
Kondisi Dady Jo semakin menurun..Dady Wil dan mama Rey sempat khawatir tapi akhirnya kondisi Dady Jo membaik lagi.
"Dad bagaimana ini..momy hanya takut dad"
"Jangan berpikir yang tidak-tidak mom..doakan saja semoga mereka segera pulih"
"Iya dad maaf.."
Dady Wil juga sebenarnya khawatir tapi dia tak ingin menunjukkan kekhawatiran nya pada sang istri bisa-bisa tambah runyam jadinya.
Setelah melewati masa kritisnya mama laura semakin membaik kondisinya..dia juga sudah merespon setiap rangsangan..mama Rey senang dengan kemajuan besannya.
Di sini yang mengkhawatirkan adalah kondisi Dady Jo..dia di antara hidup dan mati..dia masih terus berjuang dan harus berjuang agar perbuatan si wanita busuk itu bisa dia balaskan.
Di saat mereka tengah duduk menunggu sang dokter tiba-tiba anak buah Dady Wil datang.
"Tuan.."
"Katakan"
"Kami menemukan keanehan dalam kecelakaan ini..dan ini ponsel tuan Jonathan tuan"
Papa Rey menerima ponsel Dady Jo..dia membuka ponsel Dady Jo..dia cari-cari siapa tau ada sesuatu..sampai akhirnya dia menemukan sebuah rekaman.
Dady Wil memutar rekaman itu setelah anak buah nya pergi untuk melakukan penyelidikan lagi.
'Wil jika aku tidak selamat maka gantikan lah posisiku untuk menjaga Laura..aku percaya padamu Wil..Wil jika aku tidak selamat aku mohon kau segera membongkar rahasia wanita busuk itu..semua bukti ada dalam brankas ruang bawah tanah di rumah utama Keluarga Richard..aku percaya padamu Wil..kau pasti mampu menjalankan misi ini..tolong bantu aku wil'.
Dady Wil kemudian menyuruh anak buahnya untuk ke kediaman utama Richard..dia tak ingin si wanita busuk itu mendahului nya.
"Lakukan dengan baik.."
"Baik tuan"
Dady Wil kembali duduk dia memikirkan bukti apa kiranya yang di maksud kan Dady Jo..dia semakin tidak sabar untuk segera mengetahui faktanya.
"Dad apakah benar si Safira yang sudah melakukan ini semua..?"
"Hanya perkiraan saja mom.. lagipula tidak ada lagi yang pantas di curigai selain wanita busuk itu"
"Dad apa tidak sebaiknya kita beritahukan kepada Laura saja tentang ini..momy takut Laura kecewa jika mendengar dari orang lain"
"Untuk saat ini jangan dulu mom..kita tunggu hasil akhirnya saja sampai keadaan Jonathan membaik"
"Baiklah momy percayakan pada mu"
*
*
Sementara itu di kediaman Rey Laura masih asik bermain dengan ketiga anaknya..dia sedikit lupa akan beban berat nya.
"Gio jangan gitu nak..kasian adik "
__ADS_1
Gio hanya mlengos..dia berjalan dengan langkah pelan mendekati Laura..Laura senang anaknya sudah bisa jalan.
"Ayo sayang pelan-pelan jangan terburu-buru"
Rey masuk kedalam kamar ketiga anaknya..dia mendekati Laura sengaja untuk menggoda Gio..benar dugaan Rey Gio mempercepat langkahnya..dia semakin cepat hingga sampai di pelukan Laura.
"Astaga kau ini ya..ini juga istri Dady boy..jangan tamak..jika tidak akan Dady culik momy" ucap Rey yang mendapatkan geplakkan di wajahnya tentu saja dari Gio.
"Hahaha..sudah by jangan meledek terus kenapa.."
"Lagian anak ini begitu rakus tidak mau bagi-bagi "
"Sudah ini kan juga keturunan sifatmu"
"Ya ya ya kau benar baby"
Rey hanya bisa pasrah..dia bermain dengan Gia dan Gian..dia gelitiki dua anaknya itu hingga terpingkal.
Rey senang anak-anaknya semakin pintar saja.
"Gia dan Gian mau es krim..?" tanya Rey sambil melirik ke arah Gio.
