
Rey masih duduk di ruang kerjanya..dia memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing .. bagaimana bisa mamanya membiarkan perempuan ganjen itu datang ke rumah nya.
"Huhh.. benar-benar di luar dugaan.. baiklah jika kau ingin bermain sebentar maka akan aku layani hingga kau menyerah"
Rey kembali mengerjakan dokumen yang akan dia bawa besok pagi ke kantor..malam ini juga dia dan Laura akan pindah sementara ke apartemen tuan Jonathan dia tak ingin Laura terkontaminasi oleh mulut busuk wanita itu.
Di saat Rey sedang asik mengerjakan pekerjaan nya di luar gerbang sedang ada keributan karena ada seorang wanita yang ingin masuk kedalam.
"Aku sudah bilang aku ini calon istrinya Rey apa kalian tidak paham hah..?" ucap wanita itu begitu tingginya.
"Maaf nona..bos kami sudah memiliki anak dan istri jadi anda tidak usah mengaku-ngaku sebagai calon istri bos kami"
"Apaaaaa..kalian jangan bercanda ya..tidak mungkin ka Rey sudah menikah"
Penjaga gerbang itu menghubungi tuan Wilson untuk arahan selanjutnya.
Tuan Wilson berkata agar membiarkan perempuan itu masuk..karena dia adalah keponakan nya..penjaga itu membiarkan perempuan itu masuk.
"Cih..dasar kacung"
Mereka mah bodo amat tutup kuping..lihat saja akhirnya akan seperti apa.
Alya masuk kedalam rumah dan di sambut oleh Laura.
"Maaf nona mencari siapa..?"
Alya melihat penampilan Laura dari atas sampai bawah..pasti pelayan di rumah ini.
"Tuan kamu mana..?"
"Tuan..?"
"Iya tuan kamu..Rey "
"Oh Rey sedang di ruangan kerjanya..Anda siapa nona..?"
"Aku..kau tak tau siapa aku..?"
"Tidak"
"Aku adalah calon istri Rey..apa kau mengerti sekarang..?"
Laura tertawa mendengar penuturan perempuan di hadapannya ini..dia biarkan saja perempuan ini berkata ngawur.
"Mari masuk nona..biar saya panggilkan tuan Rey dulu"
__ADS_1
Alya duduk di sofa ruang tamu..Laura meminta pelayan memanggilkan Rey di ruang kerjanya..dia sendiri membuatkan minum untuk perempuan itu.
Rey datang dan melihat Alya tengh duduk sambil mengangkat kaki di atas meja.. benar-benar tidak tau diri.
Rey menghampiri Alya dan menendang kaki Alya agar turun dari atas meja..Alya meringis ketika kakinya di tendang oleh Rey.. tendangannya cukup keras.
"Ka Rey.." Alya bangkit dan hendak memeluk Rey namun dengan sigap Rey mengangkat tangannya.
"Stop...jangan dekat-dekat"
Alya kwmbaki duduk..dia memperhatikan Rey..tambah tampan dan mapan..semakin besar hasratnya menginginkan Rey.
Laura datang sambil membawa minuman untuk Alya..Laura melihat Rey duduk bwgitu jauh dari Alya..Laura merasa ada sesuatu yang tidak dia tau.
"Silahkan nona minumannya"
Laura hendak pergi namun dengan sigap Rey menarik tangan Laura dan Laura jatuh di atas pangkuan Rey..tentu saja itu membuat Alya kepanasan..berani sekali pelayan seperti dia menggoda Rey.
"Hey apa yang kau lakukan..turun kau..tidak tau diri"
Alya hendak menarik tangan Laura tapi segera di tepis Rey..bahkan Laura mengalungkan tangannya pada leher Rey sebagai tanda dia takkan mau turun dari pangkuan Rey.
