PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 73 #S2_Mengagumi


__ADS_3

Rachel masih terpaku di tempatnya berdiri..dia sungguh mengagumi ketampanan dan keindahan fisik Gian..selama tiga bulan lebih tinggal dengan keluarga Gian..Rachel bertemu dengan Gian hanya beberapa kali saja.



Gian selalu bekerja jika tidak di minta berhenti dan memikirkan keluarga maka Gian tidak akan ada waktu untuk sekedar bertegur sapa dengan sesama anggota keluarga.


"Sudah puas memandanginya..?"


"Ah..astaga..em..ma.. maaf.. Achel nggak sopan"


"Hm..kemari"


Rachel mealngkah mendekati Gian secara perlahan..yang ada di dalam otaknya hanya bagaimana jika dia di usir dari rumah ini..mau kemana dia setelah di usir nanti.


"A..ada ap..apa.. Gian?"


"Kau tau kenapa aku memanggilmu kemari..?"


"Tidak"


"Aku memanggilmu kemari untuk melatihmu agar fisikmu itu kuat dan tidak lemah..gantilah pakaianmu dengan ini"


Gian menyerahkan pakaian olahraga yang dia beli sendiri khusus untuk Rachel..entahlah dia sedang kumat apa tiba-tiba dia membeli pakaian olahraga untuk Rachel.


"Ini baju apa Gian?"


"Baju olahraga.. cepat"


"Iya"


Rachel mengganti pakaiannya dengan apa yang Gian inginkan..dia sedikit tidak nyaman dengan pakaian yang dia kenakan sebenarnya tapi tidak berani protes karena takut kena marah Gian.



Rachel keluar dengan menggunakan pakaian yang Gian berikan..dia hanya tidak nyaman dengan baju atasannya..kenapa harus pakaian singlet coba.


Gian terpaku melihat penampilan Rachel..wow..amazing..sangat pas dan cocok tapi dia tidak suka dengan atasannya.. kenapa harus singlet dia tak suka melihat bahu mulus Rachel terekspos juga lengannya yang cantik dia tidak rela gaes.


"Bagus..kemari"


Rachel semakin mendekat ke arah Gian..jantung nya bersisco..apa dia sakit jantung kenapa detaknya sangat cepat..ta hel memegang dadanya dengan kedua tangannya.


Gian aneh melihat tingkah Rachel dia bertanya takut terjadi sesuatu pada gadis itu.


"Kau kenapa..?"


"Gian sepertinya Achel sakit"


"Sakit..sakit apa..apa yang kau rasakan..?"


"Jantung Achel berdetaknya cepat sekali..apa Achel sakit jantung ya Gian..?"

__ADS_1


Gian terdiam..dia baru paham sepertinya Rachel gugup hingga deg-degan..dia jadi ingin menggoda Rachel.


"Apa jantungmu berdetak ketika melihat sesuatu yang menakjubkan..?"


"Iya..tadi Achel lihat Gian sedang berlatih angkat itu yang bulat-bulat tapi ada besinya"


"Oh..apa Achel deg-degan saat melihat tubuhku bertelanjang dada..?"


"Bertelanjang dada itu apa Gian..?"


"Bertelanjang dada berarti tidak memakai pakaian di tubuh bagian atas..kau paham..?"


"Ouhh seperti Gian sekarang ya..?"


"Iya ..pintar sekali"


Genie bersemu merah mendapat perlakuan seperti itu..jantungnya kembali berdetak lebih cepat..Genie kembali bertanya pada Gian..dia takut terjadi sesuatu.


"Gian..jantung Achel deg-degan lagi.. bagaimana ini apa Achel sakit..?".


"Kau tidak sakit Achel.."


"Lalu"


"Kau gugup..mau tau cara menghilangkan gugup..?"


"Apa caranya Gian"


Rachel menurut saja..dia mendekati Gian dan seketika Gian mendekapnya tak hanya itu saja tapi bibirnya tidak bisa di kondisikan.


Skip>>>>>>>


El saat ini tengah menemani Gia di ranjang..tadi Gia kembali muntah-muntah dan membuat El semakin panik karena wajah Gia begitu pucat bagai tak di aliri darah.


"Sweetie kau sudah baikan..?"


"Hm..hanya sedikit pusing"


"Mau ke dokter..?"


