PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 153_Hanya Mimpi


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari Rey terbangun karena tidurnya begitu tak tenang..dia gelisah..dia meracau tak jelas..entahlah apa yang tengah terjadi.


"Tidak..aku tidak mau.."


"Maaf..maafkan aku"


"Jangan tinggalkan aku baby"


"Tidak..tidak.. TIDAKKKKK"


Rey bangun..dia melihat sekelilingnya..ada yang kurang..dimana istri nya..oh shitt tidak mungkin.


Rey bangun dan mencari keberadaan istrinya..dia mendengar suara di kamar mandi..tak begitu lama Laura keluar..dia melihat Rey aneh.


"Kau kenapa by..?"


Tak banyak bicara Rey merengkuh tubuh istrinya..dia peluk..begitu erat.


"Kau tak apa-apa kan baby..kau tak terluka..syukurlah hanya mimpi" ucap Rey ketika menyadari bahwa istri nya baik-baik saja.


Laura semakin di buat bingung..dia tak tau ada apa dengan suaminya.. sepertinya Rey bermimpi buruk..Laura membalas pelukan Rey..dia memberikan ketenangan pada Rey.


"Hey aku baik-baik saja by..kau bermimpi apa..?"


"Aku mimpi buruk baby..jangan tinggalkan aku.."


"Ssstt..aku di sini..tidak akan meninggalkan mu..tenanglah"


Rey merapatkan pelukannya..dia tak mau jauh-jauh dari Laura..mungkin mimpinya begitu nyata dan membuatnya sedikit tak tenang.


"Sudah ayo tidur lagi by..masih malam"


"Temani aku..jangan kemana-mana"


"Iya by.."


Rey berbaring dengan memeluk Laura..aneh memnag biasanya Laura yang di peluk tapi ini..ah sudahlah biarkan saja..asalkan Rey bisa lebih tenang.


Mereka melanjutkan tidurnya..Laura juga mengantuk..dia akhirnya pasrah di peluk begitu erat..tak mau mmebuat suasana makin tak nyaman Laura memilih memejamkan matanya.


Laura mengusap kepala Rey..dia usap-usap perlahan hingga Rey kembali tidur lagi barulah dia ikut memejamkan mata.


*


*


Paginya..........


Rey bangun dna tak mendapati istrinya di sampingnya bayangan mimpi buruk semalam kembali menghantui nya..dia turun dari ranjang dan melihat di kamar mandi.


Kosong...Rey turun ke bawah siapa tau Laura tengah bersama anaknya..dia memanggil Laura hingga Laura muncul dari arah dapur dengan memakai celemek di tubuhnya.


"Baby...Laura..kau dimana..?"


"By..ada apa..kenapa ribut sekali"

__ADS_1


"Baby..jangan jauh-jauh dari ku"


"By Laura sedang memasak.."


Rey memeluknya erat..sama seperti tadi malam..Laura membiarkan Rey berbuat apapun..asalkan dia bisa lebih tenang.


Laura meminta para pelayan meninggalkan nya bersama Rey..dia tak mau di jadikan tontonan oleh para pelayan..malu..sudah pasti..Rey benar-benar aneh.


"Sudah kau duduk dulu Laura mau lanjut masak by"


"Iku baby..jangan tinggalkan aku"


"Astaga by..Laura di dapur nanti kamu kenapa minyak panas gimana..?"


"Aku ikut baby"


"Ya sudah..ayo tapi duduk di meja itu saja..jangan dekat-dekat"


"Iya baby.."


Mereka berjalan menuju dapur..Rey benar-benar lengket sekali setelah semalam..apakah suaminya itu baru saja mendapatkan hidayah.


Rey duduk di meja mini bar tepat di dalam dapur..dia melihat semua kegiatan Laura..dia jadi sadar ternyata semalam itu hanya mimpi..dia jadi bertingkah aneh karena mimpinya semalam.


"Untung hanya mimpi..aku benar-benar bisa gila jika itu bukan mimpi"


Rey masih menatap Laura lekat..dia tak melepaskan pandangannya sedikitpun..dia terus menatap tanpa bosan..hingga tak berapa lama kemudian Laura selesai dengan segala masakannya.


"Ayo sarapan dulu by.. anak-anak tadi sudah makan bersama sus"


"By..hubby.."