"Ka Rey..apa Kaka sudah gila..dia hanya pelayan kenapa Kaka biatkan dia menggoda Kaka"
"Dia hanya pelayan di rumah ini ka..Kaka sadarlah..tentang kejadian dulu aku minta maaf ka..aku benar-benar tidak tau jika akan seperti ini"
"Sudah cukup kau mengoceh..asal kau tau perempuan yang ada di atas pangkuanku adalah ISTRIKU dan tentang kejadian dulu aku hanya menganggap mu sebagai benalu di keluarga Wilson..kau takkan pernah bisa mendapatkan ku karena apa hak kendali akan diriku sepenuhnya istri ku yang memegangnya..benarkan baby..?"
Laura menjawabnya dengan ciuman lembut di bibir Rey..dia tau sekarang bahwa dulu Rey dan perempuan ini pasti sempat berselisih paham..atau mungkin perempuan ini pernah menggodanya dulu.
"Enghhh..." Laura melenguh di sela-sela ciumannya.
Rey menghentikan aksinya karena tak ingin istrinya terlalu lelah..dia menyudahi sesi pamer kissing di depan Alya agar mata perempuan itu terbuka lebar.
"Ka Rey..aku minta maaf aku duku benar-benar tidak sadar..aku di butakan cinta ku padamu ka..maafkan aku"
"Jika sudah selesai maka pergilah..kau bukan keluarga Wilson..aku tidak mengijinkanmu tinggal di sini"
Laura sedari tadi hanya diam mendengar dan menyaksikan perdebatan antara Rey dan Alya..dia tak ingin mengundang kucing liar dengan cara memberikan ikan asin..Laura membiarkan Rey mengusir Alya karena memang Laura sudah tidak tahan dwngan sikap kurang ajar nya.
"Baby kita Lanjut yang tadi..aku sudah tidak tahan"
Rey segera menggendong Laura menuju kamarnya..dia tak peduli dengan Alya yang terbakar cemburu.
"Hubby jangan seperti ini..ada tamu"
__ADS_1
"Biarkan mom dan dad yang menemani orang ini"
"Kau ini tahan sebentar kenapa..tadi pagi kan sudah dua ronde..masa masih kurang"
"Aku tidak pernah puas jika berolahraga denganmu baby"
Rey menyuruh pelayan untuk memanggilkan orangtuanya.. sementara dia..dia masuk kamar lah..berolahraga lavi dengan Laura.
Mama Rey dan pala Rey datang dan menghampiri Alya yang tengh duduk sendirian.
"Alya..kau sudah sampai..kata momymu besok pagi..!!"
"Alya sudah rindu dengan kalian jadi Alya berangkat tadi malam momy dan Dady tidak tau karena Alya di apartemen"
"Oh.. begitu..sudah ketemu Rey dan istri nya..?"
"Sudah bibi..maaf merepotkan kalian"
"Tidak apa..berapa lama kau disini..?"
"Paling sebulan bi..momy bilang katanya aku harus membantu bibi di rumah agar tidak merepotkan"
'Kenapa Glen bilang satu Minggu tapi Alya bilang satu bulan huh ' gumam mama Rey dalam hati.
"Oh begitu.. baiklah kau boleh tidur di kamar tamu karena yang kosong hanya kamar tamu saja..tidak apa kan..?"
"Ah..t.. tidak..tidak apa-apa bi"
"Baiklah istirahat dulu bibi mau bermain dengan kedua cucu bibi dulu"
"Ah..d.. dua..anak ka Rey sudah dua bi..?"
"Hampir tiga sebenarnya..ya sudah bibi tinggak dulu"
"I..iya Bu..tidak apa-apa"
Alya begitu emosi saat tau anak Rey sudah dua dan sebentar lagi akan bertambah..sialan..kalau begini bagaimana dia bisa mendapatkan hati Rey.
"Sial..aku harus menyingkirkan perempuan itu selamanya..ya harus"
Alya menuju kamar tamu dan menghubungi seseorang untuk membantu melancarkan rencananya..jika dia tidak bisa memiliki Rey maka perempuan lainpun tak dia ininkan bersama Rey.
Di luar kamar tamu seseorang mendengar percakapan Alya dengan orang bayarannya..orang itu menyeringai ketika mendengar rencana perempuan murahan itu.
"Kita tunggu saja Alya..kau atau aku yang akan tersingkirkan"
__ADS_1