
Keadaan Laura sudah lebih baik..Rey selalu setia menemani Laura di kamar..sesekali dia juga melihat anak-anaknya.
Willy mengatakan Laura hanya harus beristirahat untuk memulihkan kondisi nya saja..lukanya juga sudah di sterilkan agar tidak terjadi infeksi.
"Baby maafkan aku yang tak bisa menjagamu ya..?"
"Ini bukan salahmu by..ini salah mereka"
"Bisa kau jelaskan ciri-ciri orang itu baby..akan aku cari hingga ke lubang semut sekalipun"
"Sudah by tidak usah..Laura sudah lebih baikan berkat kau"
Rey memeluk Laura..memnag Laura sudah lebih baik tapi tidak dengan Rey..Rey masih ingat betul ketika dia menemukan Laura di gua dengan kondisi Laura yang begitu..sakit..sungguh Rey tak tega melihatnya.
Dia diam-diam sudah menugaskan anak buahnya untuk mencari si oelaku dan juga menyuruh mereka membawa para bajingan itu ke hadapan nya.
Skip.......
"Bodoh kalian..kenapa salah sasaran..aduh gawat bisa habis kita..bodoh kalian semua arghhhh pergi kalian jangan sampai Rey menemukan kalian dan mencincang tubuh kalian..cepat..pergi yang jauh" ucap seorang pria yang tak lagi muda.
Orang suruhannya pergi setelah mendapat bayarannya.. mereka tak tau siapa itu Rey..mereka hanya menjalankan tugas saja.
"Bagaimana ini.. bagaimana jika Rey tau akulah dalang di balik ini semua..haishh kenapa merrak begitu bodoh sih..!"
Orang itu tengah di landa kegundahan..dia sudah salah perhitungan..dia tau bagaimana kejamnya Rey jika miliknya di usik..dia hanya berdoa semoga dirinya aman dan orang suruhannya berhasil kabur.
"Semoga mereka berhasil pergi dari negara ini sebelum Rey menyadari nya..huhh..harusnya aku bertindak sendiri bukan malah menyuruh para badut itu..sialan"
Orang itu kembali ke kamarnya..dia menceritakan semuanya pada sang istri..sang istri hanya bisa berdoa semoga mereka selamat..mereka percaya Rey tak akan menyakiti mereka karena mereka adalah orang tua Willy.
"Kau tenang saja dad kita tidak akan di sakiti oleh Rey..kita itu orang tuanya Willy..kita bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk bisa selamat dari amukan si ga jantan itu" ucap mama Willy dengan ide konyolnya.
"Kau yakin mom..kenapa aku tak seyakin kau..tapi benar juga katamu..Willy tidak mungkin membiarkan kita di sakiti oleh Rey..semoga anak sialan itu mau membela kita ya mom..?"
"Iya dad..kita hanya tinggal akting seperti orang tua yang teraniaya saja..Willy itu anaknya mudah kasihan mommy yakin dia pasti akan membela kita"
"Baiklah..untuk saat ini hanya Willy yang kita bisa andalkan"
Mereka bisa sedikit bernafas lega karena punya tameng yaitu Willy..mereka yakin Rey tak akan bisa berkutik jika Willy membela mereka.
Skip.....
Orang suruhan pria tua tadi meninggalkan rumah bosnya..mereka akan keluar negeri agar akan.
Mereka hendak pergi ke suatu pulau agar si Rey tidak dapat menemukan mereka..mereka percaya diri sekali karena selama ini mereka tidak pernah salah sasaran tapi kali ini mereka melakukan kesalahan yaitu mengganggu yang seharusnya tidak di ganggu.
__ADS_1
Rey mendapat kabar dari anak buahnya.. orang-orang yang menyakiti Laura telah mereka sergap..Rey tentu saja senang...dia hanya mengatakan untuk menahan mereka sampai dia kembali ke rumah lagi.
Rey tersenyum..dia sudah menyuruh anak buahnya untuk mengintrogasi mereka..Rey hanya tinggal menunggu hasilnya saja..anak buahnya memang terbaik dalam menjalankan tugasnya.
"Bagaimana Rey apa kau sudah menemukan pelakunya..?" tanya Daddy Jo yang sedari tadi penasaran.