"Ah..iya baby..maaf aku melamun"


"Huhh..sudahlah ayo makan dulu"


"Iya"


Laura melayani Rey seperti biasa..dia menyuapi Rey..suaminya makan dengan lahap..setidaknya Rey sudah tidak seaneh tadi malam.


Selesai dengan acara makan-makan..Rey benar-benar menempel bak perangko..Laura biarkan saja..aneh tapi dia suka..suaminya jadi lucu jika bertingkah begini.


"Sudah by..kita ke kamar bocil saja ya..?"


"Iya..ayo"


Sampai di kamar ketiga anaknya pun Rey masih menempel dan itu membuat Gio meradang..dengan secepat mungkin Gio bangun dan berlari menuju Rey..dia membawa stick drum dan menusuk-nusuk Rey.


"Dady..Io momy" ucap Gio menegaskan bahwa momynya punya Gio


Rey tak mau melepas pelukannya dia semakin menggoda anaknya..lucu memang..tapi dia bisa teralihkan sedikit karena tingkah Gio


"Nggak ini istriku" Rey tak mau kalah.


"Dady..no..no..no" ucap Gia membela Gio

__ADS_1


"Di..di..di" tambah Gian dengan wajah imutnya.


Laura hanya tertawa Rey mendapatkan tiga serangan dari pasukannya sendiri..dia tak menyangka anak-anaknya sudah besar..pintar dan cerdas juga menyayangi nya dan Rey.


"Sudah..sudah..momy milik kalian semua..sini peluk momy"


Dan drama berpelukan ala Teletubbies di mulai..Rey memeluk Laura dan ketiga anaknya..dia senang..mimpinya sudah dia buang jauh-jauh..dia sadar ini lah tujuannya hidup..melihat keluarga nya bahagia.


Skip.........


Willy sampai di negara X dengan Vallery..mereka berjalan bagai pasangan suami istri..Willy menggandeng tangan Vallery..dia tak melepas tautan tangannya.


"Dokter kita nggak mau nyebrang kan..kenapa tangan Vall di gandeng terus..?"


"Sudah diam saja.."


"Ishhh..dokter menyebalkan"


Willy hanya menyunggingkan senyumnya..dia sudah terkontaminasi virus-virus bucinnya Rey.. biarlah..yang penting dia bahagia.


Sampailah mereka di sebuah apartemen..mewah..luas..wah Vallery sampai melongo ketika melihat isi dalam apartemen dokter Willy.


"Wah..dokter ini sangat luas..wah..apa Vall juga ikut tidur di sini..?"


"Iya..kau akan tinggal bersamaku"


"Kenapa..?"


"Jangan banyak tanya..diam saja..mandilah"


"Iya..iya..dokter cerewet"


Vall menuju kamar yang sudah di beritahu dokter Willy..dia masuk tapi lupa tak mengunci pintu..dokter Willy juga membersihkan diri dulu agar menghilangkan lelahnya.


Tak berapa lama Willy selesai dengan mandinya..dia menuju kamar Vallery..dia buka..tidak di kunci.


"Dasar gadis ini..kalau ada kucing garong bagaimana..huhh"


Dia masuk di saat Vallery baru selesai mandi..Vallery keluar dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi aset berharga nya.


Glek...


Willy melihat betapa indahnya pemandangan di depannya..Vallery menyadari kehadiran Willy dia hendak berteriak tapi sudah di bungkam bibir sekseh Willy terlebih dahulu.


"Aaaahmmp....."


Willy mellumat rakus bibir Vallery..tangannya nakal..mulai berani menyentuh kemana-mana..Vall merasakan gelenyar aneh saat Willy meremmas squisy nya.


"Ahh"


Satu suara berhasil lolos.. Vallery menikmatinya..Willy tak mau merusak anak orang..dia hentikan..bisa gawat jika diteruskan..sabar Joni tidak akan lama.


"Pakailah pakaianmu..lain kali jangan lupa tutup pintu dan kunci juga..mengerti..?"


"B..baik..d..dok.. dokter"

__ADS_1


Vallery merona..saat tangan dokter Willy mengelus pucuk kepalanya..dia nyaman berada di sisi pria itu..ada ketenangan di dekatnya.


__ADS_2