PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 74 #S2_Ngidam Membunuh Orang


__ADS_3

Usia kehamilan Gia sudah 7 bulan..tak terasa waktu begitu cepat berlalu..rasanya baru kemarin Gia dan El menikah kini telah hadir dalam perut Gia makhluk mungil yang akan menjadi pelengkap keluarga El dan Gia.


Tidak ada drama pelakor ataupun pertengkaran berarti..semua selalu dapat cepat terselesaikan karena keterbukaan antara mereka berdua.


Pagi ini Gia seprti biasa..dia duduk santai di ruang tamu dengan perut yang sudah membuncit dan juga tubuh yang semakin monntok dan berisi.


Nafkah yang El beri bukan hanya sekedar dunia tapi batin pun El penuhi..El berusaha untuk menjadi suami yang selalu ada di setiap istri nya butuh.


"Bi tolong buatkan Gia susu hangat ya rasa coklat.. terimakasih"


"Baik nyonya"


Gia sudha beberapa kali meminta bibi pengurus rumah untuk memanggilnya dengan nama saja karena dia merasa jadi lebih tua jika di panggil dengan embel-embel nyonya.


Tapi dasar pelayan di rumah El sangat takut pada El jadi tidak ada yang berani berbuat seenaknya tanpa persetujuan dari El sendiri.


Di saat Gia tengah asik dengan tv nya..sebuah pesan singkat masuk..Gia menbuka pesan itu dan seketika matanya membulat sempurna.. brengsek.


Gia mencoba menghubungi El berkali-kali seperti nya suaminya itu tengah rapat..Gia mencoba menghubungi asistennya Tomy tapi sama saja..Gia harus apa..dia bingung sekarang.


"Sialan..beraninya si brengsek itu melakukan semua ini..akan ku bunuh kau jika berani menyakiti mereka"


Gia menghubungi Gio dan juga Gian..hanya dua saudaranya itu yang bisa membantu nya saat ini karena Gia tau yang lainnya pasti tengah sibuk dengan segala macam pekerjaan.


"Ka Gio..Gia butuh bantuan"


Skip>>>>>>>


El baru saja selesai meeting..dia lelah..dia kembali ke ruangannya..dia merogoh ponselnya yang ada di saku celana nya..dia membuka ponselnya dan menemukan bahwa Gia menghubungi nya berkali-kali.


Pikiran El berkecamuk tak menentu..El di Landa kepanikan juga kecemasan..dia memikirkan Gia yang berkali-kali menghubungi nya tapi dia tidak tau karena hpnya dia silent..bodoh kau El..bodoh..umoatnya Ida diri sendiri.


"Tomy lacak keberadaan Gia..dia menghubungiku berkali-kali tapi aku tidak tau.. perasaan ku tidka menentu Tomy cepat"


"Baik tuan"

__ADS_1


Tomy mulai melacak lokasi terakhir Gia..Tomy masih berkutat di depan laptop nya dengan jarinya mengetik entah apa hanya dia yang tau.. sementara El dia juga menghubungi Gia terus tapi sayang nomornya tidak aktif.


"Sial.. bagaimana bisa aku tidak peka..shitt" umpat El kesal dengan dirinya sendiri.


"Tuan..nona Gia berada di sekitar gudang xxx dekat tempat penyekapan anda dulu" ucap Tomy membuyarkan lamunan El.


"Apaaaa.. bagaimana bisa istriku ada di sana..dia sedang hamil besar.. brengsek..siapa yang berani melakukan hal bodoh ini..akan ku habisi dia siapapun itu".


El bergegas menuju lokasi Gia berada.. pikirannya selalu mengarah ke hal yang negatif..otak sialan.


Sementara itu Gia saat ini tengah berhadapan dengan seorang pria yang beberapa kali pernah bertemu dengannya..Gia mengernyitkan dahi melihat pria itu berani melakukan hal bodoh yang akan membuatnya menyesal.


"Jadi kau biang keladinya..?"


"Santai sayang.. jangan terburu-buru..kita nikmati saja waktu kita"


"Cih..bodoh..kau itu sebaiknya menyerah saja daripada mati konyol"


"Hahahah..kau semakin menarik saja sejak hamil..aku semakin menginginkan mu sayang"


Rafael..ya orang bodoh yang berani melakukan hal bodoh itu..Gia hanya melihat sejauh apa pria itu akan melangkah.


