PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 66 #S2_Pernikahan El Dan Gia


__ADS_3

Hari telah berganti..tepat hari ini adalah hari pernikahan Gia dan El..semua keluarga begitu antusias sedari pagi buta tadi.


"Gia bangun sayang astaga anak ini" ucap Laura ketika mendapati Gia masih memeluk selimutnya.


Laura mendekati ranjang Gia dan membangunkan anak gadisnya..apakah Gia Kuo kalau hari ini adalah hari bersejarah bagi nya dan Keluarga nya.


"Gia hey sayang bangun dong..udah pagi nak.."


Laura menepuk pipi Gia pekan.. mengguncang tubuh Gia tapi anak itu masih terpejam malam demakin nyaman dengan posisi.


"Astaga bagaimana bisa El menikahi gadis ini..huhh sepertinya satu cara yang mungkin bisa membuat Gia bangun hanya itu"


Gia tersenyum kemudian dia membungkukkan badannya sedikit dan berbisik pada telinga Gia.. Laura membisikkan sesuatu pada Gia yang membuat mata gadis itu terbuka lebar dna segera bangun dan sedikit berlari ke kamar mandi.


"Hahaha benar kan apa kataku..pasti berhasil"


Laura meninggalkan kamar Gia dan bergabung dengan suami dan anak-anak nya di bawah..Rey,Gian,Genie sudah rapih sejak tadi.


"Bagaimana baby apa princess kita belum bangun juga..?" tanya Rey dengan tangannya mengelus kepala Genie yang memeluknya erat di sofa.


"Sudah bangun..baru saja.."


"Tumben sekali..apa yang kau lakukan padanya baby..?"


"Hanya sedikit pemberitahuan saja by..sudah ayo bersiap sebentar lagi Gia kekuar dari kamar..sebaiknya kau panaskan mobil by"


"Hey untuk apa kita membayar seorang supir jika aku masih harus memanaskan mobil juga baby"


"Hahaha ok ok "


Laura duduk di samping Rey dengan tangannya mengusap punggung Genie..anak gadisnya yang satu itu tidur lagi di pelukan Rey..memang anak perempuan di keluarga Rey itu ***** (Nempel Molor).


"Kasihan princess kita by tidur lagi dia"


"Hahaha tidak apa-apa..Gian apa semuanya sudah siap boy..?"


"Sudah dad.."


"Baiklah.. sebaiknya kau bawa adikmu ke mobil dulu kasihan..kalian berangkatlah dulu nanti kami menyusul"


"Baiklah dad..mom..Gian pamit dulu"


Gian menggendong Genie menuju mobil..dia berangkat ke tempat acara lebih dulu karena adik bungsunya itu tidur lagi dan tidak mau bangun.


"Dasar ***** dimana-mana langsung tidur huhh"

__ADS_1


Gian melesak pergi menuju gedung yang akan menjadi saksi bisu janji suci Gia dan El.



Gedung yang akan menjadi saksi janji suci pernikahan Gia dan El begitu elegan dan tidak terlalu terlihat mewah atau rame.


"Genie bangun..kita sudha samoai girl"


"Enghhhh apa sih brisik ishhh"


"Hey bangun kita sudah sampai di gedung pernikahan"


Seketika Genie membuka matanya lebar-lebar..dia menatap sekelilingnya dan benar saja mereka sudah ada di gedung pernikahan Gia dan El.


"Ko nggak ngomong sih kalau udah sampe"


"Huhhh udah di bangunin dari tadi bocah..makannya tidur oake alarm jangan kaya orang pingsan"


"Hishhh tau ah"


Mereka masuk kedalam gedung itu dan mengecek segala persiapannya lagi.. Gio tidak ikut karena Alana dan baby Giana masih belum boleh melakukan pekerjaan berat..mereka pasti datang nanti.


Gian menghampiri pengurus acara pernikahan Gia dan El..dia menanyakan segala persiapannya sedetail mungkin tanpa terlewatkan satupun.


"Baiklah good job..kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian"


Gian kembali ke samping Genie yang tengah ngemil.. sepertinya adik perempuannya itu kelaparan setelah tertidur cukup lama.


