
Alya tidak tau lagi harus berbuat apa..dia hanya bisa pasrah menjalani hukumannya seumur hidup..dia sudah salah target..harusnya tidak menyakiti bayi..harusnya Laura yang dia sakiti tapi ini..ah sudahlah Alya memang pantas mendapatkan nya.
Rey sudah membuat janji dengan dokter Laura yang dulu..dia akan memulai lagi pengobatan Laura dari awal.. sebenarnya ada metode ampuh lainnya yaitu lewat hipnotis tapi ini juga beresiko tinggi karena dapat menghilangkan ingatannya tentang si kembar dan juga orang di sekitarnya.
Rey tak ingin seperti itu jadi dia memilih yang manual saja atau yang alami..karena Laura masih bisa sembuh dan kemungkinan sembuhnya juga cukup besar.
"Bagaimana dok apa tingkat kesembuhan nya bisa lebih cepat..?"
"Tentu saja tuan..hanya butuh sekitar 3bulan pengobatan atau bisa kurang tergantung kondisi nona Laura sendiri.."
"Baiklah dok..lakukan apapun agar istri saya cepat sembuh seperti sedia kala"
"Baiklah tuan.. bersabarlah..ajak dia ketempat yang indah..usahakan jangan mendengar suara tangis anak-anak suku untuk sementara karena itu dapat memicu rasa bersalah dalam hatinya lagi..jadi sebisa mungkin bawa nona Laura ketempat yang tenang seperti dulu tuan"
"Baiklah dok..terimakasih"
"Sama-sama tuan"
Rey dan Laura meninggalkan ruangan dokter itu..Rey mengajak Laura ke taman duku untuk mendapatkan ketenangan bagi Laura.
"Baby apa kau suka hm..?"
"......"
"Baiklah tidak apa..kau mau bermain atau memetik bunga di sini baby..?"
"....."
Rey menuntun Laura menuju taman bunga yang ada di taman itu..dia dengan sabar menemani Laura dia taj pernah lelah untuk menjaga Laura.
*
*
*
Erick dan Nila sekarang tengh duduk santai di teras rumahnya mereka ngobrol mengenai Laura dan Rey juga si kembar.. Nila terbawa emosi jika membahas tentang si kembar.
"Benar-benar..wanita seperti apa sih dia..beraninya menyakiti keponakanku..sialan"
"Hey jangan berkata seperti itu tidak baik.."
"Hehe..maaf yank terbawa emosi"
"Sudah lain kali jangan seperti itu lagi ok"
"Ok yank"
Mereka menikmati waktu nya bersama dengan tenang..sesekali Erick mengelus perut Nila yang semakin membesar..Erick tak sabar di panggil 'Dady' oleh anaknya.
__ADS_1
"Sayangnya Dady lagi apa nih..?"
"Layaknya lagi tiduran yank..anteng"
"Baiklah kau istirahat juga ya..?"
"Hm.. baiklah"
Erick membawa Nila menuju kamar..dia ingin menerkam Istri nya..tak tahan dengan berciuman Erick mulai menggerayangi tubuh Nila.
Desa*an mulai terdengar di telinga Erick..sungguh merdunya suara Nila jika tengh Mendes*h.
Erick sudah hampir sampai dia mempercepat gerakan nya..dia merasakan air tajinnya penuh..segera setelah itu air tajinnya sudah berpindah tempat untuk menyirami bibitnya yang sudah tumbuh.
*
*
*
Tuan Jonathan dan istrinya baru pulang dari negara X..mereka pulang karena mendengar kabar bahwa Laura kembali mengalami depresi seperti dulu lagi juga kabar cucunya Gia di sakiti oleh seorang wanita yang tak lain adalah anak angkat dari sepupu jauh mama Rey.
"Dad bagaimana ini..momy takut Laura akan menyakiti anak yang ada di kandungan nya.."
"Tenanglah mom ada Rey.. percayalah Rey akan menangani masalah ini dengan baik..kau tak ingat dulu Laura juga pernah mengalaminya dan Rey selalu mendampingi nya di situasi apapun..jadi tenanglah"
"Baiklah bdad..momy percaya"
Sampailah mereka di kediaman Rey..mereka langsung turun dan masuk kedalam rumah..mama Laura mencari keberadaan cucunya terlebih dahulu karena dia ingin melihat kondisi Gia.
