PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 117_Tante-Tante Gila


__ADS_3

Safira benar-benar puas dengan hasil kerja orang suruhannya dia bahagia ketika mendengar kabar bahwa Jonathan dan Mariana mengalami kecelakaan hebat bahkan kemungkinan untuk bertahan hidup sangatlah kecil.


"Hahaha..aku sudah memperingati mu Jonathan..kau selalu mengganggu rencanaku.. Sekarang rasakan akibat dari sifat keras kepalamu itu hahahaha"


Safira sungguh bahagia dia tak menyangka rencananya akan semakin berjaya..hanya tinggal satu langkah lagi yaitu menyingkirkan anak Jonathan dan Mariana karena anak itu adalah penghalang terbesarnya.


"Sekarang hanya tinggal menyingkirkan tikus kecil saja..tunggulah hingga saat itu tiba tikus kecil"


Safira kembali duduk setelah selesai membaca laporan dari orang suruhannya.


*


*


Rey mendapati kabar bahwa Dady Jo sempat kritis kembali dia berusaha bersikap biasa saja di depan Laura..dia menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Dady Jo.


"Baby aku ada pertemuan penting..aku pergi dulu ya"


"Iya by.. hati-hati"


"Sure baby"


Rey meningkatkan rumah dengan perasaan was-was..dia takut sesuatu terjadi pada Dady Jo..dia berharap semoga tidak ada kabar buruk.


Sampailah Rey di rumah sakit..dia segera menuju ruang rawat Dady Jo..mama Laura sudah siuman..dia sudah sadar tapi kondisinya belum memungkinkan untuk menemui suaminya..dia hanya berharap semoga suaminya baik-baik saja.


"Mom..dad.. bagaimana kondisi Dady Jo..?"


"Rey kau datang..masih kritis Rey..entahlah Dady hanya berharap semoga Jonathan bisa melewati masa-masa ini"


"Dady Jo pasti kuat dad.. percayalah..Rey akan usahakan yang terbaik untuk Dady Jo.. bagaimana dengan momy Mariana..?"


"Momy Mari sudah siuman tapi kondisinya belum sepenuhnya pulih..dia hanya bisa berbaring di ranjang rumah sakit..kau lihatlah Rey"


"Baiklah Rey lihat momy Mari dulu mom dad"


"Ya"


Rey menuju kamar rawat momy Mari..dia berjalan pelan agar tidak menggangu istirahat momy Mari.


Rey masuk dan melihat momy Mari tengah berbaring di ranjang..dia seperti nya baru istirahat.


Rey mendekati momy Mari..dia elus punggung tangan momy Mari..sungguh kenapa semua terjadi pada orang-orang baik ini..Rey akan berjanji untuk membalaskan perbuatan bedebah sialan itu.


"Rey.."


Rey tersentak kaget..dia baru sadar bahwa momy Mari sudah bangun sedari tadi.


"Loh momy sudah bangun..Rey mengganggu ya..maaf"


"Tidak nak.. bagaimana kondisi Laura Rey..apa dia baik-baik saja..?"


"Laura baik-baik saja mom..jangan khawatir..momy fokus untuk kesembuhan momy saja ya"


"Baiklah..maaf Momy merepotkan kalian Rey"

__ADS_1


"Apa yang momy katakan..kita adalah Keluarga mom..sudah sewajarnya Rey berbuat seperti ini.."


Momy Mari menangis..dia beruntung memiliki menantu dan besan yang sangat peduli pada keluarga nya.. beruntung nya dia.


Rey berbincang-bincang sebentar sebelum akhirnya dia kembali dan mengurus operasi Dady Jo..dia ingin yang terbaik untuk mertuanya..dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan istrinya Laura.


"Dad..mom..jadwal operasi Dady Jo malam ini..Rey tidak bisa datang karena Rey takut Laura akan ikut dan malah membuat kondisinya semakin tidak baik..maafkan Rey mom dad"


"Tidak apa-apa Rey..kami paham..lakukan saja yang menurut mu baik"


"Terimakasih mom..kalian memang yang terbaik"


"Sudah sana pulanglah..Laura pasti mencarimu"


"Baiklah Rey pamit mom..dad"


"Ya hati-hati"


Di saat Rey hendak melangkah pergi tiba-tiba dari arah berlawanan muncullah seorang wanita yang sudah seumuan dengan sang mama dan juga peot.


"Wah..wah..wah.. Keluarga Wilson ada di sini ternyata.."


"Safira" desis Dady Wil.


