PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 57_Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Dua hari sejak kejadian di pusat perbelanjaan itu Rey dan Erick memutuskan untuk memberikan penjagaan pada istri-istri nya.. Rey tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Laura begitu juga dengan Erick..dia tak ingin sepupu Nila mengusik istrinya.


"Bos sebentar lagi ada meeting dengan perusahaan xx di cafe xx" ucap Erick memberikan jadwal pada Rey.


"Baiklah aturkan saja semuanya..ingat pastikan aman".


"Baik bos"


Erick kembali ke ruangannya..tanpa di duga di dalam ruangannya sudah ada seorang wanita yang tidak lain adalah Sassy sepupu Nila istrinya.


"Paa yang kau lakukan di sini..berani sekali kau masuk tanpa ijin" ucap Erick dengan wajah tak suka.


"Hey tampan.. duduk dulu..apa kau lelah..mau aku pijit " Sassy mendekati Erick.


"Stop..!!"


"Kenapa tampan..?"


"Cihh..murahan..pergi kau "


"Ayolah tampan..aku bahkan lebih seksi dari istri mu itu.. tidakkah kau tertarik padaku ahh" ucap Sassy sambil meremas squisy buatan nya.


Erick geli mendengarnya dia memilih keluar dan menuju ruangan Rey.. benar-benar tidak tau malu.


Sementara itu Sassy mengikuti Erick..dia juga masuk kedalam ruangan Rey..Rey melihat Erick masuk hanya menatapnya bingung kemudian di susul Sassy ada apa sebenarnya..?


"Kau..mau apa kau mengikuti ku..?" ucap Eri k yang sudah risih dengan Sassy.


"Hay Kaka ipar .."Sassy beralih mendekati Rey..Rey seperti biasa memsang wajah datar dan tatapannya tajam sekali.


"Siapa kau..?" Rey bertanya pada Sasay.


"Aku sepupu Nila Kaka ipar..senang bertemu dengan mu lagi"


"Keluar"


Sassy mendekati ke arah Rey tapi tanpa di duga Rey melempar sebuah buku tebal dan mengenai kening Sassy.


"Akhh sshh..kenapa kau melemparku..?"

__ADS_1


"Itu pantas kau dapatkan karena sudah berbicara tidak sopan oada istriku"


"Apa lebihnya istrimu di bandingkan aku..lihatlah aku begitu menggoda kan..dan istrimu begitu datar.. benar-benar tidak berselera"


Rey lagi-lagi melemparkan sesuatu ke arah Sassy..kali ini Rey melempar gembok dan mengenai squisynya..Sassy meringis merasakan squisynya kesakitan.


"Pergi atau mati..?"


Erick hanya diam tak melakukan apapun..dia tau Rey pasti akan menangani wanita macam Sassy ini.


Sassy memilih pergi setelah melihat Rey mengambil sebuah belati tajam dari laci mejanya.


Dia pergi dengan sedikit berlari..dia ketakutan melihat Rey seperti itu..tampan tapi seperti psycopat.


"Sial..kenapa dia begitu mengerikan..Erick juga susah sekali aku dekati..tapi jangan panggil aku Sassy jika tidak bisa menaklukkan dua pria tampan itu.."


Di ruangan Rey..Rey menatao Erick tajam.. bisa-bisanya dia membawa wanita macam Sassy ke hadapannya..apa dia tak tau jika Laura melihat ini maka habislah jatah si Jono di tambah kanjeng-kanjeng momy yang seperti macan jika Laura tersakiti meski sedikit.


"Maksud mu apa membawa dia ke sini..kau mau aku habis di makan oleh ketiga wanita di rumahku hah" Rey tak habis pikir bisa-bisanya Erick bertindak bodoh begini.


"Aku juga tidak tau tiba-tiba dia ada di dalam ruanganku dan menggodaku dengan meremas squisy buatan manusia itu..aku geli mendengar suara nya lalu aku pergi ke ruanganmu eh ternyata dia mengikuti ku..sorry bos"


"Iya bos maaf"


"Sudah lain kali katakan oada sekuriti untuk tidak membiarkan wanita seperti dia masuk ke lantai ini"


"Siapa bos.. laksanakan"


Erick pergi ke bawah untuk menjalankan perintah bosnya.