"Jeng bagaimana bisa jadi seperti ini..astaga ini pasti sakit sekali..cucuku hiks"
"Maaf jeng aku tak bisa menjaganya dengan baik"
"Apa yang kau katakan jeng..sudah tidak usah merasa bersalah..semua sudah terjadi.. bagaimana kondisi Laura jeng..?"
"Laura..dia masih sama..sudah 5 hari Laura hanya diam dan tak merespon setiap ucapan kami..maafkan aku jeng aku bersalah"
"Sudah jeng tidak apa-apa..kita masih bisa melakukan pengobatan seperti dulu lagi..aku temui Rey dulu"
"Baiklah"
Tuan Jonathan dan istrinya menemui Rey..mereka ingin mengatakan sesuatu pada Rey demi kesembuhan Laura.
Sampailah mereka di depan kamar Rey..mereka mengetuk pintu kamar Rey dan tak lama Rey membukakan pintu itu.
Ceklek...............
"Mom,dad..kapan kalian sampai..?"
__ADS_1
Rey memeluk mama Laura juga papa Laura..Rey seakan begitu rapuh saat ini..melihat istrinya seperti mayat hidup membuatnya begitu sakit.
"Bagaimana keadaan Laura Rey..?"
"Masih belum ada tanda-tanda baik dad.."
"Sudah jangan seperti ini jika kau seperti ini maka siapa yang akan menyemangati Laura..?"
"Kau benar mom..tidak seharusnya Rey begini..maafkan Rey tidak bisa menjaga Laura dengan baik mom dad"
"Sst..sudah momy dan Dady jngin bicara sesuatu padamu.. sebaiknya kita duduk dulu"
"Iya ayo"
Sampailah mereka di ruang kerja Rey..mama dan papa Laura juga duduk si sana berhadapan dengan Rey.
"Sebenarnya ada apa mom dad..?"
"Begini Rey.. sebaiknya kalian pergi berlibur saja terlebih dahulu harap-harap supaya Laura juga memiliki kenangan indah seperti yang kau lakukan dulu.."
"Tapi mom,dad..dulu dan sekarang berbeda.. sekarang kami memiliki si kembar tidak mungkin untuk kami meninggalkan si kembar dalam waktu cukup lama.."
"Rey..kau percaya oada Dady dan momy juga orang tuamu kan..?"
"Percaya dad..tapi tetap saja Rey tidak tega.."
"Sudah ini semua demi kesembuhan Laura..lebih cepat lebih baik..jangan terlalu lama Rey tidak baik bagi mental Laura..ini masih awal dan belum terlalu parah..masih bisa sembuh dan pwluangnya juga cukup besar.. pergilah"
Rey menimbang-nimbang baik buruknya..tapi ini demi Laura..jika tidak segera ditangani maka akansemakin parah juga depresinya.. baiklah sementara dia harus tega demia kesembuhan istri dan ibu dari anak-anaknya.
"Baiklah mom,dad..malam ini juga Rey akan berangkat ke pulau H..Rey minta tolong jagain si kembar mom,dad..mungkin Rey dan Laura akan lama di sana tergantung pada Laura..semoga saja kesembuhannya bisa lebih cepat"
"Baiklah nak.. bersiaplah..kami akan menjaga Gia dan Gio kau tenang saja..tidak akan ada yang berani menyakiti cucu keluarga Richard"
"Terimakasih mom..dad"
"Sama-sama Rey"
Rey mulai bersiap untuk keberangkatan kepulauan H..dia kaan menetap sedikit lama di sana sampai Laura benar-benar sembuh.. apapun akan Rey lakuakn demi istrinya.
"Baby..kita jalan-jalan ya..kau mau kan..?"
"......"
"Sekarang akan aku gantikan bajumu dulu ya..setelah itu kita berangkat"
Laura masih tak bergeming..dia menatap kosong jendela kamarnya.. benar-benar seperti mayat hidup.
Selesai menggantikan pakaian Laura..Rey membawa Laura turun dan berpamitan pada para orangtua..dia juga berpamitan oada si kembar..dia akan merindukan si kembar di sana..tapi tidak apa setidaknya si kembar masih di tangan yang benar Rey akan tenang.
__ADS_1
Rey berangkat bersama Laura..mereka melepas kepergian Rey dan Laura untuk waktu yang tidak bisa di tentukan..mereka hanya berdoa semoga Laura segera sembuh dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga.