
Monitor detak jantung Laura berbunyi lagi.. Laura kembali..Rey begitu senang dan bahagia..lauranya tidak meninggalkan nya..para orangtua di sana juga turut bahagia melihat Laura masih ingin bertahan dengan mereka.
Sang dokter juga tak bisa berkata apa-apa lagi.. sungguh keajaiban Tuhan memang tak bisa di tebak..dia mulai melakukan tugasnya sebagai dokter.
"Syukurlah pasien sudah kembali.. keadaan nya juga sudah baik-baik saja.. beberapa jam lagi mungkin pasien baru akan sadar.."
"Terimakasih dok.."
"Sama-sama tuan.. baiklah saya permisi dulu"
"Ya"
Mama Rey dan mama Laura sudah sadar dari pingsannya..mereka langsung bergegas menuju ruang rawat Laura..mereka seakan tidak mengindahkan jarum infus yang menancap di punggung tangan mereka..yang ada di fikiran mereka hanya Laura dan Laura.
"Rey... bagaimana keadaan Laura..kata Dady Wil Laura kembali..apakah benar..?" tanya mama Rey ketika telah sampai di kamar rawat Laura.
Rey menatap mamanya dan mertuanya dia tersenyum bahagia..dia mengangguk sebagai jawaban..kedua Kanjeng-kanjeng Mommy itu langsung histeris mendengar nya.. akhirnya Laura mereka tidak meninggalkan mereka.
"Laura sayang terimakasih nak sudah kembali pada kami" ucap mam Rey.
"Anakku.. terimakasih sayang sudah kembali pada Momy.. terimakasih sayang" ucap mama Laura sambil memeluk tubuh Laura.
"Sudah mom..lebih baik kalian pulang saja..biar Rey yang menjaga Laura..Rey titip anak-anak ya mom ,dad..mungkin sampai Laura sembuh total baru Rey akan pulang"
"Tidak apa-apa boy..kau tenang saja..biar kami yang menjaga cucu-cucu kami..kau fokuslah pada Laura dulu"
"Iya Rey,Mony dan Dady akan menjaga anak-anak dengan baik..ya sudah kami pulang dulu selalu kabari jika ada informasi apapun ya nak"
"Iya mom.. terimakasih semuanya"
"Sama-sama Rey"
Para orangtua pergi dari ruang rawat Laura menuju rumah..Rey menghubungi Erick.
"Hallo ka.. bagaimana kondisi Kaka ipar..?"
"Laura sudah baik-baik saja Rick..apa kau sudah menyiapkan segala yang ku butuhkan?"
"Kau tenang saja ka semua sudah siap..mereka setiap hari di siksa tapi tidak sampai mati karena aku tau kau pasti akan mengurus semuanya"
__ADS_1
"Good job.. tunggu sampai laura pulih baru aku akan menghabisi mereka"
"Baik ka.."
"Aku tutup dulu"
"Ya ka"
Rey mematikan sambungan telepon nya..dia mendekati Laura dan mencium seluruh wajah istrinya.
"Terimakasih sayang kau sudah kembali padaku..jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang..aku bisa gila jika tiada kau di sisiku"
Rey ikut berbaring di sisi Laura..dia peluk Laura dengan hati-hati dan penuh cinta.. akhirnya dia masih bisa melihat istrinya lagi..dia masih bisa memeluk tubuh hangat istri nya lagi..sungguh betapa dia bahagia saat ini.
Rey ikut terlelap di samping Laura..dia juga lelah.. dia tak ingin jauh-jauh dari istrinya..Rey bahkan tidak peduli dengan nasihat dokter yang melarang nya untuk satu ranjang dengan Laura dengan alasan dokter takut jika luka di perut Laura bisa tersenggol.
Namanya Rey..dia bisa mengendalikan diri..apalagi menyakiti istrinya hampir kehilangan istri nya saja sudah membuat Rey hampir gila..mana mungkin dia melakukan hal bodoh.
Keesokan paginya Laura sadar..dia melihat sekeliling ruangan dimana dia berada..Laura mendapati Rey tengh tertidur di sampingnya dengan wajah penuh kehangatan.
"By.. terimakasih sudah mendampingi Laura"gumam Laura sambil menatap wajah tampan Rey.
