
Dady Jo dan momy Mariana ke rumah Rey untuk membahas mengenai Safira..mereka tak ingin kecolongan oleh perempuan licik itu.
Sampailah mereka di rumah Rey..di sana mereka di sambut oleh Rey,Laura, Erick, Nila,mama dan papa Rey..Dady Jo masuk dan berbincang sebentar dengan oara anggita keluarga tak lama kemudian Dady Jo mengajak Dady Wil,Rey dan juga Erick untuk ke ruang kerja Rey.
"Ada apa Jo kenapa kau begitu gugup sekali..?" tanya Dady Wil yang melihat kegelisahan dalam diri seorang Jonathan.
"Safira Wil.."
"Hah Safira..kenapa dia..?"
"Dia kembali Wil.."
"Apa...ada apa dia kembali lagi..mau apa dia..?"
"Huhh..dua mau sebagian saham Richard Corp harus atas namanya..aku tak mungkin memberikan itu padanya karena itu adalah milik Laura dan anak-anak nya..Safira juga belum tau jika aku sudah menemukan Lauren Wil.."
Dady Wil tampak berfikir sejenak dia tengah memikirkan bagaimana caranya agar Laura tidak terekspos oleh Safira..karena jika sampai di ketahui maka akan semakin bahaya untuk menantunya.
"Untuk saat ini kau jangan mengunjungi Laura dulu Jo..ini demi kebaikan bersama..aku tak ingin Laura berada dalam bahaya jika sampai perempuan gila itu tau bahwa Lauren masih hidup.."
"Akan aku coba Wil..aku juga tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada putriku..sudah cukup satu kali aku kehilangan dia kali ini aku tak akan mau membahayakan nya lagi"
Rey dan Erick daritadi hanya menyimak percakapan antara para Kanjeng Dady.
"Dad sebenarnya ada apa ini..kenapa Laura dalam bahaya..jelaskan pada Rey walau bagaimanapun Laura istri Rey"
Akhirnya Dady Jo menjelaskan pada Rey dari awal hingga akhir dan Rey kini tau dan yakin jika saan sang Dady sangat tepat.
"Dady Jo benar apa kata Dady Wil..bukannya kami melarang kalian menemui Laura tapi ini demi Laura juga anak-anak juga..Rey juga akan berusaha untuk menjaga Laura dengan lebih dari biasanya.. percayalah Rey akan membantu hingga masalah ini tuntas"
"Benar dad..kami akan membantu mu menghadapi wanita gila itu..tenang saja keamanan Kaka ipar juga tanggung jawab kami" timpal Erick yang juga mulai mengerti masalah keluarga Richard.
"Kalian memang yang terbaik.. terimakasih anak-anakku"
Akhirnya vdady Jo bisa sedikit bernafas lega karena Rey dan yang lainnya juga akan ikut mencari solusi dari masalah ini.
Mereka keluar dari ruang kerja Rey..mereka menuju oara wanita berada..mereka tidak menunjukkan wajah yang tengah kalut..mereka tidak mau para wanita khawatir.
"Hey kalian sedang apa..?" tanya Rey pada oara wanita di ruang tamu.
"Hubby..sudahs selesai..?"
"Sudah sayang..ngobrolin apa sih serius banget..?"
"Nggak ko by..cuma berita tentang masa lalu Laura aja..ternyata kita emang udah deket sejak bayi ya by"
__ADS_1
"Iya sayang aku juga baru tau dari Mony dan Dady waktu kamu hamil pertama kali.."
"Benarkah..?"
"Sure baby"
Rey mengajak Laura duduk lagi.dia tak ingin Laura lelah atau kecapekan..Rey ingin membuat Laura seperti ratu.
Erick juga sama seperti Rey..dia begitu memanjakan istrinya..dia menyiapkan buah untuk Nila tampa rasa malu di lihat oara sesepuh.
"Kalian kenapa sih ngeliatin kami..?" ucap Erick yang telah menyiapkan buah pada Nila.
"Kau itu tidak punya malu atau gimana Rick..ada kami loh kau tidak sendirian" ucap Rey ketus pada Erick.
