PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 155_Hari Bahagia


__ADS_3

2 bulan kemudian hari pernikahan Willy dan Vallery tiba..mereka tersenyum melihat keluarga mereka.


Acara demi acara telah mereka lewati..sah..mereka sudah menjadi pasangan suami-istri yang sesungguhnya..kini hanya tinggal kebahagiaan saja yang menemani hari-hari mereka.


"Selamat Will.. akhirnya kau menikah juga" ujar Rey ketika berhadapan dengan sepasang pengantin baru itu.


"Thanks Rey..ini juga berkat bantuan mu"


"Tidak usah di pikirkan.. berbahagialah..jalan kalian masih panjang..rintangan sudah menunggu di depan sana.."


"Thanks Rey..akan ku lalui jalan itu demi mencapai puncak kebahagiaan..mana triple G..?"


"Mereka di sana bersama para Kanjeng-kanjeng..tadi sehabis perang kue..belepotan semua huhh"


"Hahaha..namanya anak-anak"


"Ok kami pamit..enjoy ya.."


Rey dan Laura menuju ke arah triple G..mereka dapat melihat lagi dan lagi perang makanan terjadi kali ini bukan kue melainkan puding.


"Astaga kalian ini..huhh" ucap Rey ketika melihat betapa kacaunya penampilan ketiga bocah itu.


"Sudah jangan memarahi cucuku..ku pecat kau jadi anak nanti" ucap mama Rey.


"Ishh mom..lihatlah mereka astaga gemesh sekali sih"


Laura hanya tersenyum..dia sudah tau anak-anaknya pasti akan berulah..maka dari itu dia sengaja membawa baju ganti lebih.. berjaga-jaga jika ada kejadian oerang makanan.


"Sudah by tinggak di bersihkan saja" ucap Laura menengahi.


"Huhh..ya kau benar sayang"


Rey membawa ketiga anaknya menuju kamar mandi..dia mulai membantu Laura membersihkan pakaian dan badan ketiga anaknya.


Selesai dengan bersih-bersih nya..Rey memakaikan pakaian pada ketiga bocah itu..Laura mengumpulkan dan membilas sebentar pakaian kotor anak-anaknya.


"Nah begini kan terlihat tampan dan cantik..jangan berulah lagi kalau berulah lagi momy akan Dady culik kalian paham ..?"


Triple G. mengangguk seolah mengerti..mereka keluar dari kamar mandi dan menuju tempat pesta lagi.


Sampailah mereka di tempat pesta..Rey membiarkan ketiga bocah itu di culik para Kanjeng-kanjeng.


"Huhh..giliran kotor saja di biarkan asalkan bahagia katanya..giliran bersih di culik katanya biar kita menikmati waktu.. benar-benar orang tua kamvret"


"Sudah by..Laura laper by.."


"Kau lapar istriku.. baiklah sebentar aku ambilka makanan"


"Terimakasih Dady"


Rey mengambilkan makanan untuk Laura..dia mengambil steak untuk istri nya..mereka duduk bersama Rey memotong-motong kecil seak itu agar Laura lebih mudah memakannya.


"Makanlah".


"Kau tak makan by..bersama saja ya..?"

__ADS_1


"Baiklah"


Laura menyuapi Rey dan dirinya sendiri bergantian..mereka jadi pusat perhatian semua tamu undangan.


Keromantisan mereka memang tidak dapat di ragukan lagi..Rey yang terkenal dengan sikap dingin dan arogannya berubah menjadi kucing imut di hadapan istrinya.


"Romantis sekali ya mereka"


"Aku juga jadi iri loh..mau lah suami seperti tuan Rey"


"Jangan mimpi..cari yang seperti tuan Rey itu banyak saingannya..kau mau gugur sebelum berperang"


Begitulah krasak krusuk tamu-tamu yang melihat kemesraan Laura dan Rey..mereka iri..kagum..dan teroesona.


Apalagi jika melihat 2 miniatur Rey dan satu Princess kesayangan nya..mereka terpesona oleh ketampanan dan kecantikan keturunan Rey.


Skip........


"Yank apa Via dan Sean tidur..?"


