
Safira mendapatkan kabar dari orang suruhannya bahwa Jonathan dan Mariana berlibur dengan keluarga Wilson..dia mempunyai kesempatan untuk merebut perusahaan karena Jonathan sedang tidak berada di negara ini.
"Bagus..semakin banyak kesempatan untuk ku.."
"Apakah anda akan mulai bergerak bos..?"
"Ya kau benar.. persiapkan segalanya..aku akan merebut kembali hakku"
"Baik bos"
Orang suruhannya pergi untuk mengurus berkas yang di butuhkan Safira.
Safira sendiri tengah merencanakan sesuatu sebagai cadangan karena jika rencana ini gagal maka dia masih punya rencana cadangan lainnya.
"Aku harus bergerak cepat..tunggulah sebentar lagi maka aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan"
*
*
Nila saat ini sudah berada di vila karena dia sempat mual di ketinggian dan itu membuat Erick kelabakan panik juga khawatir.
"Sayang bagaimana keadaan mu apa masih mual..?"
"Masih yank..pusing juga"
"Ke dokter aja ya..aku takut kenapa-kenapa"
"Nggak usah yank paling cuma mabok udara "
"Mabok udara..?"
"Hahhaa mabok ketinggian yank"
"Ouhh..ya udah istirahat aja biar Via sama suster aja"
Nila berbaring di ranjang kamarnya..dia begitu merasa pusing juga mual..entahlah apa dua masuk angin atau karena sesuatu yang lainnya.
"Apa aku jangan-jangan...aaamphh" Nila menutup mulutnya dengan tangan ketika menyadari sesuatu.
Nila bangkit dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya..dia menuju kamar mandi untuk memastikan bahwa dugaannya benar atau salah.
10 menit kemudian Nila keluar dari kamar mandi dengan mata sembab..dia tak menyangka akan di beri kepercayaan untuk menjadi ibu lagi.
"Syukurlah.. terimakasih tuhan terimaskaih.. sehat-sehat ya nak..Mony tidak sabar bertemu dengan mu"
Nila duduk menenangkan diri sejenak..dia menunggu sang suami masuk ke kamar..Nila akan mengatakan pada suaminya berita bahagia ini.
Tak lama Erick masuk membawa teh hangat untuk Nila..dia juga membawa makanan karena Erick takut Nila sakit.
"Sayang makan dulu ya.."
"Yank.." panggil Nila.
"Ada apa hm..?"
"Apa kamu bahagia jika kita punya anak lagi..?"
Erick terdiam sejenak..dia sudah pasti bahagia..itu adalah anaknya mana mungkin dia tidak bahagia.
"Aku pasti akan sangat bahagia sayang..karena itu juga anakku.." ucap Erick lembut sambil mengusap rambut Nila.
__ADS_1
Nila bahagia mendengar perkataan Erick..dia semakin yakin untuk mengatakan kabar bahagia ini.
"Yank.."
"Ada apa hm..katakanlah"
"Aku..a..aku..huhh..aku hamil"
Nila menunjukan benda pipih kecil nan tipis itu pada Erick..Erick menerima itu dengan mata berkaca-kaca..dia bahagia mendengar kabar kehamilan Nila.
"Benarkah sayang..?"
"Iya yank..aku baru sadar waktu kamu pergi dari kamar tadi"
"Syukurlah sayang.. terimakasih sudah memberikan ku anak lagi..aku mencintaimu sayang..sangat mencintaimu"
"Terimakasih sudah menerima ku yank.."
"Sudah jangan berkata seperti itu..ibu hamil tidak boleh banyak pikiran..nanti malam aku kabari semua keluarga pasti mereka juga ikut bahagia"
"Iya yank"
"Istirahatlah..kau mau sesuatu..?"
"Aku mau kamu di sini temenin aku"
"Baiklah"
Erick menemani Nila berbading di ranjang..dia bahagia mendengar kabar bahagia ini..dia tak sabar bertemu anak kedua mereka..semoga anak keduanya laki-laki karena dia sangat ingin memiliki anak laki-laki.
Skip.......
"Sudah jangan lihat kesana lihat aku saja" ucap Rey.
