
Gia membuka penutup matanya dna menyesuaikan pencahayaan di ruangan itu..dia menatap El yang berlutut di depannya dengan memegang sebuah kotak cincin kecil.
Gia gemetaran ketika melihat tulisan Open It di atas kotaknya..Gia menatap El meminta penjelasan El hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang Gia lihat.
"Open it"
"What's this..?"
"Buka dan kau akan melihatnya"
"Tapi..-"
"Ssst open it"
"Fine..aku buka"
Gia membuka kotak itu dan seketika matanya membulat sempurna melihat cincin couple yang sangat cantik..Gia menganga tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"El ini..ini.. maksud nya..?"
"Will you marry me Georgia Arletta Wilson..?"
Gia semakin di buat terkejut dengan pertanyaan Gia..oh God apakah dia sedang bermimpi..astaga jangan bangunkan dia jika sedang bermimpi dia suka mimpinya.
"Are you serious..?"
"Ya..yes or no..?"
"Tapi kita baru kenal El..kau bahkan belum mengenal Keluarga ku..aku juga belum mengenal Keluarga mu.. bagaimana bisa kau melamarku..?" tanya Gia dengan genangan air mata yang hampir terjun.
El bangkit karena lututnya kram..dia menatap Gia lembut..dia paham dengan pikiran Gia..dia mendudukkan Gia di kursi yang sudah dia siapkan.
"Dengar Gia..aku sudah jatuh hati saat oertama kali melihatmu..kau melihatku sewaktu rupaku masih buruk dan tak sempurna seperti saat ini..kau bahkan rela membantuku melawan para bajingan itu..kau bahkan rela menolongku di saat aku di culik oleh para bajingan itu..kau melawan para bajingan itu tanpa peduli dengan keselamatan dirimu sendiri..
Mulai dari situlah aku sudah jatuh hati pada mu..kau tak jijik melihat wajah ku yang rusak kau bahkan mau bicara padaku tidak seperti orang lain kebanyakan yang hanya mencemooh ku..asal kau tau saja Gia aku sudah mencarimu berbulan-bulan lamanya sejak pertemuan terakhir kita di gedung yang kau hancurkan itu..aku mencarimu kesana-kemari tapi hasilnya nihil.. identitas mu sangat rapat tertutup aku kesulitan mencari informasi tentangmu sampai kita di pertemukan lagi di cafe itu untuk membahas kerjasama..
Aku senang sekali bisa bertemu lagi denganmu tapi kau tak mengenaliku karena wajahku berbeda dari yang pertama kau lihat.."
"Kau tak bercanda kan El..aku tak mau kau hanya menjadikan cinta sebagai alasan saja..aku tak mau sakit hati saat tau fakta yang sesungguhnya nantinya..ini adalah yang pertama untukku jadi aku tak mau salah pilih El"
"Aku sangat serius Gia..aku tulus mencintaimu dari hatiku..ini juga yang pertama untuk ku asal kau tau"
Gia tersenyum menghapus air mata nya..dia tersentuh oleh kata-kata El..jujur dia juga menyukai El..tidak salah mencoba jika memang mereka jodoh maka Tuhan akan menyatukan mereka apapun yang terjadi.
__ADS_1
"So Will you marry me..?"
"Ya..aku mau"
"Seriously..benarkah..kau tak berbohong..?"
"Iya El.."
"Arghhhhh thanks you so much Gia.."
El memeluk Gia untuk pertama kalinya..dia bahagia karena Gia menerimanya..dia tak menyangka Gia mau menerima lamarannya..bahagianya El saat ini.
" Sebaiknya kita makan dulu..kasihan perutmuโ
"Haha baiklah El"
Mereka makan malam dengan perasaan bahagia..Gia tak menyangka akan jatuh hati pada pria menyebalkan seperti El..El juga tak menyangka cintanya akan berbalas oleh Gia.
Setelah selesai mereka memilih jalan-jalan ke salah satu pusat perbelanjaan..El ngotot ingin Gia mengganti pakaiannya..dia tak suka Gia di tatap lapar oleh para laki-laki yang melihatnya.
