PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
CP 3 #S2_Bertemu Lagi


__ADS_3

Sebelumnya........


"Ka Nana ayo ajari aku mendesign baju seperti Kaka..aku ingin menjadi designer terkenal seperti Kaka"


"Astaga.. baiklah ayo Kaka ajari"


"Di kamar Kaka saja..aku juga mau lihat langsung hasil karya kakak"


"Huhh baiklah gadis kecil ayo"


Yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Genie yang begitu menempel pada Alana..mereka tau Alana tidak akan bisa menolak Genie karena Alana sendiri juga menyanyangi Genie seperti adiknya sendiri.


"Genie jangan begitu kasihan ka Nana..biarkan dia istirahat dulu nak" tegur Laura.


"Tidak apa-apa aunty.. Nana juga mau Genie menjadi. seorang designer terkenal..kami permisi dulu"


"Kau anak baik nak..aunty tidak salah pilih"


"Hah.. maksud nya apa aunty..?"


"Tidak apa-apa..sudah jika Genie nakal jewer saja"


Alana dan Genie menuju kamar Alana..hanya Genie yang bisa bertingkah seenaknya sendiri..dia tak tau malu apalagi tak enakan..buka sifatnya jika dia pemalu.


Sampailah di kamarnya Alana masuk dan lagi-lagi Genie sudah nyelonong duluan..dia tak marah..dia terhibur dengan tingkah gadis kecil itu.


"Wahhhhh ka..ini sangat bagus..woahhhh cantik sekali..Genie ingin bisa seperti Kaka ajari Genie ya ka"


"Sudah duduk dulu..Kaka akan siapkan yang kau butuhkan"


"Terimakasih ka Nana..ada cemilan tidak di sini..?"


"Astaga.. sebentar Kaka ambilkan"


"Thanks ka"


Mereka selesai dengan urusan masing-masing..Genie puas bisa belajar banyak dari Alana..dia menyukai Alana sejak kecil.


Setelahnya.....


Mereka turun ke bawah dan menemukan Gio juga sudah berada di sana bergabung dengan keluarga nya..jantungnya berdetak lebih cepat..ada apa dengan dia kenapa sangat kikuk rasanya.


Gio dan yang lainnya tengah asik mengobrol tiba-tiba dari arah tangga terdengar suara cempreng Genie dan membuyarkan obrolan di antara mereka.


"Ka Gio..."


Gio mendongak dan melihat wanita cantik di sebelah adiknya..dia terpesona dengan kecantikan wanita di samping adiknya..jantungnya juga tak karuan.


"Genie..habis ngapain..?"


"Genie habis belajar dari ka Nana ka"


"Begitu..bagus belajar yang pinter"


Gio mengalihkan tatapannya pada Alana..dia menyapa Alana dengan ekspresi normalnya..dia tak mau terlihat sedang gerogi bisa hancur reputasi nya.

__ADS_1


"Hay Nana..apa kabar..lama tidak bertemu.."


"Hay ka Gio..Nana baik.."


"Ekhem..ekhem...sudah duduklah jangan jadikan kami hanya sebagai penonton" celetuk Gia menggoda kakaknya.


"Ishhh mulutmu itu Gia..Kaka jahit juga nanti ya"


"Apa sih ka..rese ih.."


"Sudah sudah.. Gio Alana duduklah..ada yang ingin kami sampaikan" ucap Daddy Sam menengahi.


Gio dan Alana duduk.. Gio duduk di samping sang mama..Alana duduk di samping mamanya juga.


Setelah semuanya duduk Rey angkat bicara dan menyampaikan keinginannya untuk menjodohkan Gio dengan Alana..tentu saja mereka berbunga-bunga mendengar berita baik itu tapi mereka tidak menunjukkan nya di depan keluarga.


"Bagaimana Gio..Alana apa kalian setuju dengan perjodohan ini..?" tanya Laura.


"Gio bagaimana baiknya aja mom..kalau menurut kalian ini baik maka Gio mau"


"Aku juga aunty..Daddy..Nana mau"


Semua keluarga tersenyum mendengar keputusan bijak anak-anak mereka..semoga dengan perjodohan ini keluarga mereka bisa semakin dekat.


"Baiklah seminggu lagi acara pertunangan kalian.. bagaimana..?"


