
Rey menatap seorang pria yang diikat dengan tali di tangan dan kakinya dengan tajam dan menusuk.
Rey sangat geram melihat wajah pria itu lagi..dia tak bisa mengontrol emosi nya jika mengingat kesakitan Laura waktu itu.
"Bagaimana..apa kau ada kata terakhir sebelum bertemu tuhan..?"
Pria itu hanya tertawa mengejek..dia tak takut dengan ocehan Rey..dia sudah puas membuat keluarga Wilson dan Kaka iparnya sengsara dan menderita.
"Hahaha Reyhan Jade Wilson..kau begitu percaya diri.."
Rey tak bergeming dia masih menatap pria itu tajam..biarkan saja dia mengatakan hal yang membosankan yang Rey tau sebentar lagi dia akan menghabisi nyawa pria itu.
"Kau ternyata pengecut juga bisu dan tuli..hahahaha seharusnya aku membunuh istrimu saja waktu itu..sayang sekali " ucap pria itu lagi sengaja ingin memancing emosi Rey.
Rey bodoh amat..dia masih menjadi pendengar..dia tak mau terpancing emosi..dia tak peduli mau pria itu sampai Jontor Rey hanya akan diam.
"Sudah bicaranya..?"
"Mau apa kalau aku sudah..kau mau membunuhku..hahaha silahkan..kau hanya pengecut yang beraninya dengan orang yang tak berdaya saja..cih"
Rey mengambil sebuah pedang..dia sudah bising mendengar ocehan tak bermutu pria itu.
*Sebelumnya......*
Rey sudah kembali ke rumahnya..dia mengantarkan Laura ke kamarnya yang baru untuk sementara..dia memastikan bahwa Laura sudah tidur setelah meminum obat nya.
"Cepatlah sembuh sayang..aku tak bisa melihatmu begini"
Rey mencium kening Laura..dia kemudian beranjak ke ruang kerjanya..sampai di ruang kerjanya dia mendapat telepon dari Deril.
"Katakan.."
"Lokasi pelaku sudah saya dapatkan bos"
"Bagus..kirim segera"
"Siap bos"
Deril mengirim lokasi pelaku pada ponsel Rey..Rey melihat isi pesan itu dan tersenyum..ternyata tak jauh dari rumah Samuel.
Rey menghubungi Samuel dan mengatakan bahwa dia berhasil melacak lokasi Justin..Samuel ikut dalam penangkapan Justin..dia merasa bersalah pada Rey.
Sampailah mereka di tempat persembunyian Justin..Rey mengerahkan anak buahnya untuk menjalankan tugas masing-masing.
"Kita masuk..apapun yang terjadi fokus pada tujuan utamamu aku tak mau kau mengacaukan rencanaku Samuel"
"Tidak akan tuan Rey..kau bebas melakukan apapun pada Justin..aku tak akan melarang atau menghalangi"
"Bagus..aku pegang janjimu"
Rey masuk dengan Samuel dan juga anak buah nya..Justin terkejut melihat kedatangan Rey dan Samuel..dia dan temannya sudah terkepung.
"Sialan..berani sekali kalian menerobos masuk" umpat teman Justin.
"Ini pasti rencanamu kan brengsek..kau memang brengsek Samuel..akan ku bunuh kau"
__ADS_1
DOR.....
Satu tembakan melesak mengenai kaki Justin..Rey menembak Justin karena sudah terlalu bosan mendengar drama nya.
"Jangan banyak bicara keparat..urusanmu adalah denganku bukan dengan Samuel..kau sudah melewati batasanmu..maka rasakan pembalasan dariku" ucap Rey sambil mencengkram dagu Justin erat.
Rey menginjak kaki Justin yang tertembak..dia menginjaknya hingga berbunyi sepertinya kaki Justin patah.
"Akhhhh..sialan...brengsek kau Reyhan Jade Wilson.." umpat Justin menatap Rey tajam.
DOR......
Satu tembakan kembali mendarat pada lengan Justin..
"Itu untuk ganti kesakitan istriku..kau yang memulai maka kau yang harus mengakhiri nya"tegas Rey penuh api pada Justin ketika mengingat bagaimana Laura kesakitan.
"Bawa bedebah itu ke markas kematian..aku akan memberikan kematian menyakitkan untuknya" ucap Rey pada anak buahnya.
Rey keluar menuju mobil..Samuel juga sempat menghajar Justin karena dia juga dengan tega menyakiti istrinya bahkan anaknya hampir saja di culik oleh Justin.
"Kau sudah di beri kesempatan untuk bertobat tapi kau menyia-nyiakan kesempatan itu..maka tanggung sendiri akibatnya" ucap Samuel dingin.
Setelahnya........
"Akhhhh sakit brengsek..akhhhh..hentikan arghhhhh"
"Kenapa..kau takut hm..?"
"Si..sialan..kau..re..Rey..aku akan ..mem..bunuharghhhhhhh.."
Rey memotong kaki Justin dengan goloknya..dengan ekspresi datar Rey terus menggores dan menguliti kaki Justin yang satunya.