Rey akhirnya tau seperti apa si Safira itu.. ternyata hanya Tante Tante gila saja toh.


"Oh jadi ini orang yang sudah mencelakakan mertua Rey dad..?"


"Ya kau benar"


"Sepertinya Tante Tante gila ini minta di kasih penghargaan karena sudah berhasil mengusik ketenangan keluarga Wilson juga"


Safira mendekati Rey..dia tatap Rey dari atas sampai bawah... ternyata tampan juga anak Wilson dan Almira.


"Apakah kau Reyhan Jade Wilson..?" tanya Safira mendekati Rey.


Rey hanya menatap jijik ke arah Safira..dia ingin sekali memanggil Leon agar Tante Tante gila ini menjauh darinya.


"Tante jangan dekat-dekat nanti aku ketularan rabies"


"Apa..berani sekali kau berkata seperti itu"


"Kenapa..memang benar kan..?"


"Kurang ajar.."


"Sudahlah aku sibuk tidak ada waktu untuk bermain-main dengan tante tante gila seprtimu..bye dad..mom"


Rey melangkah pergi..dia sudah tidak tahan dengan si Tante itu.. lama-lama di sana menambah gerah saja..mana Jono belum bisa di servis lagi..huhh sabar Jono sebentar lagi juga dapet kok servis dari kue apem Laura.


Rey meninggalkan rumah sakit..dia menuju rumahnya..dia jadi rindu dengan istri kecil nya.


Sampailah Rey di rumah..dia mencari keberadaan istrinya..dia cari di kamar bocah-bocah tapi nihil..dia cari lagi di kamar tapi kosong..kemana istrinya pergi.


"Laura...baby..kau dimana sayang..?" panggil Rey berteriak mencari keberadaan istrinya.

__ADS_1


Dari arah dapur Laura datang dengan sepiring brownis yang seperti nya baru matang.


Rey melihat Laura keluar dari dapur dengan membawa bronis di piring..Rey melihat bronis yang terlihat menggoda itu..Rey mendekati Laura dia kecup singkat wajah Laura.


"Baby kau membuatku khawatir..ku kira kau kemana"


"Laura tadi di dapur byp..Laura bikin bronis buat anak-anak"


"Bronis..boleh aku minta..?"


"Boleh by"


Laura mengambil satu lalu dia suapkan pada Rey..Rey menerima suapan dari Laura..dia senang istrinya masih saja romantis..oh bahagianya Rey.


"Enak by..?"


"Sangat enak baby...lagi dong..aaa"


"Nanti anak-anak nggak ada bagian gimana by..?"


"Kebagian kok baby..ayo suapi aku lagi"


Laura menurut saja..dia menyuapi Rey dengan senang..suaminya benar-benar tidak mau kalah..kalau begini anak-anak kebagian apa.


"Sudah ya by..ini tinggal buat anak-anak..kau sudah makan 5 potong loh"


"Baiklah baby..aku mengalah"


Laura terkekeh..mengalah apanya.. ada-ada saja suaminya itu.


Rey menuju kamarnya dia akan mandi duku sehabis dari rumah sakit pasti banyak kuman yang menempel..dia tak ingin anak-anaknya tertular kuman itu.


Setelah selesai dengan urusan mandinya..Rey menuju kamar si bocil dia melihat para bocil sedang berebut bronis yang Laura buat tadi.. anak-anaknya ini benar-benar mewarisi sifat nya.


"Astaga..kenapa kalian berebut sih..?"


"Nggak tau padahal udah Laura bagi-bagi loh..tapi masih aja rebutan..apalagi Gio hmm..dia paling rakus"


"Iyalah anakku"


"Terserahlah"


Laura hanya menyaksikan perebutan bronis antara tiga bersaudara itu..dia pasrah di lerai bagaimana pun tidak ada hasilnya.


Laura masih diam..dia menatap suaminya..dia rindu dengan orangtuanya..tapi dia tak berani meminta ijin pada Rey.


"Kau kenapa baby..seperti ada yang ingin kau sampaikan..?"


"Em..by..Laura..Laura..kangen sama momy dan Dady" jawab Laura sambil menundukkan kepalanya.


Rey paham dengan kerinduan istrinya anak mana yang tidak rindu dengan orangtuanya di saat-saat seperti ini pula.


"Besok kita ke sana ya..kau jangan sedih..janji..?"


"Benarkah by..Laura janji.. terimakasih by"

__ADS_1


"Sama-sama sayang"


Laura dan Rey menyaksikan perebutan bronis ketiga anaknya dengan senyum di bibir masing-masing.


__ADS_2