"Sayang harusnya kau melihatku bukan dia..aku lebih baik darinya..apa kau tak bisa melihatku barang sekalipun sayang?"


"Cih..kau bermimpi jangan terlalu tinggi tuan.. berkhayal boleh tapi jangan kelewatan nanti kau tidak tau jalan pulang.. cepatlah aku hanya ingin menjemput mertuaku..dimana mereka"


Rafael tertawa mendengar Gia menyebut orangtua El itu mertuanya..dia ingin sekali membungkam mulut gadis itu.. sekuat tenaga Rafael menahan amarahnya dengan tertawa tapi tidak bisa.


"Hahahah seperti nya kau menguji kesabaran ku ya sayang.. baiklah mari kita bertarung siapa yang menang maka apapun keinginan nya akan terkabul bagaimana?"


"Aku tidak punya waktu untuk meladeni orang seperti mu"


"Ayolah sayang apa kau takut karena anak di dalam kandungan mu itu..tenang aku tidak akan menyakiti nya hanya menyingkirkan nya saja agar kita dapat bersama tapi jika kau tidak mau juga maka kau harus mati juga sayang"


"Hahahah sudah jangan melantur cepat bebaskan mertuaku sekarang"

__ADS_1


"TUTUP MULUTMU GIA"


Rafael begitu marah mendengar giabterus menyebut kata 'mertuaku' dia tak rela jika Gia tidak menganggapnya..sakit.. sungguh sakit.


"Kenapa apa kau ada masalah..memang benar mereka itu MER-TU-A-KU"


Gia menekankan setiap kata mertuaku dan itu membuat Rafael semakin murka.. dengan cepat Raffael hendak menghadiahi Gia dengan bogem mentah nya tapi dengan sigap Gia mebghindar walau perutnya sudah besar.


Gia tersenyum melihat Raffael tersungkur karena tak berhasil meraihnya..Gia melayangkan tendangan bebas nya yang langsung membuat Raffael mengerang kesakitan di bagian perutnya.


"Jangan kira aku sedang hamil lalu kau bisa seenaknya ingin memukulku..cih..aku bukan wanita lemah bodoh"


"Bukan menjadi halangan untukku dalam keadaan ku yang seperti ini untuk bisa menghajar mu samoai mati..jujur aku sedang mengidam untuk membunuh orang saat ini dan kebetulan kau menantang ku..maka rasakan"


Gia kembali menendang Raffael dengan senyum yang merekah di bibirnya namun senyum itu bukan senyum yang indah untuk di lihat tapi senyum itu adalah senyum sejuta misteri.


"Arghhhhh brengsek..lepaskan aku arghhhhhh..sialan kau Gia..akan aku bunuh kau" teriak Raffael saat Gia memelintir kedua tangan El kebelakang.


"Melepaskan mu..cih jangan harap bodoh..lihatlah betapa lemahnya kau di depan seorang wanita hamil..kau sudah salah langkah untuk mengusik ketenangan ku"


Gia mengajar Raffael habis-habisan..menendang,menjambak, membogem dan yang lainnya.gia melakukan apapun yang di kehendaki hatinya.


Naas Gia mengalami kontraksi saat menghajar Raffael..dia sedikit meringis ketika perutnya kesakitan.


'Ada apa ini..astaga..nak jangan sekarang sayang..arkshhh' batin Gia masih menahan sakit di perutnya.


Tak berapa lama kemudian Gio dan Gian muncul karena Gia tidak muncul juga dan membuat kedua pria itu khawatir..di tambah kondisi Gia sedang hamil besar.


"GIA...."


Gio dan Gian segera berlari menghampiri Gia yang terlihat berusaha menahan sakitnya.. Gio meraih tubuh Gia yang seperti nya sudah hampir tak kuat lagi menahan sakit.


Sementara Gian dia mengambil alih tugas Gia yaitu menghajar pria brengsek bernama Raffael..Gian menghajarnya habis-habisan hingga tak sadarkan diri.


"Arkhhhhhh..sakit kaaaa" teriak Gia ketika merasakan perut nya seperti di remas kuat.

__ADS_1


"SWEETIE"


__ADS_2