"Tidak yank..mereka bersama sus"


"Baiklah..sekarang waktunya kita berdua"


"Ishhh apaan sih yank..malu banyak orang"


"Biarin toh sama istriku sendiri kan"


"Terserah kau yank"


"Lihatlah tuan Erick dan nona Nila..mereka juga begitu romantis"


"Iya keluaga Wilson memang mempunyai bibit unggul dalam hak romantisme"


"Aku juga ingin punya pasangan"


"Sudah jangan mengangumi milik orang nanti kita tergoda bisa gawat urusannya"


Mereka tertawa dengan tingkah konyol mereka sendiri..memang pasangan di keluarga Wilson tidak bisa di pungkiri dalam hal romantis.


"Dad momy seneng Rey dan Erick menemukan pasangan masing-masing"


"Dady juga seneng mom.."


"Apa kita akan selalu Isa menyaksikan kebahagiaan mereka dad..?"


"Berdoa dan berusaha saja mom..umur kita hanya tuhan yang tau"


"Kau benar dad"


Mereka tersenyum melihat keakuran kedua anaknya..mereka hanya berdoa dan berharap semoga hingga ajal menjemput mereka masih bisa melihat kebahagiaan di wajah anaknya.


Begitupun dengan Dady Jo dan momy Mari..mereka bahagia bisa menemukan kembali anak mereka..dan di beri kebahagiaan berlipat ganda setelah bertahun-tahun merasakan kehampaan tanpa seorang anak.


"Kau bahagia Mari..?"

__ADS_1


"Ya Jo..aku bahagia"


"Jika kau bahagia maka teruslah temani anak cucu kita hingga nafas terakhir"


"Tentu Jo..apapun akan ku lakukan untuk kebahagiaan mereka".


"Akupun sama..apapun untuk kebahagiaan mereka"


Mereka berpelukan..rasanya seperti mendapat limpahan kebahagiaan dari sang pencipta..setelah badai menerpa sekian lama kini cahaya kembali menyinari kegelapan dalam kehidupan mereka.


Malam semakin larut.. para bocil sudah menguap lebar..tandanya mengantuk..mereka pulang dan menidurkan para bocil masing-masing.


Sementara untuk pengantin baru..mereka tancap gas ke kamar sendiri..malam ini..amalm yang Will tunggu-tunggu untuk mengeksploras kemampuan si Joni .


Willy dan Vallery sampai di depan kamar hotel mereka..mereka masuk dan mulai membersihkan diri karena tubuh mereka lengket dan lelah.


"Mandi dulu sana..pulihkan tenagamu"


Vallery menurut..dia mandi tapi kesusahan membuka gaunnya..mau tak mau dia minta tolong Willy untuk membukakan resleting gaunnya.


"Will.."


Willy menoleh ke asal suara..dia melihat Vallery melongok dari balik pintu kamar mandi.


"Ada apa..?"


"Bisa bantu Vall melepas gaun pengantin nya..ini susah"


"Baiklah..sini"


Vallery mendekat dan berbalik agar Willy lebih mudah membuka resleting gaunnya.


Willy mulai menurunkan resleting gaunnya..dia dapat melihat pinggang dan punggung istrinya..menggoda iman si Joni.


Tak tahan dengan gejolak dan sesak di bawah sana..Willy melancarkan aksinya..persetan dengan mandi..biar nanti saja.


"Cup...kau cantik dan menggoda Vall"


Willy menelusuri leher dan punggung Vallery..dia memberikan kecupan di leher Vallery dan juga bahu mulusnya.


Vallery tak bisa lagi menahan suara lucnut itu..dia mendessah saat tangan Willy mulai meremmas squisy nya dan juga memilin pucuknya.


Willy membalikkan badan Vallery..dia dapat melihat dengan jelas wajah memerah istrinya..Willy membaringkan tubuhnm Vallery di atas ranjang setelah mereka sama-sama polos.


"Kau siap..?"


Vallery mengangguk kecil..Willy mengecup kening,pipi,dan bibir Vallery..dia mulai turn ke squisy kenyal Vallery..dia kullum dan memainkan lidahnya di sana.


"Ahh..Wil..emhh".


"Lepaskan honey"


Vallery semakin menggelinjang hebat..dia merasakan sensasi baru yang belum pernah dia rasakan sebelumnya..geli dna nikmat itulah deskripsi yang tepat untuk rasa baru yang saat ini dia rasakan.


Puas dengan pemanasan kini permainan inti mulai Willy lancarkan.

__ADS_1


"Aku akan membuatmu menjerit di bawahku honey.. bersiaplah menerima serangan dari si Joni".


__ADS_2