PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 65_Terbakar Cemburu


__ADS_3

Alya sudah selesai menghubungi orang suruhannya untuk melakukan suatu rencana yang pastinya akan menguntungkan dirinya.


"Lihat saja ka Rey..aku akan membuatmu menjadi milikku..hanya milikku seorang"


Alya kemudian mandi terlebih dahulu biarlah sebentar membiarkan Rey dan istri nya menikmati hari-hari penuh kemesraan bersama sebelum hari-hari itu lenyap dan bergantikan tangis.


Skip.......


"By..ada hubungan apa kamu sama Alya..?"


"Nggka ada hubungan apapun baby..kau tak percaya padaku hm..?"


"Bukan seperti itu..hanya penasaran..kau tak mau menceritakan tentang dia padaku by..?"


"Huhh . sebenarnya aku malas membahas perihal perempuan itu..tapi ya sudahlah aku tak ingin otak dangkal mu tercemari oleh mulut busuknya maka dari itu akan aku ceritakan semuanya..tapi jangan marah atau mencakarku ya baby karena aku tidak bersalah"


"Baiklah asal masih bisa di terima"


"Hahaha..kau memang menggemaskan"


Rey bersiap untuk menceritakan semuanya pada Laura..dia tak ingin istri nya salah sangka dan berakhir pertengkaran antara dia dan Laura.


"Dulu di kediaman kakek dan nenekku saat itu usiaku baru 15tahun..paman jauhku datang bersama istrinya dan juga anak angkatnya..mereka awalnya baik-baik saja dan aku juga tidak mempedulikan mereka karena sejak awal aku tipikal orang yang tak peduli dengan orang lain yang tidak penting..sampai mereka menginap lebih dari satu Minggu di tempat kakekku dan anak angkatnya berulah..dia mendekatiku sangat mengganggu..dia juga berusia 15 tahun sama denganku..tapi penampilannya benar-benar bukan untuk usia 15 tahun..semakin hari dia semakin gencar mendekatiku.. kemanapun aku pergi dia juga selalu mengikuti ku..dia menggodaku dengan berbagai macam trick tapi dasar akunya tidak peduli jadi aku biarkan sjaa..aku tak menganggap nya ada..setiap dia mendekat aku langsung pergi..setiap dia melancarkan aksinya aku selalu tau apa yang dia rencana kan...


Sampai suatu hari dimana para orangtua pergi ke suatu acara..aku tidak ikut karena malas bertemu dengan rekan kerja Dady..dia juga tidak ikut katanya tidak enak badan..aku bodo amat..aku selalu di kamar tak menghiraukan dia sama sekali...


Sampai dia mengetuk pintu kamarku dan meminta tolong padaku katanya ada ular di bawah kolong ranjangnya..aku sempat menolak dan meminta untuk mencari pelayan atau penjaga gerbang saja untuk membuang ular itu tapi dia berkata semua pelayan sedang cuti dan para penjaga di tugaskan untuk mengantarkan sesuatu pada kakek..mau tidak mau aku harus menolong nya..


Perasaan ku tidak enak benar saja ketika sampai di kamarnya..dia dengan segera mengunci pintu kamarnya..dia memelukku dari belakang dan mengusap-usap dadaku..aku risih dengan tingkahnya..aku menepis tangan nya kasar..ketika aku berbalik dia sudah telanjang bulat..


Aku segera meraih handle pintu dan hendak membukanya tapi sialnya pintu itu di kunci dan kuncinya entah dimana..dia semakin mendekatiku tentu saja aku mundur dan melemparkan selimut padanya...

__ADS_1


Aku berkata agar segera pakai pakaiannya kembali namun dia menulikan pendengaran dia tak ingin memakai busana..dia bahkan meraba-raba setiap jengkal tubuhnya.. aku jijik melihatnya seperti itu..Dia berkata bahwa ini saat yang tepat karena di rumah tidak ada siapapun...


Aku benar-benar muak dengan segala tingkahnya..aku mencekal lengan nya dengan erat dan mengambil gunting di laci kamarnya..aku menempelkan gunting itu di perutnya dan berkata agar membukakan pintunya..dia masih kekeh tak ingin membukanya sampai tiba-tiba dia berteriak dan menutupi tubuhnya dengan selimut..dan kau tau tiba-tiba pintu di dobrak dari luar seketika semua keluarga melihat dia tengh terduduk di atas ranjang sambil menangis Bombay..dia menangis seakan-akan aku telah melakukan perbuatan tercela itu...


Aku di hajar oleh Dady..Mony sempat jatuh sakit karena masalah itu..dia bahkan tak ingin bicara padaku sampai akhirnya aku mengungkap semuanya..aku memasang kamera pengawas di kamarnya,aku sudah menduga sejak rencana para orangtua untuk menghadiri acara..biasanya dia sangat suka dengan acara seperti itu tapi kali ini dia seakan tidak ingin melewatkan malam itu...


