
Besoknya>>>>>>
Laura dan keluar besarnya menuju kediaman Samuel..awalnya Laura dan keluarga saja yang akan menjenguk Alana tapi ketika mereka membuka pintu ternyata tamu tak di undang sudah berbaris rapih di depan pintu rumah mereka.
Laura mendengus melihat kedatangan tamu nya.. benar-benar tidak bisa memilih time yang tepat saja.. padahal Laura ingin menghabiskan waktu nya bersama menantu dan besannya.
"Huhh kalian mau apa sih Dateng sepagi ini..?" tanya Laura yang gerah melihat tamunya.
"Kami tentu saja mau melihat calon cucu kami ka Laura" jawab Nila bersemangat mewakili Vallery dan Arny.
"Astaga..calon cucuku itu masih sebiji jagung..jangan mengada-ada..lebih baik kalian pulang saja dulu besok baru gantian"
"Ohooo tidak bisa..kami juga mau melihat nya titik" kekeh Arny menimpali.
"Udah mending kalian di rumah biar Vall aja yang njenguk calon cucu Vall"
Sontak ketiga calon grandma itu mendelik ke arah Vallery.. Vallery garuk-garuk kepala di tatap begitu oleh ketiga calon grandma itu.
Skip>>>>>>>>>
Sampailah mereka di rumah Samuel..keempat calon grandma itu segera turun dan berlari mendahului yang lainnya..mereka persis seperti anak TK yang sedang berebut mainan.
Para suami hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istri masing-masing..semakin tua malah semakin menjadi saja kelakuan para istri nya.
Mereka masuk kedalam dan mendapati Samuel beserta Vanya tengah duduk di ruang keluarga..mereka menyambut para tamunya dengan senang hati.
"Astaga kalian kenapa ko lari-lari begitu..?" tanya Vanya ketika melihat Laura and the geng berlarian.
"Kami ingin melihat keadaan menantuku huhh huhhh huhh aduh capek.." jawab Laura sambil mengatur nafasnya.
Vanya dan Samuel hanya bisa terkekeh geli melihat tingkah laku keempat calon grandma itu..ada saja tingkah konyol mereka yang membuat orang lain terhibur.
"Sudah duduklah ingat umur..kalian sudah tua tapi masih saja pecicilan seperti anak muda" ucap Samuel.
"Kau benar Sam..istri kami memang semakin menjadi saja tingkat kekonyolan nya..semua gara-gara istrinya si Willy" ucap Rey mendelik pada Willy.
Willy hanya mendengus tak berani menjawab..karena memang ini ulah sang istri lolanya..dia juga sudah kehilangan kata-kata dalam menasehati istri lolanya..memang bawaan dari lahir kaki ya.
Sedangkan Laura and the geng bodo amat..mereka nyelonong masuk ke kamar Gio di saat para suami sedang berbicara..kan ini pasti ide si Lola kalau bukan mana berani ketiga calon grandma itu menyelinap masuk.
__ADS_1
Laura and the geng sudah berada di depan pintu kamar Gio dan Alana..mereka mengetuk pintu kamar Gio dan Alana.. Gio membukakan pintu dan menemukan keempat calon grandma itu tengah berdiri dengan senyum sejuta gula pasir.
"Mommy.. aunty..kenapa kalian di sini..mana Daddy dan uncle..?"
Tanpa mau menjawab pertanyaan Gio Laura mendorong Gio keluar dari kamar dan segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam agar Gio tak bisa masuk.
"What the...mom..open the door please..astaga " Gio hanya bisa mengembuskan nafasnya kasar.
Gio turun ke bawah dan menemui ayah beserta para unclenya juga mertuanya. Gio duduk di sebelah Daddy nya dengan wajah lesu.
"Hey boy kenapa wajahmu lecek sekali..?"tanya Rey ketika melihat wajah kusut Gio.
"Ishh ini gara-gara istri kalian..istriku di monopoli oleh para istri kalian huh" dengus Gio kesal dengan sikap mommy dan aunty nya.