Kedua bocah itu mengangguk..Rey senang anaknya sudah bisa merespon dengan baik.
Gio hanya melirik saja sambil mlengos..dia tak peduli yang penting momynya tidak di culik sang Dady.
"Gio mau eskrim juga nak..?" tanya Laura.
"By tolong bawain satu cup ukuran sedang aja ya..jangan kebanyakan kasih eskrim sama anak-anak"
"Iya baby..bentar ya sayang-sayangku Dady ambilin dulu"
Ketiga bocah itu tidak sabar Gio sama sekali tidak mau turun dari pangkuan Laura..dia takut momynya di culik sang Dady atau di dekati kedua adiknya.
"Gio sayang turun dulu ya..main sama adik-adik"
Gio tak bergeming..dia masih anteng duduk di pangkuan Laura.
Laura hanya bisa menggelengkan kepalanya.. benar-benar anaknya yang satu ini mewarisi sifat sang Dady.
Tak lama kemudian Rey datang dengan membawa satu cup ukuran sedang eskrim..dia berjalan ke arah ketiga anaknya.
Rey membuka tutup eskrimnya..terlihat menggoda..Rey mencicipi dulu takut-takut tidak higienis..alasan saja si Rey ini bilang aja kalau mau.
"Ok higienis..kalian boleh makan"Rey menyerahkan eskrim yang hanya tinggal setengahnya pada Laura.
"By..kamu ini kebangetan tau nggak"
"Ada apa baby" tanya Rey polos sambil menyeka mulutnya yang belepotan bekas eskrim tadi.
"Masa kamu ambil setengahnya"
"Aku cuma ngecek siapa tau nggak higienis baby"
__ADS_1
"Alasan..cih"
"Hahhaa..sudah supi itu bocah-bocah udah pada ngiler"
"Kamu yang siapin lah..kan kamu yang udah ngabisin setengah eskrim nya"
"Huhh.. baiklah.. baiklah"
Rey menyuapi ketiga anaknya.. berganti-gantian satu suapan di berikan pada Gio dan suapan selanjutnya pada Gio kemudian Gian dan seterusnya seperti itu.
"Enak nggak sayang?" tanya Rey sambil menatap raut wajah ketiga anaknya.
Mereka bertiga menghampiri Rey dengan maksud meminta di suapi lagi..tapi namanya Rey dia dengan jahilnya mengerjai ketiga bocah itu.
"Udah habis sayang..gimana dong"
"By jangan gitu kenapa..kasian ih"
"Biarin baby.. sekali-kali"
"Tanggung jawab kalo nangis"
"Anak-anakku bukan anak cengeng baby..tenang aja"
Baru saja Rey berucap begitu terdengar suara tangis ketiga bocah itu..Rey tentu saja kelabakan..di luar ekspektasi nya ini mah.
"Eh kenapa kalian nangis..anak Dady nggak boleh cengeng ayo sekarang diem ya..nanti nggak Dady belikan mainan loh"
Ketiga bocah itu semakin menjadi-jadi menangis nya..Rey kelabakan.
"Baby bantuin dong"
"Salahmu sendiri.. tanggung jawab"
Laura mlengos..dia tak ikut campur..biarkan saja suaminya berusaha menenangkan ketiga bocah itu..salah siapa membuat ketiga bocah itu menangis.
Akhirnya setelah berjuang cukup lama Rey berhasil menenangkan ketiga bocah itu..dia lega..dia keluar menyusul Laura di kamar..Rey menitipkan ketiga bocah itu pada para suternya.
Langkah Rey terhenti setelah melihat pesan masuk dari seseorang..wajah Rey berubah menjadi garang..dia seakan ingin menghabisi orang itu.
"Baiklah mari kita lihat seberapa besar nyalimu"
Rey masuk kedalam kamar dan menemukan istrinya baru keluar dari kamar mandi..Rey mendekati Laura dan merengkuh tubuh istrinya.
"Kau sepertinya tengah menggodaku baby"
"Sudahlah jangan bicara melantur"
"I want you Baby"
"IM on my periode hubby"
Seketika rahang Rey terbuka lebar..dia tak menyangka tamu bulanan Laura hadir di saat si Jono sudah on fire seperti ini..sungguh malangnya nasibmu Jono.
__ADS_1