"Apaan sih ka..kepengin bilang bos.. hahaha"
"Tau ah..baby ke kamar yuk"
"Masih siang by nggak mau"
"Ish kamu ko jadi gak nurut sih..?"
"Ini emang masih siang hubby..mau apa siang-siang gini di kamar..?"
"Aku mau memakanmu baby"
"Aw mom..sakit ishhh"
"Salahmu sendiri.. masih siang gak usah macem-macem" tekan mama Rey pada anaknya yang kelewat kurang di tabok.
"Ishhh apaan sih mom..biarin aja kan udah halal juga"
"Tau ah momy pusing menghadapi kamu"
Dan mereka melanjutkan kembali obrolan mereka.. suasananya begitu hangat dan nyaman.
Saat Rey dan yang lainnya tengah bercengkrama dengan satu sama lain tiba-tiba suster Gian datang dengan wajah yang tampak cemas.
"Nyonya..tuan..maaf saya mengganggu waktu nya..ini penting" ucap suster itu pada semua yang ada di ruang tamu.
"Ada apa sus..?" tanya Laura.
"Nyonya Tuan kecil Gian demam tiba-tiba panas badannya "
"Apa" jawab mereka serempak.
__ADS_1
Laura langsung berlari tanpa memikirkan sandal yang tertinggal di bawah sofa..Rey juga panik dan cemas..dia langsung menyusul Laura..sampai di kamar anak-anaknya Laura segara memeriksa tubuh Gian..benar yang suster katakan Gian demam.
"Sayang kau kenapa nak..?"
"Baby bagaimana..?"
"By ke rumah sakit by..Giant kejang-kejang by hiks.."
Rey langsung mengajak Laura menuju mobil dan segera pergi ke rumah sakit..dia juga panik dan cemas melihat tubuh mungil Gian kejang seperti itu..sakit..itu yang Rey rasakan.
Laura sepanjang jalan terus berusaha menyadarkan Gian..dia terisak sesekali memeluk tubuh mungil Gian.
Sampailah Mereka di rumah sakit..Laura segera turun dan membawa Gian ke ruang rawat beserta Rey juga.
"Dokter tolong anak saya dok hiks.."
"Nonan sebaiknya anda menunggu di sini dulu biar kami melakukan tugas kami"
"Selamat dan lakukan apapun untuk menyembuhkan anak saya" ucap Rey yang tengah memeluk Laura yang tengah gemetaran.
"Baik tuan saya permisi"
Dokter pun masuk ke dalam ruangan penanganan Gian..di luar Rey masih berusaha menenangkan Laura.. dia tak ingin Laura kembali terpuruk.
"Baby sudah ya jangan seperti ini..ingat Gian sedang membutuhkan mu"
"Iya by..Gian akan baik-baik saja kan by..iya kan by..?"
"Iya sayang anak kita akan baik-baik saja..kau tenanglah"
Laura mulai tenang..Rey lega karena Laura masih bisa mengontrol dirinya sendiri..jujur Rey juga sama khawatir nya dengan Laura tapi dia tak bisa berbuat apa-apa..dia hanya bisa berdoa agar anaknya tidak apa-apa.
"Tuhan selamatkanlah anak kami.." batin Rey berdoa untuk keselamatan Gian.
Selang berapa saat mama Rey dan Dady Wil beserta Erick dan Nila datang..mereka juga khawatir dengan kondisi Gian..semoga tidak terjadi apa-apa pada bocah kecil itu.
"Rey...!!"
"Momy..?"
Rey memeluk mamanya dan gantian papanya..mama Rey melihat Laura begitu cemas..dia memeluk Laura dengan lembut..dia usap punggung Laura agar menantu nya itu bisa lebih tenang sedikit.
"Berdoalah semoga Gian tidak apa-apa..momy yakin Gian anak yang kuat"
"Iya mom hiks..semoga tidak terjadi apapunn pada anakku"
__ADS_1
Semua yang ada di sana berharap semoga Gian baik-baik saja.