"Astaga kau itu perempuan Genie makanlah dengan lebih elegan lagi..jangan mempermalukan dirimu sendiri"


"Ishhh apaan sih ka..biarin aja orang Genie laper"


Di saat mereka tengah asik mengobrol.. Via dan yang lainnya datang menghampiri..terlihat Via,Sean, Rico,Grace, Gerald, Nichole, Nelsy yang sudah berpakaian sangat rapih dan juga sempurna.


"Ka Gian, Genie..kalian sudah sampai..pagi sekali" sapa Via mendekati Genie dan Gian.


"Hay..kenapa baru datang..harusnya kalian datang lebih cepat untuk memeriksa persiapannya" jawab Gian dengan nada datarnya.


"Hahaha sorry ka kami lama karena bocah itu tuh banyak drama" timpal Nichole menatap Nelsy yang sembunyi di belakang Via.


"Sudahlah jangan di bahas lagi..mana pengantinnya..siapa yang akan mengantar ke altar..aku saja ya..?" timpal Sean mebgajukan diri.


"Enak saja..aku lah..kau urus saja kakak mu itu" jawab Nichole juga Ingin ikutan mengantar Gia ke altar.


Gian hanya mendengus melihat pertengkaran tak bermutu saudaranya..sudah pasti yang akan mengantar Gia adalah Daddy nya karena itu sudah jadi kewajiban sang Daddy yang juga wali dari si perempuan.

__ADS_1


"Yang akan mengantar Daddy Rey titik.. bubar sana" ucap Gian datar tanpa ekspresi.


Skip>>>>>>>>


"Kau siap princess..?" ucap Rey sambil mengusap rambut Gia.


"Ya dad..Gia siap" ucap Gia sambil menahan air matanya.


"Hey don't cry princess nanti kau tak cantik lagi bagaimana..?"


"Daddy hiks"


Rey tau ini pasti berat untuk Gia..Rey juga sama beratnya harus melepas anak perempuan nya menjadi istri laki-laki yang menyayangi dan mencintai anak perempuannya.


"Listen to me princess..kau mencintai El..?"


Gia mengangguk tanda iya.


"Kau sudah yakin hidup bersamanya..?"


Gia mengangguk lagi tanda iya.


"Kalau kau sudah siap dan mencintai nya Daddy tidak bisa berbuat apa-apa lagi..Daddy doakan semoga kalian selalu bahagia..Daddy berat melepas mu princess tapi Daddy tidak boleh egois karena hari ini pasti akan datang dalam kehidupan mu juga saudara-saudara mu..sekarang bersiaplah perbaiki riasanmu dan tersenyumlah..tunjukkan bahwa kau bahagia dengan pilihanmu..tunjukkan betapa kau sangat bahagia di hari pernikahan mu..keturunan Wilson tidak boleh lemah.. understand princess..?"


"Ya dad..Gia bisa..Gia kuat..Gia akan tersenyum dan Bahagia di altar bersama pilihan Gia.. Terimakasih dad atas perjuangan mu membesarkan Gia..Gia sayang Daddy dan mommy..kalian yang terbaik".


Rey tersenyum melihat anaknya sudah tidak sedih lagi..dia juga tak boleh terlihat lemah di depan anaknya..ini hari bahagia anaknya..dia harus tersenyum dan bangga pada anaknya itu.


"Are you ready..?"


"Ya "


"Ok let's meet your future husband"


Gia mengangguk dan mengikuti langkah Rey menuju altar..jantung Gia berdetak sangat cepat..dia gerogi dan gugup..Rey selalu menggenggam tangan Gia lembut menyalurkan ketenangan.


"Rileks princess..smile"


Gia lagi lagi mengangguk dan tersenyum..dia menarik nafas berkali-kali dan menghembusnya perlahan..dia buang rasa gugupnya agar tidak mempemalukan dirinya.


Sampailah Rey dan Gia di pintu penghubung menuju altar..Rey membukakan pintu itu dan terlihatlah seorang pria tampan tengah menunggu kedatangan mereka dengan senyuman yang teramat manis.


Rey dan Gia melangkah mendekati pria itu dan semakin dekat..pria itu menjemput sang bidadari hatinya..setelah dekat pria itu mengulurkan tangannya pada sang bidadari buat nya.


"Daddy serahkan anak Daddy padamu El..bahagiakan dia dan sayangi dia serta jaga dia dengan sekuat tenaga mu seperti Daddy yang menyayangi serta mencintai dan menjaganya sedari kecil.. berbahagialah kalian"

__ADS_1


__ADS_2