"Arghhhhh sakit...arghhhh ampun...panassss"
Rey tak mengindahkan teriakan Justin..dia masih asik dengan kegiatannya mengiris telinga Justin kemudian Rey melanjutkan lagi dengan memotong setiap jari tangan Justin hingga tandas.
Leon sudah bersiap di tempatnya..dia hanya tinggal menunggu jatahnya tanpa repot-repot menerkam.
"Bagaimana..apa kau masih ingin bermain atau mengakhirinya saja..?"
"Arghhhhh hentikan ...arghhh..bunuh aku..bunuh aku brengsek..arghhhh"
"Hahahaha..tidak semudah itu Justin..kau sudah membuat bidadari ku kesakitan maka rasakan balasan dariku"
Rey mengambil air garam yang sudah di siapkan oleh anak buahnya..dia menyiramkan air garam itu di kepala Justin yang sudah melepuh..Justin kembali berteriak kesakitan..dia tak bisa melakukan apapun lagi.
Puas dengan siram menyiram..Rey mengambil cairan setan atau biasa di sebut "Aqua Regia" yang jika tersentuh kulit maka bisa di pastikan akan hancur sampai tulangnya.
Cairan setan itu lebih berbahaya dari air keras karena logam saja bisa langsung hancur apalagi jika terkena kulit manusia.
Rey mengambil cairan setan itu dan tersenyum miring melihat Justin yang sudah hampir tidak berdaya akibat penyiksaan yang dia lakukan.
"Bagaimana apakah aku harus memberikan mu ini.. seperti nya memang aku harus memberikan mu ini agar mulutmu tidak berisik lagi"
Rey meminta anak buahnya untuk membuka mulut Justin.. sebelumnya Rey beserta anak buahnya sudah memakai APD yang aman..Rey tak ingin terkena cipratan atau lelehan cairan setan itu.
__ADS_1
"Buka mulutnya"
Para anak buah Rey membuka mulut Justin..sedikit demi sedikit Rey mulai meneteskan cairan setan itu pada Justin..Justin langsung melotot ketika merasakan kerongkongannya hancur.
Tak berapa lama kemudian Justin tewas karena lehernya sudah hancur hingga tak berbentuk..Rey tersenyum melihat mayat Justin.
"Inilah balasannya jika berani menyakiti istriku.."
"Urus mayatnya..lempar pada Coco dan keluarga nya"
"Baik bos"
Rey membersihkan diri sebelum pulang..dia tak ingin Laura mencium bau darah dari tubuhnya.
Selesai dengan urusan mandinya..Rey pulang karena merindukan sang istri..sampai di rumah Rey naik ke kamarnya dia melihat Laura sudah bangun seperti nya baru bangun.
"Hey baby kau sudah bangun..?"
"Hm..aku baru bangun by.."
"Mau makan..?"
"Belum lapar by.. peluk"
Rey tersenyum dan memeluk lauara..dia kecupi wajah cantik Laura yang sudah tidak pucat lagi.
"Mandi dulu ya..?"
"Mandiin by..Laura nggak bisa mandi sendiri.."
"Tentu saja istriku..ayo"
Akhirnya Rey membantu Laura mandi..hanya mandi loh bukan yang lain.
Rey menahan hasratnyaa mati-matian karena saat ini kondisi Laura sedang tidak memungkinkan untuk melayani birahinya.
"Tahan Jon..jangan cari masalah..ku kuliti baru tau rasa kau"
Rey bergumam dalam hati karena sempat-sempatnya si Jono malah bangun di saat genting seperti ini.. benar-benar tidak tau aturan kau Jon.
*
*
*
Hay semua maaf saya cuma sekedar mengingatkan..tolong kalau bercanda jangan kelewatan..jangan sampai candaan kita menyakiti perasaan orang lain..kalau kalian masih ingin baca novel saya silahkan saya bersyukur tapi kalau kalian tidak suka ya Monggo di skip saja toh saya juga tidak melarang dan memaksa.
Kalau kalian bosan ceritanya ko pelakor terus ..tolong di lihat kelanjutannya di sini pelakor langsung dapet karma dan juga tidak berhasil dalam misinya coba di kalian lihat di novel lain pelakor is number one selalu di depan dan misinya berhasil mana istri sahnya di tindes..saya bukannya lagi menjudge karya orang lebih buruk atau lebih baik dari karya saya sendiri tapi tolong jika belum lihat keseluruhan nya jangan komen ya mengundang bakar-bakaran gaes.
Saya orangnya simple tidak suka neko2 tapi kalau sudah keterlaluan apalagi menyangkut kehidupan pribadi saya nggak terima..siapapun itu pasti bakal sakit hati walau entah niatnya hanya bercanda tapi tolong bercanda pada kadarnya.
Maaf jika saya menyinggung perasaan kalian yang namanya karya pasti ada naik turunnya..apalagi ini cerita tentang rumah tangga konfliknya banyak nggak melulu soal keromantisan.
Cerdas lah dalam berkomentar..kasih komen yang membangun bukan menyakiti..suka di lanjut tidak suka silahkan skip saja.
__ADS_1
Maaf dan terimakasih
πππ