"El kenapa kau bawa aku ke sini..lebih baik kita pulang saja ya..?"
"No ganti pakaian mu dulu aku masih ingin berduaan denganmu"
"Sudah cepat ganti..ini pakai ini saja"
"Iya bawel"
Gia menurut saja..dia jadi tau rasanya di posesifin oleh orang yang dia sayang..jadi begini rasanya..pantas mommy dan ka Alana sangat nyaman.
"Jadi begini rasanya punya kekasih..kenapa nyaman sekali..hishhh mikir apa sih".
Gia mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai..dia tak mau ribut dengan El..dia juga tak nyaman dengan gaunnya tadi..bukan seleranya.
Gia keluar dari ruang ganti pakaian..dia melihat ke arah El..El tersenyum puas melihat penampilan Gia saat ini..begini lebih baik daripada mempertontonkan aurat Gia..dia tak Sudi.
"Perfect..let's go"
"Ok baiklah"
Mereka menuju restoran di mall tersebut..Gia masih lapar setelah tadi makan steak ukuran medium saja juga segelas jus..dia mengajak El ke restoran dulu karena perutnya berontak minta di isi.
__ADS_1
"Kau pesan apa Gia..?"
"Em..aku pesan ini saja Fabada Asturiana tapi jangan pakai kentang aku tidak suka rasanya juga Paella dan Churros"
"Baiklah..aku samakan saja"
Setelah pesanan siap mereka menunggu sebentar karena pesanan mereka tengah di buat..di saat mereka tengah asik menunggu tiba-tiba meja mereka di hamoiri oleh seseorang dan menyapa Gia.
"Hay nona Gia kan..wah kita bertemu lagi"
"Siapa..?" tanya Gia datar.
El hanya menonton saja..dia tak mau membuat keributan..biarkan dulu asal laki-laki itu tidak mengganggu gadisnya.
"Kau lupa denganku..astaga..yang di minimarket waktu tadi sore"
"Aku tak ingat"
"Temanmu sayang..?" tanya El lembut pada Gia sambil memegang tangan Gia.
Wajah pria tadi langsung menegang..dia tak suka wanita pujaannya di sentuh laki-laki lain..ada hubungan apa Gia dengan pria itu..kenapa memanggilnya sayang.
"Aku tidak tau dan tidak kenal sayang" jawab Gia mengikuti permainan El.
"Maaf tuan sepertinya anda salah orang dia adalah wanitaku" ucap El pada pria itu.
"Tidak mungkin..wanita ini adalah Gia wanita yang aku temui di minimarket sore tadi..kau siapa..kenapa ikut campur..?"
El tersenyum menanggapi pertanyaan pria itu.,dia tahu satu hal bahwa pria itu sepertinya menyukai gadisnya..wah tidak bisa di biarkan..dia tak rela miliknya di sukai orang lain.
"Ekhem.. perkenalkan saya Lionel tunangan nona Georgia Arletta Wilson"
Pria tadi ternganga tak percaya..tunangan katanya..hahah benarkah..kenapa dia tak tau..sialan dia kalah start.
"Oh..tunangannya..baru tunangan kan..belum suami istri"
Pria tadi menganggap remeh status El..wah El tidak suka dengan pria itu..andai mereka tak di remoat umum sudah di pastikan pria itu akan dia habisi.
"Sudah sayang..lebih baik kita pindah saja aku malas di sini" ucap Gia menenangkan El yang hampir terpancing emosi.
"Baiklah sayang..ayo kita ke ruangan khusus saja agar tak ada pengganggu" tekan El di kata pengganggu yang membuat pria tadi kesal.
Mereka memilih pergi dari sana setelah mengambil pesanan nya..pria tadi langsung kesal dan mengumpat marah pada El..dia berjanji akan merebut Gia dari tangan El.
__ADS_1
"Jangan panggil aku Rafael jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau..tunggulah Gia kau akan menjadi milikku seorang"