PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 123_Dady Jo Sadar


__ADS_3

Hari terus berganti kini sudah lebih dari satu tahun Dady Jo tertidur dengan sangat damai di atas ranjang rumah sakit..tak ada lagi yang dapat Keluarga nya lakukan selain berdoa meminta kesembuhan untuk Dady Jo juga semoga Dady Jo segera sadar dari komanya.


"Dad.. kapan kau akan bangun..kau tak merindukan momy.. baiklah jika kau tak bangun dalam 1 Minggu lagi maka momy akan mencarikan Dady baru untuk Laura"


Momy Mari hanya bicara omong kosong saja Karena dia berfikir semoga dengan gertakan ini Dady Jo akan segera sadar..dia pasti mendengar semua yang momy Mari katakan.


"Waktumu hanya seminggu jika tidak juga bangun bersiap-siap kau akan punya madu yang usianya lebih muda darimu..jika kau masih mencintai ku maka bangunlah buka matamu..lihatlah aku yang selalu setia menantimu membuka mata juga ada Keluarga yang senantiasa menanti dan mendoakan mu sayang"


Momy mari terus bercerita dia pantang menyerah..momy Mari terus mengoceh hingga tanpa sadar Dady Jo menjawab ocehan momy Mari dan momy Mari bahkan tidak ngeh jika dia sempat menjawab pertanyaan Dady Jo.


"Dad apa kau tau.. Gio sudah besar dan sangat manja pada Laura..bahkan adik nya tidak boleh dekat-dekat dengan Laura"


Momy mari terus bercerita sambil memandangi foto pernikahannya dulu dengan Dady Jo.


"Diamlah Mariana" ucap Dady Jo.


"Mengapa aku harus diam..memang begitu"


1 detik


2 detik


dan....


Momy Mari menatap Dady Jo dengan binar keterkejutan..dia tak menyangka suaminya akan bangun ketika dia tengh membahas perihal cucunya.


"Kau sudah bangun dad..benarkah ini..?"


"Diamlah mom..kepala Dady sakit"


"Arghhhhh.. terimakasih dad..hiks... terimakasih huhuhuuuhhuu"


Dady Jo masih berusaha menyesuaikan dengan kondisi ruangannya..sepetinya sudah malam.


Dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Dady Jo..mereka tersenyum bahagia setelah memastikan keadaan Dady Jo.


"Bagaimana dokter..apakah Suamiku Baik-baik saja..?"


"Tenang nyonya..tuan Baik-baik saja..semua organnya juga sudah kembali normal..di sarankan besok di ajak berjemur agar mendapatkan sinar matahari dan membuat tubuhnya hangat,juga berlatih berjalan karena lebih dari satu tahun tidak berjalan dan bangun pasti ototnya kaku semua..kalau begitu saya permisi"


"Baiklah dok terimakasih"


"Sama-sama nyonya"


Momy Mari mendekati Dady Jo dengan senyum sejuta gula pasir..dia teramat bahagia dengan kembalinya suaminya.


"Akhirnya penantian ku selesai Jo.. terimakasih sudah kembali padaku.. terimakasih sudah membuka mata lagi.. terimakasih karena kau masih hidup Jo"


"Sama-sama mom..maaf Dady sempat membuat kalian sedih..maafkan Dady" ucap Dady Jo dengan wajah sesal.


Mereka berpelukan dengan mesra menuangkan rasa rindu yang teramat dalam yang mereka pendam..sudah tiada lagi kesedihan mulai saat ini..hanya akan ada kebahagiaan bagi mereka.


*

__ADS_1


*


Di negara X Rey sudah mendapatkan kabar bahwa Dady Jo sudah siuman..dia bahagia..senang..ah nano-nano.


Dia berlari menuju kamarnya..tak sabar ingin segera mengatakan pada istrinya tentang kabar ini.


"Baby..kau di mana..?"


Terdengar suara shower menyala..tanda bahwa istrinya sedang mandi..Rey menunggu Laura di ranjang dia begitu tidak sabaran.


Tak berapa lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Laura dengan bathrobe dan handuk kecil di kepalanya..Rey melangkah mendekati Laura dan membawa Laura duduk di depan meja rias.


"Kau tau..ada kabar gembira..?" tanya Rey.