Tanpa dia sadari aku memasang kamera pengawas ketika dia tengh pergi keluar ntah kemana..aku memutar sejak awal aku masuk sampai penggerebekan itu..semuanya tercengang melihat bukti yang aku berikan..mereka memandangku dengan raut penyesalan..aku bodo amat aku pergi dari sana dan masuk kamar kemudian menguncinya...


Rey berhenti sejenak dan menatap mata indah istrinya dan bertanya.


"Apa kau sudah mengantuk hm..jika sudah besok saja lagi ya aku tak ingin kau terlalu lelah karena bumil tidak boleh kelelahan"


Laura menatap balik mata Rey..dia mengusap wajah Rey lembut sambil tersenyum dan membalas perkataannya.


"Baiklah by..apa ceritanya masih panjang..?"


"Tidak terlalu baby..tapi intinya semua perbuatannya sudah terungkap dan dia kehilangan muka di depan semua orang.. akhirnya mereka memilih mengasingkan diri ke Jepang dan menetap di sana dan selama itu juga tidak ada kontak di antara kami.."


"Terserah padamu ratuku..oh ya nanti malam kita pindah ke apartemen Dady Jo duku ya sampai dia pergi dari rumah..aku tak ingin terjadi sesuatu pada kalian..atau terjadi salah paham di antara kita..jangan mengundang lalat dengan cara menimbun sampah "


"Iya by..terserah kau saja..Laura ikut hubby bagaimana baiknya"


"Bagus iatriku semakin bijak saja.."


"Istri siapa dulu"


Mereka bersenda gurau dengan cara mereka sendiri..Rey benar jika tak ingin mengundang lalat maka jangan menimbun sampah..karena percayalah lalat lebih suka dengan sampah ketimbang bunga yang cantik.


Laura tertidur di pelukan Rey..mereka sama-sama tertidur lelah Rey karena habis lembur di tambah kedatangan perempuan itu.. benar-benar membuat suasana menjafi suram.


Di kamar tamu Alya sudah selesai dengan semuanya..dia hendak mencari keberadaan Rey..dia naik ke atas dan mencari kamar Rey..ada dua kamar di atas..dia membuka salah satu kamar dan kosong..kemudian dia beralih ke kamar yang satunya tapi jaraknya Lumayan jauh dari kamar tadi.

__ADS_1


Dia membuka pintu kamar itu dan melihat Rey dan istrinya tengh tertidur sambil berpelukan dengan tidak mengenakan pakaian terlihat dari Laura yang hanya menutupi tubuhnya sebatas dada.. benar-benar terbakar api cemburu si Alya.


"Cih.. murahan..lihat saja setelah ini kalian tidak akan bisa seperti itu lagi karena aku yang akan menggantikan posisi mu wanita udik"


Alya menutup pintu kembali..dia menuju kamar tamu lagi untuk menenangkan diri setelah melihat pemandangan yang membuat hatinya panas.


Alya tidak sadar sedari dia naik ke atas ada yang memperhatikan setiap tingkahnya..orang itu menatapnya dengan tatapan penuh kecewa bahkan bisa di bilang jijik.


"Ternyata masih belum bisa berubah.. baiklah lakukan apapun yang kau bisa ja*lang"


Orang itu adalah mama Rey...mama Rey tadi berniat untuk menanyakan perihal kepindahan sementara Rey dan Laura beserta si kembar..tapi dia melihat Alya tengh mengintip kamar Rey jadi dia bersembunyi dan mendengarkan ocehannya.


Alya pergi ke kamar si kembar..dia melihat si kembar karena penasaran dengan anaknya Rey..tampan juga cantik..dia mendekati si kembar dan mencubit paha Gia dia tak suka dengan Gia karena wajahnya begitu mirip dengan istrinya Rey.


"Aku tak suka dengan ibumu..lebih baik kalian pergi dari kehidupan calon suamiku..dasar anak jelek..tidak pantas kau menjadi anak Rey..karena Rey hanya akan menjadi suamiku seorang"


Gia menangis karena pahanya di cubit dengan keras..dan itu membuat Laura berlari juga Rey dan tentu saja mama dan papa Rey..mereka menuju kamar si kembar.


"By Gia nangis"


Laura langsung berlari tanpa memakai sandal rumah.


Rey melihat istrinya seperti itu juga jadi panik sendiri..ketika sudah sampai di depan kamar si kembar Laura membuka pintu dan melihat Alya tengh memandangi anaknya sjaa tanpa berniat menenagkan.


Laura berjalan mendekati Alya dan.....


PLAK........


Laura menampar Alya dengan begitu keras.


"APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN ANAKKU HAH"

__ADS_1


__ADS_2