"No..aku hanya ingin kamu di dekatku El"


"Baiklah..ayo istirahat aku akan menemanimu"


El berbaring di ranjang dengan memeluk Gia..Gia membenamkan wajahnya di dada El..dia suka aroma El.. menenangkan dan tidak membuatnya mual lagi.


Gia tertidur denagn masih memeluk El..El terbangun dia ingin mandi dulu dari pagi dia tidak mandi karena Gia tidak lepas darinya.


Selesai mandi El membuatkan bubur dan susu hangat untuk Gia..dia kasihan melihat istrinya itu lemas dan tidak bertenaga..demi mengandung anaknya Gia rela mengorbankan tubuhnya..lalu apa yang bisa El lakukan..El hanya bisa membalasnya dengan seluruh jiwa raga nya juga cinta tulus dari hatinya.


El masuk ke kamar dan meletakkan nampan berisi bubur dan susu hangat di atas nakas..dia beranjak dan mendekati Gia yang masih terlelap..El meninggalkan baju bekasnya pakai tadi agar Gia tetap nyaman dan merasakan bau tubuhnya.

__ADS_1


El membangunkan Gia untuk makan dulu karena sedari tadi tidak ada makanan yang masuk..dia khawatir kondisi Gia dan anaknya bisa terancam.


"Sweetie bangun.. Sweetie"


El mengguncang pelan bahu Gia..Gia menggeliat sebentar kemudian membuka matanya..pemandangan yang dia lihat adalah wajah tampan nan rupawan suaminya.


"Makan dulu yuk"


"Ngantuk Daddy"


"Iya tau tapi kau harus makan kalau tidak baby sakit loh nanti"


"Baiklah.. suapin"


"Of course"


Akhirnya El menyuapi Gia dengan telaten dan sabar..sesekali dia mengambil sisa-sisa bubur di bibir Gia..dia tersenyum karena Gia menyukai bubur buatannya.


Selesai dengan bubur kini El perlahan menyuapi Gia untuk minum susu hangat..dengan sabar hingga susu pun habis di telan perut Gia.


"Enak El..aku suka"


"Benarkah..besok aku buatkan lagi"


"Terimakasih Daddy"


"Sama-sama Sweetie"


El memijit pelan kaki Gia..dia tau sedikit tentang kehamilan karen dia pernah membaca artikel tentang ibu hamil apa saja keluhannya dan semua yang menyangkut kehamilan.


El bagai suami siaga yang selalu sigap menjaga dan melayani Gia layaknya seorang ratu..dia tak membiarkan Gia turun bahkan ke kamar mandi saja harus dia gendong dulu.


"Sweetie.. terimakasih sudah mau jadi ibu dari anakku.. terimakasih sudah merelakan tubuhmu dan membaginya untuk anakku..aku tidak bisa memberikan apapun kecuali cinta dan pengabdian ku hingga ajal menjemput..mungkin seisi dunia takkan bisa menggantikan perjuanganmu dalam membawa calon buah hatiku..aku akan selalu mencintaimu hingga kau bosan dan muak padaku..hingga kau tidak menginginkan ku lagi di sisimu..aku akan selalu setia mendampingi mu dalam susah maupun senang..kau adalah tulang rusukku yang Tuhan ciptakan hanya untukku..aku menyayangi Sweetie juga anak kita"


"Love you more Daddy..Im proud of you El"


Gia dan El berpelukan dengan mesra..keduanya saling berbagi perasaan..terbuka dengan segala sesuatunya..rumah tangga memang harus di dasari dengan rasa saling percaya karena itulah bagian tersadar dari yang namanya berumah tangga.


Malam pun menjelang El selalu setia mendampingi Gia..dari menggantikan pakaian Gia hingga memandikannya...tak ada hasrrat terbesit dalam benak El saat itu..dia hanya fokus pada kesehatan anak dan istrinya.


"Tidurlah Sweetie...sudah malam..jagoan Daddy tidur ya jangan nakal di dalam"


El mengecup perut Gia yang kini sudah menginjak 9 Minggu..El juga mengusap-usap perut Gia dengan gerakan lembut..diabtak mau anaknya sakit karena ulahnya.


*


*


*


**Gimana gaes udah detik-detik menuju episode akhir ya..pantau terus jangan kasih kendor πŸ˜€..maaf jika author melenceng jauh dari judulnya.πŸ™

__ADS_1


Stay tune sama author garing ya gaes love you all❀️**


__ADS_2