Laura mengusap wajah Rey..Rey sepertinya terusik dengan gerakan di wajahnya..dia membuka matanya dan melihat istrinya tengh menatapnya dengan cinta.
Laura tersenyum melihat Rey begitu oerhatian padanya.
"Laura sudah baik-baik saja by..Laura haus by"
Rey dwngan cekatan mengambilkan minum untuk Laura dan membantu nya minum perlahan hingga cukup.
"Sudah by"
"Baiklah..kau mau apa lagi sayang katakanlah.."
"Tidak ada..ah.. bagaimana dengan Gia by..apa Gia baik-baik saja..?"
"Hey tenang baby.. Gia baik-baik saja dia di rumah dengan adik dan kakaknya dan juga para Kanjeng-kanjeng Mommy dan Kanjeng-kanjeng Dady"
"Syukurlah..Laura tenang.. terimakasih hubby"
__ADS_1
"Untuk..?"
"Untuk kesetiaan nya..untuk kesabarannya.. untuk kasih sayang nya pada Laura dan anak-anak yang tiada henti..Laura bahagia bisa menjadi bagian dari hidup mu"
"Justru aku yang harusnya mengatakan itu sayang..sudah istirahat lah lukamu belum kering jangan banyak gerak "
"Iya by"
"Good girl"
*
*
Di tempat lain seorang pria tampan tengah duduk di kursi kebesarannya sambil memandangi foto seorang wanita cantik yang usianya bisa di bilang masih kecil kira-kira 10 tahunan.
"Apa kabarmu sekarang..apakah kau sudah bahagia dengan hidupmu saat ini..aku berharap kita bisa bertemu lagi..aku merindukanmu"
Pria itu menatap foto seorang wanita cantik itu dengan senyuman penuh kerinduan..sudah 13 tahun sejak pertemuan mereka di rumah teman ayahnya waktu dulu.
Gadis kecil itu menolongnya yang jatuh karwna terpeleset dan lututnya berdarah..sejak saat itu lelaki itu sungguh tak bisa melihat wanita lain selain gadis kecil itu..saat itu usianya masih sekitar 17 tahun..dia di ajak ke rumah teman lama ayahnya..dia awalnya tidak mau tapi karena paksaan dari orangtuanya akhirnya dia mau ikut.
Dia sampai di sana dan duduk dengan manis..karwna bosan dia berjalan-jalan di taman belakang rumah teman ayahnya..dia tak sengaja menginjak lantai yang licin karena habis di pel..dia jatuh dan lututnya berdarah..tak berapa lama datanglah seorang gadis kecil berusia 10tahunan menghampiri nya..awalnya dia menolak bantuan gadis itu tapi karena lututnya sakit akhirnya dia menerima bantuan gadis itu.
Mereka duduk di bangku taman dan gadis itu dengan cekatan mengobati lukanya..dia awalnya bersikap kasar dan dingin pada gadis itu tapi setelah merasakan kehangatan perlakuan gadis itu akhirnya dia luluh dan mengagumi gadis kecil itu.
Mereka mengobrol apa saja yang bia mereka bahas..sampailah saat dimana dia harus pulang bersama ayahnya dia tak rela berpisah dengan gadis kecil itu..dia bertekad akan menemui gadis kecil itu lagi kelak ketika sudah dewasa dan akan menjadikan nya sebagai pendampingnya.
"Aku harap aku belum terlambat untuk mencari mu gadis kecil..apakah kau tau aku sangat merindukanmu, setelah perpisahan itu aku sudah menetapkan hatiku hanya untukmu dan tak ada nama wanita lain selain namamu di sana Lala"
Pria itu adalah Steven Gerrard anak dari seorang pengusaha yang lumayan sukses.. perusahaannya bekerjasama dengan perusahaan Wilson Group yang di pimpin oleh Rey.
Hayoloh siapa lagi itu cogan..
Nih author kasih visualnya Deril bocah tampan ya.
Guanteng kan..ya iyalah author gak mungkin salah pilih πππ.
__ADS_1
Yang punya saran atau usulan silahkan komen di kolom komentar ya guys...di tunggu lohπ
jangan lupa tinggalkan jejak say π€ππ.