
Malam harinya........
"Rey besok apa kalian mau ikut mendaki bukit di belakang sana..?" tanya Daddy Will.
"Berbahaya tidak dad..Rey tidak mau terjadi sesuatu pada para wanita"
"Sudah Daddy amankan..besok kita berangkat rada siang saja agar tak terlalu dingin.. bagaimana..?"
"Baiklah Rey ikut saja.. bagaimana baby..?"
"Laura mau by..Laura juga ingin mendaki"
"Baiklah semua sudah setuju..besok kita bersiap jam 1 siang saja..biar anak-anak bersama para Kanjeng-kanjeng Mommy"
Akhirnya mereka sepakat untuk mendaki bukit di belakang.. sebenarnya jalannya tidak terlalu berbahaya hanya saja kadang turun hujan dan jalannya menjadi licin maklum daerah pegunungan.
Besoknya.......
"Apa kalian sudah siap..?"
"Sudah dad..aman"
"Baiklah..mom kami mendaki sebentar ya..?"
"Baiklah hati-hati jalannya suka licin kalau terkena embun"
"Siap mom"
Mereka berangkat dengan penuh semangat..paling semangat Vallery si Lola..dia bahkan selalu mengambil Selfi di sepanjang perjalanan.
"Wah Will Will pemandangannya indah sekali..Vall betah di sini..kita di sini saja ya..?"
"Huhh..sudah perhatikan jalannya"
"Ishhh menyebalkan"
Vall berjalan di sebelah Laura..dia langsung merangkul lengan Laura tanpa peduli tatapan tajam dari Rey.
"Astaga Vall..Kaka kaget"
"Hehe maaf ka..Vall kesal dengan Willy"
"Kalau kau kesal dengan Willy harusnya kau hajar dia kenapa malah menggangguku dengan Laura huh" jawab Rey dengan kesal.
Sedangkan Willy di belakang sudah pasrah saja.. benar-benar istri nya ajaib..bahkan dia tak takut dengan Rey..malah beradu argumen.
"Vall sini..jangan mengganggu Kaka ipar"
"Iya iya iya..huh"
Sampailah mereka di tempat tujuan..mereka memulai kegiatannya..para pria mendampingi wanitanya agar tak cidera atau terluka.
"Ayo baby aku bantu"
__ADS_1
"By apa tidak apa-apa...Laura sedikit takut tapi penasaran"
"Sudah ayo aku bantu..pegang yang erat"
Peralatan keselamatan sudah terpasang..Laura mulai menaiki satu pijakan dan berpegangan pada apa yang bisa dia pegang..Rey dengan setia menuntun Laura agar berhasil.
Akhirnya mereka berhasil sampai puncak..Laura turun dengan berpelukan bersama Rey..tak ada malu-malu nya si Rey.
"Wah kalian hebat..Will Will Vall mau kaya mereka"
"Iya ayo"
"Yyeyyy"
Skip....
Di saat mereka tengah asik bermain dengan panjat tebing nya..tampaklah beberapa orang tengah mengintai mereka..ntahlah siapa mereka tidak ada yang menyadari nya.
"Target aman bos"
"Bagus pancing target agar menjauh"
"Siap bos"
Orang-orang itu masih mengintai dengan seksama sekitar 3 orang..Mereka bersembunyi di balik semak-semak agar tidak terlihat.
Nila tiba-tiba ingin pipis dia meminta Laura menemaninya karena Erick masih di atas..Rey mengijinkan Laura menemani Nila..asal tidak jauh-jauh.
"Ka jangan jauh-jauh ya..Nila merinding"
Nila menyelesaikan hajatnya..mereka kembali namun saat akan kembali tiba-tiba mereka di cegat oleh tiga orang.
"Siapa kalian..?" tanya Laura.
"Tidak usah banyak tanya..tangkap mereka"
"Nila lari..."
Laura mengambil tanah di sekitar dan melemparnya pada tiga orang itu..Nila dan Laura terpisah..Nila sampai di tempat panjat tebing..dia menangis ketakutan.
Yang lain melihat Nila datang dengan berlari dan ketakutan..Erick mendekati Nila dia bertanya ada apa tapi Nila terlihat masih syok.
Rey menyadari Laura tidak ada bersama Nila..dia bertanya pada Nila..Nila menjelaskan semuanya dengan sedikit bergetar.
"Sial..siapa yang berani berbuat bodoh begini.." umpat Rey ketika tau semuanya.
"Sebaiknya kita cari ka Laura saja.. sebentar lagi hujan dan mulai gelap" saran Willy.