"Iya mom Gio setuju saja"


"Nana juga setuju aunty"


"Bagus..semoga hubungan kita semakin dekat.."


"Bagaimana pekerjaan mu di sana..apa semua lancar..?"


"Lancar ka.. pekerjaan ku sudah pindah ke sini..Kaka tau perusahaan mana yang akan aku masuki..?"


"Tidak tau"


"Perusahaan G4 Company"


"What's..are you serious..?"


"Iya ka Gio Nana serius"


'Sial kenapa aku tidak tau..Arick kau hutang penjelasan padaku' batin Gio.


"Baiklah semoga kau betah di sana..katanya CEO nya galak dan dingin loh"


"Hahahah..Kaka nggak usah nyeleneh..ngomongin diri sendiri lagi"


"Haha.. baiklah.. bagaimana kehidupan mu di sana..?"


"Maksudnya..?"


Gio menghela nafas panjang..dia malu ingin menanyakan apakah dia wornah punya pacar atau menjalin hubungan dengan laki-laki lain..mulutnya kelu tak bisa bicara.

__ADS_1


"Ka are you ok..?"


"Ah iya im ok"


"So..?"


"What..?"


"Maksud Kaka apa tadi..?"


"Yang mana..sudahlah jangan terlalu di pikirkan..ayo masuk kedalam "


Gio gerogi..dia tak pernah punya keberanian jika berhadapan dengan Alana..ntahlah keberaniannya seakan hilang di bawa angin begitu saja.


Gio dan Alana masuk..mereka bergabung dengan keluarga besarnya..di saat mereka masih asik bercengkrama ponsel Alana berbunyi..Alana segera mengangkatnya dan menjauh dari keluarga nya.


Gio penasaran dengan siapa Alana berbicara..dai mengikuti Alana dan dapat mendengar dengan jelas bahwa Alana terlibat konflik dengan seseorang..dia masih mendengar pembicaraan Alana.


"Siaap yang berani mengusik Alana..akan ku cari tau nanti" gumam Gio masih asik menguping.


Alana memutuskan sambungan telepon nya..dia kesal..dia bahkan menendang pot bunga yang ada di sebelahnya sebagai pelampiasan.


"Arghhh sialan..kenapa bisa seperti ini sih..huhhh..sabar Nana..sabar"


Akhirnya Alana memutuskan untuk masuk kedalam..dia tak mau di curigai keluarga karena terlalu lama bertelepon.


Skip....


"Sam..Vanya..kami pulang dulu ya.. terimakasih atas makan siangnya" ucap Laura tulus.


"Sama-sama Laura..lain kali kita BBQ'n bersama"


"Sure.. next time "


Akhirnya mereka berpamitan.. Gio semobil dengan ketiga adiknya..mereka tidak langsung pulang tentu saja kemauan Genie untuk shopping dulu mencari referensi untuk ujiannya besok.


"Astaga Kaka bosan menunggu mu mencari-cari barang Genie.. huhhh" ucap Gian yang kwsla dengan adik bungsunya.


"Ishhh diamlah dan turuti saja kemauan Genie..kalau tidak Genie pergi sendiri biar di goda banyak pria".


"Hey jangan sembarang..ayo cepatlah"


Gio dan Gia hanya menunggu di cafe..mereka tak mau ikut-ikutan..sudah pernah merasakan yang namanya menemani belanja Genie..dan itu sangat membuat kesabaran dan dompetnya terkuras.


Selesai dengan urusan shopping nya..Genie meminta pada kakak-kakaknya untuk mampir memborong eskrim di temiat langganan nya.


"Hey anak kecil jangan banyak makan eskrim nanti pertumbuhannya terganggu" ucap Gio menggoda adiknya.


"Kakak..mana ada kaya gitu..nggak usah aneh-aneh"


"Ishhh nggak percaya ya udah"


"Tau ah"


"Sudah ayo jalan..nanti kemalaman kasihan mommy dan Daddy menunggu di rumah" lerai Gia.

__ADS_1


"Benar kata ka Gia.. cepatlah aku sudah lapar ingin makan masakan mommy" tambah Gian.


Akhirnya perdebatan mereka sudahi..mereka juga lapar ingin makan masakan mommy nya..bisa gawat jika Daddy nya yang menikmati makanan enak itu sendiri.


__ADS_2