"Hubby.. turun..Laura takut by"
"Sebentar lagi sayang..sabar ya..aku masih ingin di sini bersamamu".
"Hubby..kamu jahat ihhh.."
"Gak apa-apa jahat sesekali..lihat kamu jadi meluk aku gini kan.."
"Tau ah"
Laura sebenarnya sudah sangat ingin turun tapi dia tak tau caranya..ingin lompat yang ada nyawanya melayang.
Laura pasrah saja..dia menunggu sampai balonnya kehabisan udara biar turun sendiri.
Mama Rey dan besannya masih setia duduk menunggu di bawah sambil sesekali menggoda Gio dan Gia serta Gian.
"Cucu Oma mau naik balon juga nggak..?" tanya mama Rey.
Gio melirik saja tanpa menjawab..dia menatap ke arah balon udara di mana momynya berada.
"Jo bagaimana perkembangan nya apakah Safira sudah mulai bergerak..?" tanya Dady Wil.
"Menurut anak buahku yang mengawasi nya Safira sudah mulai bergerak..dia mulai mengurus berkas-berkas yang dia butuhkan untuk mendapatkan saham Richard Corp.." jelas Dady Jo.
"Lalu bagaimana dengan gudang itu..apakah sudah ada bukti jelas..?"
"Sudah Wil..kau tau pelakunya siapa.."
__ADS_1
"Safira..?"tebak Dady Wil.
"Ya..kau benar..dia di bantu George untuk membakar gudang itu"
"Gila sekali wanita busuk itu.."
"Sudahlah Wil aku tak ingin membahas tentang ini dulu hingga liburan kita selesai.."
"Ya kau benar"
Para Kanjeng Dady membahas masalah lain selain masalah Safira.
Laura dan Rey sudah mulai turun..Laura masih berpegangan pada Rey dengan erat.. takut-takut Balon udara itu meletus .
"Ayo turun..pegang tanganku" ucap Rey menuntun Laura untuk turun.
"Pegangin by..Laura takut "
"Iya baby"
Laura berhasil turun dan keluar dari sana..dia lega..dia bebas..dia langsung berlari menuju para Kanjeng-kanjeng juga anak-anaknya.
"Kalian sudah selesai..?"
"Sudah mom..Laura takut"
"Tidak apa-apa kan ada Rey.. baiklah sekarang kalian pacaran sana..para bocil masih aman"
"Ishhh momy apaan sih..lihat tuh muka Gio..serem" timpal Rey yang baru sampai.
Semuanya melirik ke arah Gio.. Gio menatap Rey dengan tajam..dia kesal dengan sang Dady karena menculik momynya begitu lama.
"Astaga benar-benar anak ini..persis seperti mu Rey"
Semuanya tertawa..Laura menggendong Gio.. Gio dengan sigap memeluk leher Laura dengan posesif..Rey mendekati mereka tapi gio segera menghalau agar Rey tidak jadi mendekat.
"Astaga kau ini.." gerutu Rey yang di pelototi anaknya sendiri.
Rey memilih menggendong Gia..dia bermain dengan Gia..mereka memutuskan untuk kembali ke vila..mereka juga ingin melihat kondisi Nila yang tadi sempat mual.
Sampailah mereka di vila..mereka membersihkan diri masing-masing..Laura dan Rey masuk ke kamarnya sendiri.. anak-anak sudah bersama susternya..Rey mengajak Laura mandi bersama.
"Ayo baby mandi"
"Hubby dulu sana..nanti di modusin sama hubby lagi Laura nggak mau"
"Ishhh..ayolah..Jono udah kebelet baby..gak kasihan apa sama si Jono"
"Eleh bilang aja yang punya yang mau gak usah mojokin Jono"
"Hehe iya deh..ayo baby "
"Huhh ya udah"
Akhirnya Laura mau mandi bersama Rey..Laura sudah pasrah akan apa yang terjadi nanti di kamar mandi.
Dan benar saja suara horor terdengar begitu indah bagaikan lagu pengantar tidur.
"Akhh baby..kau nik..mata..ahhh"
Rey sampai di puncaknya..dia berbaring di bathtub dengan posis memeluk tubuh Laura..mereka sama-sama lelah.
__ADS_1