudah berkeringat dingin..tidurnya juga gelisah..Rey memeluknya erat memberikan ketenangan lewat pelukannya.


"Baby sssttt..tenang sayang..aku di sini.." ucap Rey berbisik di telinga Laura.


Laura mulai tenang dia tak lagi gelisah..dia nyaman di pelukan Rey..hangat..nyaman..tak ingin melepas pelukannya.


"Tenang ya baby..semuanya sudah aman..aku di sini bersamamu"


Laura semakin tenang..dia tak kagi gelisah dalam tidurnya..Rey mengelap keringat dingin Laura..dengan telaten Rey mengusap peluh di dahi istrinya.


"Tenang Laura..aku akan membalaskan kegelisahan mu sayang..aku tak akan membiarkan pengecut itu menang.. cepatlah Pulih..aku merindukanmu baby"

__ADS_1


Rey berbaring di sebelah Laura..dia tertidur tanpa menyentuh lengan Laura..dia cukup bisa menjaga diri dan mengontrol diri nya.


__ADS_2