"Kabar apa by..Laura nggak tau" jawab Laura jujur memang dia tak tau.


Huhh..sabar Rey..istrimu bukan tipe yang mudah di tebak..kau harus pintar menghadapi serta melayaninya.


"Ini tentang Dady Jo..dia...-"


"Dady kenapa by..?"


Laura langsung berbalik menatap Rey..dia hanya takut terjadi sesuatu pada dady-nya.


"Hey sabar dong..Dady sudah sadar..dia semakin pulih sayang..kau mau kesana..?"


"Mau by..mau"


"Kapan by..kapan kita ke Jepang..?"


"2 hari lagi sampai kondisi untuk mengudara aman..sabar ya"


"Baiklah by.. terimakasih"


"Ada imbalannya baby"


Laura sudah tau modus suaminya..dia mengalah toh hari ini suaminya datang membawa kabar gembira..tidak apa-apa service si Jono lagi biar nggak masuk angin.


Di kamar Erick dan Nila..mereka masih asik bermain dengan kedua anaknya..tak pernah bosan dan tak pernah lelah.


"Astaga kenapa aku ingin menggigit pipi gembul mu Via..lihatlah adikmu dia juga suka dengan pipimu " ucap Erick.


"Nggak usah gitu nanti anaknya keganggu"


Erick merasa familiar dengan kata-kata itu..seprti pernah mendengarnya.


"Hehe..maaf yank..aku kebawa suasana"


"Tau ah.."


"Hey jangan ngambek dong"


"Biarin"

__ADS_1


"Bener..?"


"Ya"


"Ok"


Nila menoleh dan merengut ketika suaminya malah main lagi sama kedua bocah itu..bukannya bujuk istri yang lagi ngambek malah di biarin aja..lihat aja nanti.


Nila keluar dari kamar dengan menghentakkan kakinya..dia kesal dengan sikap Erick yang pilih kasih pada nya..dia nomor dua.. anaknya nomor satu.


"Jadi suami nggak peka banget..tau ah bete"


Sementara itu di dalam kamar Erick tertawa puas..dia menatap arah pintu.. Istri nya pasti sekarang sedang kesal padanya.


"Makin lucu aja dia kalo lagi ngambek..iyakan anak-anak ku..?"


Erick menghubungi suster anaknya untuk membawa kedua bocah itu ke kamar khusus pada bocah..dia akan menenangkan Nila yang tengah ngambek saat ini.


"Sepertinya aku harus membuat kejutan untuk ratu hatiku"


Erick membuka ponselnya..dia mencaritahu pada Mbah Gugel siapa tau si Mbah Gugel punya rekomendasi gitu.


"Masa aku harus kaya gini..lebay amat kaya ABG amatiran"


Erick menscroll lagi hingga dapat yang dia mau..sempurna.


"Wow..look so beautiful.."


Erick memencet nomor yang ada di sana..dia telfon dan memesannya..dia minta di antarkan ke alamat rumah Rey.. dia ingin istri nya yang membuka nya terlebih dahulu.


"Baiklah..semoga istriku suka.."


Erick berjalan keluar kamar dengan senyuman tak luntur dari wajah nya..sudah seprti mendapat anak perawan saja.


Rey dan Laura juga Nila sedang bersantai di ruang tamu..Nila sudah tau perihal sadarnya Dady Jo..dia tentu saja bahagia.. akhirnya tiada lagi kesedihan setelah ini.


Erick datang dengan wajah yang benar-benar ekspresif..senyumnya itu loh pemirsa.


"Kau kesambet..?" tanya Rey yang aneh melihat Erick senyam senyum sendiri.


"Gila kau ka..aku masih waras"


"Lalu..?".


"Hanya sedang bahagia saja"


"Huhh terserah..Dady Jo sudah bangun dari komanya..dua hari lagi kita kesana"


"Benarkah...kau tak sedang ngeprank kan..?"


"Kau pikir aku punya tenaga ngeprank dalam situasi begini..gila sekali kelihatannya"


Erick berlari mendekati ketiga orang itu dan memeluk Nila istrinya..dia senang akhirnya Dady Jo sudah bangun..penantian mereka terbayar lunas tanpa bunga.

__ADS_1


__ADS_2