"Tenang saja dad..Rey sudah menemukan pelakunya..hanya saja anak buah Rey sedang mengintrogasi mereka..Rey berharap semoga mereka tidak terlalu lama bungkam"
"Ya kau benar boy..Daddy sangat ingin menghajarnya..siapa yang berani melakukan tindakan gila dengan menyakiti anakku..huhh benar-benar brengsek"
"Jangan marah-marah dad..ingat darah tinggi..hahaha"
"Sialan..anak kurang ajar"
Rey kembali ke kamarnya dan menemukan Laura tengah ngobrol dengan Nila dan juga Vallery..dimana ada Vallery di situ ada tawa.
"Hahahaa..astaga Vall..Kaka tidak percaya kau melakukan itu pada Willy..hahaha"
"Iya Vall..ya ampun kasihan Willy hahaha"
Rey masuk kedalam dan ikut bergabung dengan para wanita yang sedang asik mengobrol eh salah menggosipkan aib orang.
"Ekhem..serius sekali ada apa sih..?"
"Ka Rey..em..kami permisi dulu ka Laura ka Rey" ucap Nila mwnarik Vallery yang masih asik bertengger di posisi nya.
"Kita mau kemana..Vall belum selesai bercerita ka Nila"
"Sudah ayo pergi..jangan banyak tanya.."
"Ishhh..ka Laura Vall pergi dulu ya..nanti di sambung lagi bongkar aibnya"
"Astaga..mulutmu itu Vall..ihhh gemas sekali sih" ucap Nila yang sudah tidak tahan lagi.
Nila menyeret paksa Vallery dengan membungkam mulut Vallery yang masih meracau.
Rey yang melihat istri adik iparnya hanya menggelengkan kepalanya.. benar-benar gadis itu tidak ada rem kalau sudah membongkar aib.
"Apa yang kalian bicarakan baby..?"
"Tidak ada by..hanya Vallery bercerita tentang honeymoon nya saja..untung Laura tidak seperti Vallery ya by..?"
"Hahah benar..aku bersyukur kau masih normal walau butuh perjuangan untuk bisa membuatmu lebih normal lagi"
"Ishhh menyebalkan..by Laura mau ke kamar mandi"
__ADS_1
"Baikl..ayo"
Rey membantu Laura ke kamar mandi..dia menunggu di depan pintu..Rey tak meninggalkan Laura..diavtakut istrinya membutuhkan sesuatu.
"Sudah by"
Rey masuk dan mendapati Laura sudah berdiri dan tengah berpegangan pada sisi wastafel..dia tau Laura pasti masih pusing akibat efek obat yang Willy berikan.
"Jangan berdiri dulu baby..kau masih pusing.. bagaimana kalau kau jatuh tadi"
"Maaf..Laura hanya mencoba untuk berdiri sendiri by..tapi rasanya pusing sekali"
"Huhh sudah ayo aku bantu"
"Terimakasih"
Rey menggendong Laura menuju kamar..dia baringkan Laura dengan perlahan..dia tau kaki Laura pasti masih nyut-nyutan.
"Bagaimana kakimu..apa masih sakit atau nyut-nyutan..?"
"Masih nyeri by.."
"Sini aku ganti perbannya dulu"
"Terimakasih by..Laura sayang hubby"
"Jangan menggodaku baby..aku tak mau memakanmu di saat kau sedang tidak bisa melayani kebutuhanku hm..?"
"Iya haha..maaf hubby"
Rey menggeleng kepala melihat tingkah Laura yang semakin berani menggodanya..istrinya sudah dewasa..dia bukan lagi Laura si gadis cengeng yang dulu..sekarang Laura sudah berkembang semakin baik dan berani.
Rey mengganti perban di kaki Laura..dengan perlahan..dia melihat lukanya sudah lumayan mengecil tapi masih sedikit bengkak di area sekitar.
"Apa ini masih sakit baby..?"
"Hanya ngilu dan nyeri by jika di gerakkan"
"Baiklah..sudah selesai..minum obatnya lalu istirahat"
"Iya by.. terimakasih"
Laura meminum obatnya..beberapa detik berikutnya dia mulai mengantuk..Rey membaringkan Laura agar nyaman..tak berapa lama kemudian Laura terlelap.
Rey meninggalkan Laura menuju kamar anak-anaknya..dia rindu dengan ketiga bocah itu..paling sekarang sedang asik membuat kamar berantakan.
__ADS_1