"Hahahahha" mereka semua tertawa mendengar kata-kata Gio.. memanglah kalau sudah begini sudah jadinya.
"Sabar boy kau tau sendiri mommy dan para aunty stress mu itu bagaimana..biarkan saja toh hanya sesekali kan..?" ucap Rey menenangkan anaknya yang tengah kesal.
"Ya Daddy benar..sudahlah biarkan saja..asalkan mereka bahagia" Gio hanya bisa pasrah saja.
"Mana para adik-adik..kenapa tidak ikut..!"
Gio ternganga mendengar kata-kata pamannya.. benarkah yang paman nya katakan..apa dia sedang berhalusinasi..oh God apakah akan terjadi banjir bandang nanti.
"Really..are you kidding me uncle..?".
"No..tanya saja Daddy mu"
"Dad..?"
Rey mengangguk tanda iya.. Gio benar-benar tidak menyangka adik-adiknya akan dengan sukarela belajar bisnis dan menghandle usaha para sesepuh.
"Aku bangga pada mereka..mereka sudah dewasa dad"
"Ya kau benar..mereka sudah dewasa..kau temani saja istrimu selama masa kehamilannya..wanita hamil itu butuh di perhatikan..di manja..dan di sayang..jika kau tidak tau tanya mertua mu saja mereka pasti akan sangat senang " ucap Rey menasehati anaknya.
"Tenang saja dad.. Gio akan berikan perhatian Gio pada Alana..mommy Vanya dan Daddy Sam juga selalu membantu Gio"
"Baguslah..jadi suami yang baik untuk istri dan jadi ayah yang baik untuk anakmu kelak"
__ADS_1
"Of course dad..aku ingin seperti mu yang selalu setia mendampingi mommy"
"Good boy"
Obrolan mereka terus berlanjut.. sedangkan Laura and the geng masih belum turun juga dari atas.. entahlah apa yang mereka lakukan di kamar Gio..semoga Alana tidak di cekoki apa-apa oleh Laura and the geng.
Skip>>>>>>>>>
"Nona Gia ada satu berkas yang harus anda tanda tangani" ucap sang asisten pribadi Gia.
"Mana sini..lalu apa jadwalku setelah ini..?"
"Ada pertemuan dengan perusahaan xx dari Meksiko sekitar 20 menit lagi di cafe xx"
"Baiklah..siapkan segalanya 5 menit lagi kita berangkat"
"Baik nona"
Gia melanjutkan pekerjaannya lagi setelah menandatangani dokumen penting itu..dia bekerja sangat keras untuk menggantikan sang Kaka yang sedang tidak bisa masuk kantor.
Gia tidak masalah..toh dia juga membantu keluarganya juga..tidak ada salahnya belajar bisnis..tidak mungkin Gia memasrahkan pada Daddy nya yang sudah tua kan.
"Nona klien sudah hampir sampai di tempat pertemuan"
"Baiklah,Hani segera siapkan mobil kita berangkat sekarang"
"Baik nona"
Gia mengambil tasnya dan memakai blazer nya lagi..dia tak memakai rok atau pakaian ketat..Gia hanya memakai celana panjang dan juga baju over size yang nyaman di badannya.
Gia tak peduli pendapat orang tentang gaya pakaiannya..dia nyaman untuk apa peduli dengan mulut dan otak orang lain..biarkan saja toh dia tidak meminta uang mereka untuk membeli kebutuhannya.
Sampailah mereka di tempat janjian.. Gia masuk bersama Hani di sampingnya..mereka berjalan menuju ruangan yang sudah di pesan sebelum nya oleh Hani.
Gia tak mau ada hal yang tidak terduga terjadi dia hanya berjaga-jaga saja menghindari kejadian tidak di inginkan.
Gia masuk kedalam ruangan itu dan menemukan dua pria tampan sedang menunggu kehadiran mereka..Gia menyalami mereka kemudian duduk.
Salah seorang dari pria itu terkejut melihat kedatangan Gia..bukankah itu........
__ADS_1
Bersambung>>>>>>>