"Iya Willy benar ka.. sebaiknya kita bergegas mencari ka Laura"
Rey berlari ke arah hutan..dia memanggil Laura berkali-kali..tak ada Jawaban..di saat Rey hendak berlalu dia melihat gelang yang dia berikan pada Laura saat ulang tahun Laura dulu.
"Baby kau dimana sayang..sialan akan ku habisi mereka jika berani menyakiti mu sayang"
__ADS_1
Rey kembali mencari lagi jejak Laura.. rintik-rintik hujan mulai turun..Rey tak peduli dia terus mencari keberadaan istrinya..dia khawatir..panik dan cemas.
Erick dan Willy juga ikut membantu Rey mencari Laura begitu juga dengan Daddy Jo dan Daddy Will..sedangkan Nila dan Vallery mereka sudah kembali ke vila di antar pengawal.
"Bagaimana apa kalian menemukan Laura..?"
"Tidak dad..nihil"
"Astaga dimana putriku Will..Laura sayang kau dimana nak"
"Tenang Jo..jangan panik..kita harus optimis"
Skip........
Laura saat ini tengah bersembunyi di balik semak-semak..dia terluka saat kabur dari tiga orang itu..kakinya tertusuk ranting kering..lengannya tergores bebatuan saat berusaha menyebrangi sungai kecil.
"Hubby tolong Laura by..hiks..tuhan bantulah aku.. selamatkanlah aku..jauhkan aku dari orang-orang jahat itu"
Hari semakin gelap Laura memilih berteduh di gua yang ada di sekitar sana..Laura hanya berharap semoga Rey datang dan menyelamatkannya.
"Akhh ssshhh sakit..by kapan kau akan datang..Laura takut by" dadanya mulai sesak..dia mulai gemetaran..gelap..dia takut gelap.
Laura mengobati kakainya sendiri..dia menyobek sedikit pakaiannya untuk membalut kakinya yang sebelumnya telah dia cuci di sungai..dengan sisa tenaganya dan juga dia harus melawan rasa takutnya Laura memilih memejamkan matanya walau badannya gemetaran dan juga dadanya sesak.
Laura memilih beristirahat sebentar..dia sudah jauh dari tempat panjat tebing tadi.. sepertinya orang-orang jahat itu sudah tidak mengejarnya.
Rey masih mencari Laura..dia tadi pulang sebentar untuk mengambil senter dan beberapa peralatan lainnya..dia di temani para pengawal..Daddy Will tak mau ambil resiko.
"Kalian cari di sebelah sana..aku dan beberapa lagi akan mencari di dekat sungai sana..kabari jika mendapat petunjuk sekecil apapun itu"
"Baik bos"
Rey dan beberapa pengawal mulai mencari di dekat sungai..entahlah firasat Rey mengatakan dia harus ke sana..semoga saja firasatnya benar dan menuntunnya menuju Laura.
"Laura...kau dimana sayang.. Laura"
Rey terus memanggil Laura..dia tak mau terjadi sesuatu pada istrinya..ini di hutan..gelap..benar..shitt Laura kan takut gelap.. bagaimana ini.
"Baby bertahanlah sayang..lawan traumamu Laura..aku akan datang segera"
Rey terus memanggil Laura..dia tak berhenti..dia melihat ada sebuah gua di dekat sungai itu..dia mencoba mengecek gua itu dan terkejut melihat Laura tengah berbaring dengan memeluk tubuhnya sendiri.
"Laura.."
Rey masuk ke gua itu ketika cahaya senter dari para pengawalnya mulai menerangi gua itu..mereka tau nyonya mudanya phobia gelap.
"Laura..bangun sayang..astaga badanmu gemetaran juga kedinginan baby.. bertahanlah"
Rey mengangkat Laura dan membawanya menuju vila..anak buah Rey dengan sigap memberikan tandu pada Rey agar memudahkan nya membawa Laura.
Perjalanan cukup menguras tenaga.. akhirnya Rey sampai di villa..dia mengangkat Laura dan membawanya ke kamar..dia mengganti semua pakaian Laura.
"Astaga baby..kakimu kenapa sayang..brengsek..akan ku bunuh mereka semua"
__ADS_1
Rey selesai mengganti pakaian Laura juga pakaiannya..dia mengobati luka Laura..dia sakit melihat Laura kesakitan.
Laura sudah lebih baik tidak seperti tadi..badannya juga tidak gemetaran lagi..nafasnya mulai teratur..Rey bernafas lega..dia memanggil Willy untuk mengecek keadaan Laura.