Re di ruangannya hanya bisa memijit kepalanya yang pwning dadakan.


"Untung istriku tidak ke kantor jika dia ke kantor dan memergoki wanita plastik itu di ruanganku bisa tamat nasib si Jono"


Rey melanjutkan pekerjaannya..dia ingin pulang lebih cepat..dia rindu dengan istri nya juga si kembar.. gara-gara wanita plastik itu Rey benar-benar kehilangan moodnya.


Erick sudah selesai memberikan perintah pada sekuriti yang berjaga di luar gedung..dia kembali ke ruangannya sebelumnya dia memerintahkan petugas kebersihan untuk menyeterilkan ruangannya.


"Sudah aman..oke lanjut bekerja lagi...semoga tiada lagi wanita plastik yang berani masuk ruanganku"

__ADS_1


Erick juga sempat memarahi sekertaris nya karena dengan teledor mengatakan letak ruangannya pada sembarang orang.


Erick sebenarnya masih kesal dengan ulah Sassy.. benar-benar membuat moodnya buruk..Erick menelfon istrinya hanya untuk mengembalikan moodnya yang sudah hilang karena Sassy.


Sementara itu di rumah..Laura merasakan bosan yang mendalam..dia ingin keluar dan pergi ke kantor Rey tapi dia berfikir lagi nanti anaknya kenapa-kenapa bagaimana..juga si kembar kalau rewel bagaimana.


"Sudahlah Laura tunggu hubby saja..Laura tidak ingin si baby kenapa-kenapa..sabar ya nak sebentar lagi Dady pulang..kita main sama Kaka dulu yuk"


Laura bermain dengan si kembar..si kembar sudah banyak sekali tingkah..bahkan ngoceh yang tidak jelas sudah lebih sering dari sebelumnya.


"Anak momy ngomong apa sih..momy nggak tau nih..Gio jangan guling-guling sayang nanti kepalanya sakit kebentur loh"


Laura mengawasi si kembar yang sudah lebih aktif dalam melakukan berbagai macam gerakan..Laura bahagia karena anak-anak nya tumbuh dengan sehat dan pintar.


Sebelumnya Laura juga sempat tidak percaya diri karena dia benar-benar tidak memiliki pendidikan.. bagaimana nantinya dia akan merawat dan mendidik anak-anak nya jika dia saja tidak pernah merasakan bangku sekolah.


Rey bwgitu twkaten dan sabar mengajari Laura..dari mulaai berhitung sampai membaca dan akhirnya Laura bisa baca tulis sekarang.


"Hubby pulang jam berapa sih..apa Laura telfon saja ya..?"


"Tapi nanti kalau Laura mengganggu hubby bagaimana..ah sudahlah tunggu hubby pulang saja"


Tak berapa lama kemudian Rey pulang.. sementara si kwbar juga sudah wangi lengkap dengan Laura juga..Rey begitu senang karena sepulang kerja dia di sambut oleh ketiga orang tercintanya.


"Hay Daday pulang..." Rey mendekati Laura dan mencium pipi kemudian hendak mencium bibir Laura tapi tangan gio dengan sigap menutupi mulut Rey.


Rey tak menyangka jika anaknya sudah begitu posesif kepada Laura..wah saingan baru ini.


"Hey boy kenapa mulut Dady di tutup begini kan Dady mau mencium istri Dady "


Gio seakan tau apa yang Rey maksud kan..dia dengan sengaja memeluk Laura dan melirik tajam ke arah Rey..Rey terkekeh geli melihat tingkah Gio.


Benar-benar anakmu Rey.. posesif nya sama..tingkat kecemburuan nya pun sama.


"Astaga kau meledek Dady boy..wah Dady akan menggelitikmu sampai menangis"


Rey mencium Gia yang sedari tadi di gendongan nya..kemudian Rey meraih Gio dan menyerahkan Gia pada Laura.


Rey menggelitiki Gio sampai terbahak dan itu sukses membuat Gia juga tertawa..Rey bahagia melihat keluarga nya seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2